Pelabuhan Patimban Berperan Dongkrak Daya Saing Industri Otomotif Nasional
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Pelabuhan Patimban Berperan Dongkrak Daya Saing Industri Otomotif Nasional

Sabtu, 21 November 2020 | 17:17 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Perindustrian (Kemperin) menilai peran pelabuhan sangat penting dalam perdagangan internasional, karena sebagai pintu gerbang utama dalam proses bongkar muat ekspor dan impor.

Pelabuhan juga memberikan beragam manfaat bagi perekonomian pusat maupun daerah melalui peningkatan pajak dan pendapatan negara sebagai dampak meningkatnya konsumsi dan produksi.

”Kami berpendapat, Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang, Jawa Barat yang akan diluncurkan oleh Bapak Presiden Joko Widodo dalam waktu dekat, tentunya memiliki nilai yang sangat penting bagi pengembangan industri otomotif nasional,” kata Sekretaris Jenderal Kemperin, Achmad Sigit Dwiwahjono di Jakarta, Jumat (20/11/2020) sebagaimana dalam siaran persnya.

Achmad Sigit Dwiwahjono menjelaskan, Pelabuhan Patimban didedikasikan untuk menjadi hub besar dalam produksi kendaraan bermotor di Indonesia maupun ekspor produk otomotif ke pasar global.

Dikatakan, diharapkan operasional Pelabuhan Patimban dapat membangkitkan optimisme perusahaan industri dan pelaku usaha lainnya terkait pemulihan ekonomi nasional melalui peningkatan aktifitas ekspor-impor serta peningkatan produksi dan konsumsi dalam negeri.

”Kami mengajak seluruh pelaku industri otomotif baik pabrikan kendaraan bermotor, produsen komponen dan sparepart, sampai ke industri bahan baku untuk dapat menjadikan Pelabuhan Patimban sebagai mitra strategis dalam aktifitas bongkar muat barang untuk ekspor-impor sehingga pelabuhan ini dapat menjadi pusat perdagangan internasional,” paparnya.

Sigit optimistis, keberadaan Pelabuhan Patimban bakal mendongkrak daya saing industri otomotif di tanah air. Apalagi, industri otomotif merupakan salah satu sektor andalan yang memiliki kontribusi cukup besar terhadap perekonomian nasional.

“Saat ini, ada 19 perusahaan industri kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang ada di Indonesia dengan nilai investasi sebesar Rp 93,22 triliun untuk kapasitas produksi sebesar 2,35 juta unit per tahun, dan menyerap tenaga kerja langsung sebesar 38 ribu orang, serta lebih dari 1,5 juta orang yang bekerja di sepanjang rantai nilai industri tersebut,” sebutnya.

Selain itu, produk kendaraan bermotor produksi dalam negeri telah mampu menembus pasar ekspor ke lebih dari 80 negara di dunia. Pada Januari-September 2020, ekspor kendaraan CBU (completely build up) sebanyak 155.250 unit atau senilai Rp 28,20 triliun, kemudian ekspor kendaraan CKD (completely knock down) sebanyak 34,72 ribu set atau senilai Rp1,10 triliun, dan pengapalan komponen sebanyak 40,36 juta pieces atau senilai Rp15,20 triliun.

“Dalam program Making Indonesia 4.0 yang diluncurkan oleh Bapak Presiden Joko Widodo pada tanggal 4 April 2018, sektor industri kendaraan bermotor nasional ditargetkan akan menjadi pemain global dan ekspor hub kendaraan bermotor baik untuk kendaraan berbasis bahan bakar minyak atau ICE (Internal Combustion Engine) maupun kendaraan listrik atau EV,” ungkapnya.

Pemerintah juga menargetkan produksi kendaraan listrik pada tahun 2025 sebesar 20% dari total produksi nasional, di mana angka 20% termasuk di dalamnya adalah Hybrid Vehicle, Plug in Hybrid Vehicle, Battery Electric Vehicle, dan Fuel Cell Electric Vehicle.

Target tersebut akan dapat mendukung pencapaian target pemerintah dalam menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 29% pada tahun 2030 (atas upaya sendiri), menarik investasi di sektor industri komponen utama seperti baterai, motor listrik dan power control unit yang memiliki valuasi/nilai ekonomi sangat tinggi, serta mendorong hilirisasi bahan baku baterai di Indonesia.

Dongkrak Produktivitas

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (Ilmate) Kemperin, Taufiek Bawazier menyebutkan, jasa pelayanan yang berada dalam ekosistem pelabuhan jadi faktor produktivitas otomotif.

Taufiek meyakini, optimalisasi Pelabuhan Patimban dapat meningkatkan produktivitas industri otomotif nasional. Kelancaran arus perputaran dalam ekosistem pelabuhan akan menjadi bagian penting untuk memenuhi segala kebutuhan serta percepatan kegiatan di pabrik.

Demand di sektor otomotif berkaitan dengan kelancaran, kecepatan, hingga keamanan dari barang yang akan diekspor dan impor bahan baku. Sehingga, pengelolaan pelabuhan jadi nilai utama penunjang produktivitas,” papar Taufiek.

Taufik berharap penguatan kegiatan Pelabuhan Patimban dapat dilakukan melalui aplikasi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) pada setiap tahap aktivitas, mulai dari pengangkutan produk, pengiriman, custom clearance, hingga pre-inspection bisa terekam dengan teknologi canggih. Hal ini akan menekan waktu tunda atau delay yang tidak perlu di wilayah pelabuhan.

Selain itu, pengelola pelabuhan Patimban dapat menyiapkan tenaga terampil untuk mengurusi beragam kebutuhan dan pelayanan khusus bagi mobil yang akan dikirim ke negara lain. “Artinya, pelabuhan menangkap semua kebutuhan yang ada di sektor otomotif secara optimal,” ungkapnya.

Taufiek menambahkan, disahkannya Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan kehadiran Pelabuhan Patimban nantinya diyakini mampu mengerek investasi ke Indonesia. Salah satu hal yang dapat dimanfaatkan adalah adanya kelancaran arus barang dari mancanegara.

“Ini akan selaras dan memaksimalkan fungsi ekonomi yang ada. Sekali lagi, pengelola pelabuhan perlu betul-betul mengerti permintaan di sektor industri secara garis besar,” imbuhnya.

Taufiek menyampaikan, terdapat enam perusahaan yang menyatakan akan mulai menggunakan Pelabuhan Patimban untuk kegiatan bisnisnya. “Saat ini sudah enam perusahaan yang memastikan akan langsung menggunakan pelabuhan seusai diresmikan nanti,” ujarnya.

Terdapat sekitar 600.000 unit mobil yang bakal diekspor melalui Pelabuhan Patimban hingga tahun 2025 mendatang. Proyeksi total nilai ekspornya sebesar Rp 110 triliun yang bisa dikapalkan melalui Pelabuhan Patimban.

Oleh karena itu, Taufiek menilai Pelabuhan Patimban harus mendukung sektor automotif dengan mengedepankan konsep kecerdasan buatan. Sehingga, perlu persiapan matang sebelum pelabuhan ini benar-benar beroperasi.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pengembang, Perbankan dan Tokoh Raih IPBA XV 2020

Ajang penghargaan IPBA XV 2020 merupakan apresiasi atas kepedulian sejumlah tokoh, pengusaha, bankir dan perusahaan serta lembaga pemerintahan.

EKONOMI | 21 November 2020

DADA Garap Proyek Rp 300 Miliar di Kawasan Lebak Bulus

Diamond Citra Propertindo (DADA) memulai pembangunan Apple3 Condovilla, dengan target serah terima unit pada tahun 2023.

EKONOMI | 21 November 2020

Tips Jitu Berjualan Lewat Medsos

Medsos tidak hanya bisa dimanfaatkan sebagai ajang bersosialisasi secara virtual saja. Tapi juga menjadi media berjualan yang sangat menjanjikan.

EKONOMI | 21 November 2020

Kolaborasi Jadi Kunci Pendidikan Vokasi Hadapi Tantangan Industri

Harus ada kolaborasi yang solid antara SMK, pemerintah dengan industri dalam menyusun roadmap pengembangan dunia vokasi khususnya di bidang fashion.

EKONOMI | 21 November 2020

Signify Beri Perlindungan Ekstra untuk Pengguna Profesional

Sinar UV-C menguraikan DNA dan atau RNA mikro-organisme, termasuk virus dan bakteri, sehingga mereka tidak lagi berbahaya.

EKONOMI | 21 November 2020

Minyak Rebound Catat Kenaikan Minggu Ketiga Didukung Harapan Vaksin

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Januari naik 76 sen atau 1,7% menjadi US$ 44,96 per barel.

EKONOMI | 21 November 2020

Harga Emas Menguat Saat Negosiasi Stimulus AS Dilanjutkan

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi COMEX New York Exchange, naik US$ 10,9 atau 0,59% menjadi US$ 1.872,40 per ounce.

EKONOMI | 21 November 2020

Sejak Awal Tahun, Obligasi dan Sukuk di BEI Rp 74,47 Triliun

Pada pekan ini, terdapat dua pencatatan obligasi di BEI.

EKONOMI | 21 November 2020

Kapitalisasi Bursa Bertambah Rp 127 Triliun Pekan Ini

Volume transaksi, naik sebesar 13,54 % menjadi 18,217 miliar saham dari 16,044 miliar saham.

EKONOMI | 21 November 2020

Dow Ambles Akibat Meningkatnya Kasus Covid-19 dan Ketidakjelasan Stimulus

Dow Jones Industrial Average turun 219,75 poin atau 0,8% menjadi 29.263,48.

EKONOMI | 21 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS