UU Cipta Kerja Berlaku, Investasi di Sektor Pertanian Berkembang dari Hulu sampai Hilir
INDEX

BISNIS-27 510.175 (-19.05)   |   COMPOSITE 5783.33 (-170.92)   |   DBX 1064.04 (-1.68)   |   I-GRADE 168.858 (-6.97)   |   IDX30 499.932 (-21.14)   |   IDX80 131.904 (-5.19)   |   IDXBUMN20 373.781 (-18.36)   |   IDXG30 136.463 (-5.44)   |   IDXHIDIV20 450.262 (-18.14)   |   IDXQ30 146.101 (-6.28)   |   IDXSMC-COM 248.411 (-4.72)   |   IDXSMC-LIQ 303.864 (-9.61)   |   IDXV30 127.988 (-5.5)   |   INFOBANK15 983.467 (-36.67)   |   Investor33 429.105 (-16.64)   |   ISSI 169.797 (-4.69)   |   JII 620.069 (-22.27)   |   JII70 213.196 (-7.01)   |   KOMPAS100 1177.3 (-42.41)   |   LQ45 920.112 (-37.05)   |   MBX 1606.46 (-54)   |   MNC36 321.125 (-12.61)   |   PEFINDO25 316.867 (-8.64)   |   SMInfra18 295.49 (-13.73)   |   SRI-KEHATI 366.206 (-13.72)   |  

UU Cipta Kerja Berlaku, Investasi di Sektor Pertanian Berkembang dari Hulu sampai Hilir

Jumat, 13 November 2020 | 20:14 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan P. Roeslani, berharap, sektor pertanian, peternakan dan perikanan bisa tumbuh secara berkelanjutan. Kesinambungan pertumbuhan sangat penting karena sektor yang sangat erat dengan komoditas pangan tersebut banyak menyerap tenaga kerja sekitar 29 persen dari total tenaga kerja di Indonesia.

Rosan optimistis sektor pertanian, peternakan dan perikanan akan terus bertumbuh seiring dengan adanya Undang-undang Cipta Kerja. “Seharusnya setelah UU Cipta Kerja berlaku, investasi di sektor pertanian, peternakan, perikanan dan juga pangan berkembang dari hulu ke hilir. Ketiga sektor tersebut bisa menjadi ujung tombak dan lokomotif dalam perekonomian nasional,” kata Rosan.

Rosan mengatakan itu dalam acara konferensi pers terkait Kadin Indonesia akan menggelar Jakarta Food Security Summit (JFSS) kelima pada 18-19 November di Jakarta. Hal ini dilakukan sebagai komitmen Kadin untuk menggerakkan para pemangku kepentingan untuk bersama-sama mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.

Ketua Pelaksana JFSS-5 Juan Permata Adoe, menjelaskan, JFSS merupakan wadah lintas sektoral swasta, pemerintah, organisasi masyarakat sipil, badan internasional, akademisi dan para petani untuk menampung dan menyusun langkah terbaik guna meningkatkan produktivitas pangan nasional dan kesejahteraan petani melalui praktik pertanian yang baik dan ramah lingkungan.

Untuk JFSS-5 ini, Kadin mengangkat tema “Pemulihan Ekonomi Nasional untuk Mendukung Ketahanan Pangan dan Gizi, Serta Meningkatkan Kesejahteraan Petani, Peternak, Nelayan dan Industri Pengolahan”. Pertimbangannya, selain berdampak bagi kesehatan manusia, pandemic Covid-19 telah memukul perekonomian dunia dan memicu resesi ekonomi global, tak terkecuali Indonesia.

“Dampak paling nyata dari resesi ekonomi adalah meningkatnya angka pengangguran dan kemiskinan,” kata Juan dalam jumpa pers JFSS-5 dengan media massa nasional di Jakarta, Jumat (13/11).

Juan, yang juga menjabat Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pengolahan Makanan dan Industri Peternakan, mengatakan, sebagai bagian dari upaya mendukung pemulihan ekonomi nasional, sektor pangan bisa menjadi salah satu tumpuan.

Sektor ini tidak terdampak besar karena pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang selalu dibutuhkan meskipun perekonomian sedang krisis.

Bahkan, dalam situasi sekarang, sektor pangan semakin strategis karena bila pangan tidak tercukupi dikhawatirkan berpotensi mengganggu stabilitas. Terlebih, Badan Pangan Dunia (FAO) sudah memperingatkan kemungkinan terjadinya krisis pangan dunia akibat Covid-19.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Agribisnis, Pangan, dan Kehutanan, Franky Oesman Widjaja, menambahkan, pertumbuhan sektor pertanian, termasuk pangan tetap tinggi pada saat sektor lain justru sedang menurun, sehingga perlu terus dikembangkan.

Kebijakan dan kemitraan yang berpihak kepada sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan industri pengolahan yang mendukung ketahanan pangan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani, peternak, dan nelayan, perlu terus didorong.

Hal tersebut selaras dengan hasil Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Ketahanan Pangan 2019 bahwa pangan dan pertanian bagian tidak bisa dipisahkan dalam sistem agribisnis dari hulu ke hilir. “Artinya keberadaan dan kebersamaan petani dengan pengusaha merupakan sebuah keniscayaan,” kata Franky.

Franky mengungkapkan, Presiden Joko Widodo saat membuka JFSS ketiga pada 2015 lalu memberi target kepada KADIN untuk memberi pendampingan kepada 1 juta petani dari sebelumnya 200.000 petani. Target pendampingan kepada 1 juta petani tersebut sudah berhasil diwujudkan pada awal 2020.

Kadin bersama Partnership for Indonesia’s Sustainable Agriculture (PISAgro) telah berhasil memberikan pendampingan kepada lebih dari satu juta petani yang tersebar di seluruh Indonesia. Dengan pendampingan, petani mampu meningkatan produktivitas yang secara otomatis meningkatkan pendapatan mereka. Mereka tidak saja petani sawit dan produk perkebunan, melainkan juga petani palawija seperti padi dan jagung. “Kami bertekad meningkatkan pendampingan menjadi dua juta petani pada 2023,” ujar Franky.

Menurut Franky, meningkatkan produktivitas para petani dan sekaligus mencapai ketahanan pangan tidaklah mudah karena ada sejumlah kendala yang harus dihadapi, seperti ketersediaan lahan, benih unggul, pupuk, pembiayaan, pemasaran, irigasi, sarana penyimpanan hasil pertanian dan saranaprasarana lainnya, serta kelembagaan. Kendala lainnya juga, kebijakan pemerintah menyangkut bibit dan bahan baku peternakan sapi penggemukan.

Namun, Kadin optimistis kendala tersebut dapat diatasi dengan mengembangkan pola kemitraan yang dilandasi prinsip saling menguntungkan antara pemerintah, pengusaha, perbankan, petani melalui koperasi, dan pemangku kepentingan lainnya dalam rantai pasok terintegrasi.

Model kerja sama yang digagas Kadin adalah sistem Inclusive Closed Loop dan membangun ekosistem berusaha. Sistem ini, kata Franky, merupakan sebuah skema kemitraan yang saling menguntungkan dari hulu-hilir sehingga keberlanjutan produksi terjaga dan petani sejahtera.

Dalam sistem inclusive closed loop, ada empat unsur utama, yaitu petani mendapat akses untuk membeli bibit dan pupuk yang benar, pendampingan kepada petani untuk menerapkan good practice agriculture, kemudahan akses pemberian kredit dari lembaga keuangan dan jaminan pembelian hasil petani oleh perusahaan pembina (off taker).

Keberadaan off taker tersebut tidak hanya memberi pendampingan tetapi juga memberi jaminanpembelian atas hasil produksi dengan harga pasar. “Inclusive closed loop sudah berhasil diterapkan di komoditas sawit dan sudah mulai diikuti oleh komoditas lainnya” tambahnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

DPR: Indeks UMKM Jadikan Akselerasi Pemberdayaan Makin Efektif

BMSI adalah indeks yang dibuat BRI untuk menilai kondisi pelaku UMKM.

EKONOMI | 13 November 2020

Progres Pengembangan Bandara Sam Ratulangi Capai 62,7%

Pengembangan Bandara Sam Ratulangi dilakukan untuk mendukung destinasi pariwisata Likupang.

EKONOMI | 13 November 2020

Prospek Ekonomi RI Positif Ditopang Pilpres AS dan Harga Komoditas

Pelaku pasar akan tetap melihat masih ada harapan terhadap perbaikan kondisi ekonomi di Indonesia pada tahun depan.

EKONOMI | 13 November 2020

PGN SAKA Load Out Top Side Platform Lapangan Sidayu

Dalam upaya mencapai target penyelesaian pengembangan proyek Lapangan Sidayu, PT Saka Energi Indonesia (PGN SAKA), anak perusahaan PT Perusahaan Gas Negara Tbk

EKONOMI | 13 November 2020

Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan Perlu Lebih Dipacu

Ekonomi tidak bisa berjalan tanpa daya dukung alam.

EKONOMI | 13 November 2020

Mulai Desember, AirAsia Buka 5 Rute Domestik Baru

Pembukaan rute-rute penerbangan ini demi memenuhi permintaan pelanggan di daerah

EKONOMI | 13 November 2020

PNBS dan BBRI Pimpin Daftar Saham Teraktif

PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk (PNBS) dengan frekuensi 32.784 kali.

EKONOMI | 13 November 2020

Pandemi, Darya-Varia Mampu Hasilkan Laba Rp 147,2 Miliar

Efisiensi beban serta pertumbuhan segmen bisnis consumer health ikut menopang kinerja keuangan perseroan.

EKONOMI | 13 November 2020

Bank Mandiri Syariah Luncurkan Tabungan Bisnis

Tabungan Bisnis diperuntukkan untuk menarik potensi nasabah dari kalangan pebisnis baik skala besar, menengah, kecil hingga mikro.

EKONOMI | 13 November 2020

KBI Ditunjuk Jadi Lembaga Kliring Pasar Fisik Emas Digital

Dengan transaksi yang tercatat di lembaga kliring, menjadi satu upaya menumbuhkan kepercayaan masyarakat.

EKONOMI | 13 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS