Kasus Positif Terus Bertambah, Jubir Covid-19 : Jangan Ada yang Jadi Oposisi
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Kasus Positif Terus Bertambah, Jubir Covid-19 : Jangan Ada yang Jadi Oposisi

Minggu, 10 Mei 2020 | 23:11 WIB
Oleh : Dina Manafe / EHD


Jakarta, Beritasatu.com - Kasus positif Covid-19 di Indonesia mencatat jumlah tertinggi pada Sabtu (9/5) dengan tambahan kasus baru sebanyak 533 kasus atau naik 58% dari hari sebelumnya. Ini rekor baru kasus baru positif di tengah upaya pemerintah untuk menurunkannya sejak kasus pertama di Indonesia dilaporkan pada 2 Maret atau 69 hari sebelumnya.

Dihubungi di Jakarta, Minggu (10/5/2020), Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan, jumlah kasus konfirmasi positif memang terus bertambah. Tetapi penambahan kasus baru ini fluktuatif.

Di Sabtu jumlah kasus mencapai 533, tetapi di Minggu (10/9) penambahan kasus baru menurun di angka 387. Ini menggambarkan bahwa penularan Covid-19 di masyarakat masih terus berlangsung. Sekaligus menjadi ukuran seberapa besar masyarakat mematuhi protokol kesehatan pemerintah untuk memutus rantai penularan Covid-19.

Yurianto menjelaskan, apabila ketentuan PSBB dijalankan dengan baik oleh seluruh pihak maka penularan bisa dikendalikan. Tetapi fakta di lapangan tidak sesuai harapan.

Masih banyak orang yang tidak mematuhi kebijakan jaga jarak dari pemerintah, tidak menggunakan masker, tidak cuci tangan, masih berkerumun, keluar rumah, dan mudik. Apalagi Covid-19 sudah dinyatakan sebagai bencana nasional, maka menjadi kesadaran bersama untuk mengendalikannya.

“Kalau memang penyakit ini dianggap masalah kita bersama, masalah bangsa, maka harusnya hadapi bersama. Jangan ada yang jadi oposisi,” kata Yurianto.

Sementara, menurut Yurianto, tidak ada evaluasi terhadap pencapaian PSBB. Kementerian Kesehatan hanya berwenang menyetujui usulan PSBB dari pemerintah daerah (pemda) dan teknis pelaksanaan PSBB. Kemkes tidak berkewenangan melakukan evaluasi. Evaluasi tentang keberhasilan PSBB di bawah pemda yang menerapkan PSBB tersebut.

Yurianto mengatakan, penambahan kasus positif baru tidak ada korelasi langsung dengan jumlah pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR). Setiap hari jumlah pemeriksaan PCR terus meningkat, tetapi penambahan kasus baru tetap di kisaran 300-an kasus.

Ia mencontohkan jumlah spesimen kasus yang diperiksa pada Sabtu (9/5) sebanyak 108.699 atau meningkat 5.338 dari hari sebelumnya, dengan jumlah kasus positif baru yang ditemukan 533 orang. Sementara di Jumat (8/5/2020), jumlah spesimen kasus yang diperiksa 103,361 atau meningkat 6.644 spesimen dari hari sebelumnya, dengan kasus positif yang ditemukan hanya 336 kasus.

Yurianto mengatakan, penyebaran Covid-19 di Indonesia bukan karena cakupan PCR semata. Tetapi juga masalah kesadaran masyarakat melaksanakan social distancing. Ia mencontohkan di Jepang, sangat sedikit orang yang diperiksa. Jarang ada orang sehat yang minta dilakukan pemeriksaan PCR.

Karena bagi orang Jepang, 1 kasus dengan 1000 kasus sama saja. Berapa pun kasus positifnya semua orang harus waspada dengan cara memakai masker, diam di rumah, jaga jarak, dan lainnya.

“Coba di kita, tambah 1 kasus saja semua ribut luar biasa. Tetapi kalau orang tidak pakai masker, keliaran di jalan, ramai di gang-gang, perkampungan, tidak jaga jarak, siapa yang menegur,” kata Yurianto.

Yurianto juga mengingatkan, penurunan sedikit kasus bukanlah kabar baik. Tidak lantas pemda mengklaim bahwa ini adalah keberhasilan dari PSBB yang mereka terapkan. Akibatnya, social distancing bisa kendor karena menganggap kasus menurun. Faktanya, kasus positif masih banyak, dan kapan pun bisa kembali meningkat jika upaya jaga jarak kendor.

“Ini kaya pertandingan sepak bola, 90 menit. Di menit ke 70 kita ketingalan 5-0, kemudian di menti 80 kita kejar jadi 5-2. Lalu di menit ke 89 kita menyatakan kita sudah menang, lalu pesta pora. Tidak kan. Tapi itulah yang terjadi sekarang,” kata Yurianto.

Diketahui, per hari ini, Minggu, jumlah kasus positif dilaporkan mencapai 14.032 orang setelah ada penambahan sebanyak 387 orang. Sedangkan jumlah kasus meninggal menjadi 973 setelah ada penambahan sebanyak 14 orang. Sementara pasien yang dilaporkan sembuh makin meningkat, yaitu menjadi 2.698 setelah ada penambahan 91 orang.

Akumulasi data tersebut diambil dari hasil uji spesimen sebanyak 158.273 yang dilakukan menggunakan metode PCR di 53 laboratorium dan TCM di 1 laboratorium Wisma Atlet.

Sebanyak 113.452 kasus spesimen yang diperiksa didapatkan data 14.032 positif dan 99.420 negatif. Kemudian jumlah orang dalam pemantauan (ODP) menjadi 248.690 orang dan pasien dalam pengawasan (PDP) menjadi 30.317 orang. Data tersebut diambil dari 34 provinsi dan 373 kabupaten/kota di Tanah Air.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

OTG Tanpa Masker Berpeluang Tulari Orang Lain

Jika OTG tidak menggunakan masker, maka peluangnya menularkan virus ke orang lain dan mengkontaminasi benda-benda di sekitarnya mencapai 70%.

KESEHATAN | 10 Mei 2020

Letjen TNI Doni Monardo: Puncak Covid-19 Sudah Bisa Diketahui Sepekan ke Depan

Doni Monardo berharap puncak wabah Covid-19 bisa terjadi akhir Mei, setelah semua provinsi memiliki fasilitas tes PCR.

KESEHATAN | 10 Mei 2020

Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Rawat 670 Pasien Covid-19

Hingga Minggu (10/5/2020) RSD Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta saat ini merawat sebanyak 670 pasien positif virus corona (Covid-19).

KESEHATAN | 10 Mei 2020

Kesehatan Psikologis Memengaruhi Imunitas Tubuh Pasien Covid-19

Kondisi psikologis yang buruk memengaruhi penanganan pasien Covid-19.

KESEHATAN | 10 Mei 2020

Gugus Tugas Covid-19 Sebut Makin Banyak Kasus Positif dari OTG

Semakin banyak kasus positif corona yang berasal dari orang tanpa gejala (OTG) klasik penyakit yang disebabkan virus corona.

KESEHATAN | 10 Mei 2020

Covid Melonjak Akibat Lemahnya Koordinasi

Bagi orang Indonesia, berbagai persyaratan administratif bisa dengan mudah diperoleh untuk dapat bepergian di masa pandemi Covid-19.

KESEHATAN | 10 Mei 2020

24 Perusahaan Besar Donasi Jutaan Alkes Lewat Erick Thohir

Dalam kerja sama ini JD.id sebagai anak perusahaan JD.com turut berperan dalam proses logistik paket alat kesehatan, sampai kedatangannya di Jakarta.

KESEHATAN | 10 Mei 2020

Picu Depresi, PSBB Perlu Segera Diakhiri

PSBB tidak perlu diberlakukan lagi, tetapi seluruh elemen masyarakat harus melaksanakan protokol kesehatan secara ketat.

KESEHATAN | 9 Mei 2020

Kasus Baru Pecahkan Rekor, Puncak Covid-19 Bisa Bergeser

Dalam waktu tiga pekan ke depan, tak boleh ada kebijakan yang saling bertentangan.

KESEHATAN | 10 Mei 2020

Jawa Timur, Penyumbang Terbanyak Kasus Positif Covid-19 Hari Ini

Lima provinsi, yakni Jawa Timur, DKI Jakarta, Sumatera Selatan, Jawa Barat, dan Jawa Tengah memiliki 346 kasus baru atau 65 persen dari jumlah kasus hari ini.

KESEHATAN | 9 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS