2021, Anggaran Kementerian Kesehatan Meningkat
INDEX

BISNIS-27 434.406 (3.07)   |   COMPOSITE 4934.09 (25.82)   |   DBX 924.804 (3.51)   |   I-GRADE 130.838 (0.76)   |   IDX30 413.425 (2.32)   |   IDX80 108.094 (0.62)   |   IDXBUMN20 272.657 (0.52)   |   IDXG30 115.379 (0.92)   |   IDXHIDIV20 370.721 (1.36)   |   IDXQ30 120.916 (0.82)   |   IDXSMC-COM 211.116 (0.63)   |   IDXSMC-LIQ 236.814 (1.85)   |   IDXV30 102.468 (0.76)   |   INFOBANK15 776.883 (6.45)   |   Investor33 360.093 (2.34)   |   ISSI 144.765 (0.7)   |   JII 523.909 (1.92)   |   JII70 177.568 (0.75)   |   KOMPAS100 966.07 (5.89)   |   LQ45 756.376 (4.78)   |   MBX 1366.8 (7.54)   |   MNC36 270.277 (1.53)   |   PEFINDO25 258.891 (2.32)   |   SMInfra18 233.321 (0.77)   |   SRI-KEHATI 303.606 (1.68)   |  

Anggaran Sektor Kesehatan Minus 20,1 Persen di 2021

2021, Anggaran Kementerian Kesehatan Meningkat

Jumat, 14 Agustus 2020 | 22:54 WIB
Oleh : Dina Manafe / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Secara total, anggaran belanja sektor kesehatan mengalami penurunan di tahun 2021. Di tahun depan anggaran kesehatan yang dialokasikan minus 20,1% atau dari sebesar Rp212,5 triliun tahun ini menjadi Rp169,7 triliun. Namun secara persentase terhadap APBN, anggaran kesehatan naik sebesar 6,2 persen atau lebih tinggi dari yang diamanatkan UU Kesehatan sebesar 5%. Anggaran untuk Kementerian Kesehatan (Kemkes) pun meningkat cukup signifikan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, APBN khusus sebagai instrumen utama dalam penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi tahun 2021 di sektor kesehatan nilainya lebih kecil dibanding tahun ini. Untuk tahun depan pemerintah mengalokasikan hanya Rp25,40 triliun untuk penanganan Covid-19, lebih kecil dari tahun ini sebesar Rp87,5 triliun. Anggaran ini di luar belanja Kementerian Kesehatan.

Anggaran ini terutama untuk pengadaan vaksin, imunisasi, sarana prasaran, laboratorium, dan penelitian serta pengembangan kesehatan (litbang). Anggaran ini juga dipakai untuk cadangan bantuan iuran bagi peserta BPJS Kesehatan khusus segmen mandiri.

“Nilainya lebih rendah karena memang di tahun ini extra ordinary, tetapi anggaran di Kementerian Kesehatan meningkat signifikan,” kata Sri Mulyani dalam keterangan pers, Jakarta, Jumat (14/8/2020).

Menkeu mengatakan, Kemkes adalah satu dari 10 kementerian/lembaga yang mendapatkan pagu anggaran terbesar dalam RAPBN 2021. Kemkes mendapat alokasi Rp84,3 triliun, meningkat dari tahun 2020 sebesar Rp78,5 triliun, dan tahun 2019 sebesar Rp84,3 triliun.

Peningkatan anggaran Kemkes ini, menurut Menkeu, memerlukan percepatan dalam pembelanjaannya yang tetap akurat. Diharapkan dengan kenaikkan anggaran ini bisa memulihkan bidang kesehatan akibat pandemi Covid-19.

“Jadi pertaruhan terbesar tahun depan adalah belanja untuk vaksin terutama vaksin Covid-19,” kata Menkeu.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan, apabila dibedakan berdasarkan sumber dananya, maka proporsi terbesar anggaran Kemkes sebesar Rp84,3 triliun di tahun 2021 berasal dari rupiah murni sebesar Rp82,42%, diikuti badan layanan umum (BLU) melalui peningkatan layanan rumah sakit dan dan poltekes sebesar 16,56%.

Kemudian anggaran yang bersumber dari rupiah murni dipergunakan untuk peserta kurang mampu atau PBI pada program JKNKIS sebesar Rp 48,8 triliun atau 57,87% dengan target peserta 96,8 juta jiwa orang. Sedangkan untuk operasional termasuk gaji pegawai sebesar Rp7,3 triliun atau 11%.

Untuk pelaksanaan kegiatan seperti peningkatan nutrisi bagi ibu hamil dan balita, obat dan vaksin di luar Covid-19. Untuk penempatan nusantara segar, tugas belajar, surveilens, system informasi serta pelaksanaan program lainnya sebear 13,3 triliun.

Menkes juga membeberkan kegiatan prioritas Kemkes di tahun 2021. Dimulai dari program JKN-KIS, penurunan angka kematian balita, angka kematian ibu, percepatan perbaikan gizi masyarakat termasuk mencegah stunting. Kemudian peningkatan pengendalian penyakittermasuk tuberkulosis (TBC), Covid-19, pengendalian penyakit tidak miliyar dan penguatan health security dalam penanganan Covid-19.

Pengamat kebijakan kesehatan, Prof Hasbullah Thabrani menilai, komitmen pemerintah terhadap sektor kesehatan tidak ada perubahan. Anggaran kesehatan kelihatan meningkat 6,2% dari APBN di tahun 2021, tetapi sebetulnya ini dipengaruhi belanja kaget untuk Covid-19.

Anggaran belanja kementerian//lembaga di Kemkes sendiri di tahun 2021 tidak mengalami perbaikan. Kalau pun tahun ini total belanja kesehatan terlihat lebih tinggi, itu karena belanja kaget Covid-19 bukan fungsi kesehatan.

Menurut Hasbullah, pidato Presiden Jokowi yang meminta untuk dilakukan reformasi fundamental di sektor kesehatan tidak tergambarkan dalam APBN 2021.

“Tidak ada reformasi fundamental seperti pidato Presiden Jokowi. Kalau anggarannya untuk belanja vaksin Covid-19 berarti masih belanja kaget. Program lain belum dibenahi,” kata Hasbullah kepada Suara Pembaruan, Jumat (14/8).



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


BERITA LAINNYA

Ini Durasi Aktivitas Bermain di Masa Pandemi

Ada berbagai jenis kegiatan yang dapat dimanfaatkan orang tua untuk menjaga ikatan emosional.

KESEHATAN | 14 Agustus 2020

Rumah Sakit Swasta Didorong Rawat Pasien Covid-19

Wajib ada penambahan RS swasta untuk turut serta merawat pasien Covid-19.

KESEHATAN | 14 Agustus 2020

Tips Strategi Kelola Investasi Menuju Usia 75 Tahun

Usia 75 tahun ke atas merupakan usia bonus.

KESEHATAN | 14 Agustus 2020

Relawan Siaga Ajak Masyarakat Donor Darah

Pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini membuat jumlah stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) menurun karena jumlah pendonor berkurang.

KESEHATAN | 14 Agustus 2020

Penambahan Kasus Covid-19 di Jakarta dan Jatim Masih Tinggi

Kasus baru Covid-19 di Jakarta hari ini mencapai 538, sedangkan Jawa Timur sebanyak 418.

KESEHATAN | 14 Agustus 2020

Update Covid-19: Tambah 2.307, Kasus Positif di Indonesia Jadi 135.123

Jumlah pasien covid-19 yang sembuh bertambah 2.060 sehingga total menjadi 89.618.

KESEHATAN | 14 Agustus 2020

Erick Thohir: Imunisasi Massal Covid-19 Paling Lambat Februari 2021

Program vaksinasi Covid-19 akan berada di bawah kendali TNI dan Polri.

KESEHATAN | 13 Agustus 2020

Hati-hati Menangani Limbah Medis Pasien Covid-19

Sampah medis pasien Covid-19 harus ditangani hati-hati, demi memutus mata rantai penularan.

KESEHATAN | 13 Agustus 2020

20% Warga Belum Sadar Pakai Masker

Ternyata, 20% warga belum sadar menggunakan masker sesuai peraturan yang berlaku.

KESEHATAN | 13 Agustus 2020

Pemerintah Beri Insentif Dokter Residen Rp 12,5 Juta Per Bulan

Pemberian insentif akan dilakukan selama enam bulan terhitung sejak Juli hingga Desember 2020 dengan besaran Rp 12,5 juta per orang per bulan.

KESEHATAN | 13 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS