PDIP Paling Populer di Kalangan Milenial
INDEX

BISNIS-27 503.107 (8.47)   |   COMPOSITE 5679.25 (80.67)   |   DBX 1039.52 (14.71)   |   I-GRADE 166.189 (3.47)   |   IDX30 492.322 (9.09)   |   IDX80 129.082 (2.66)   |   IDXBUMN20 363.759 (7.86)   |   IDXG30 133.243 (2.59)   |   IDXHIDIV20 440.08 (10.13)   |   IDXQ30 143.762 (2.86)   |   IDXSMC-COM 242.127 (2.51)   |   IDXSMC-LIQ 293.644 (5.57)   |   IDXV30 123.61 (3.35)   |   INFOBANK15 979.67 (10.23)   |   Investor33 423.592 (6.88)   |   ISSI 165.745 (2.98)   |   JII 604.859 (14.26)   |   JII70 207.745 (4.44)   |   KOMPAS100 1155.02 (20.8)   |   LQ45 903.46 (17.32)   |   MBX 1578.72 (22.44)   |   MNC36 316.411 (5.51)   |   PEFINDO25 310.113 (3.58)   |   SMInfra18 286.549 (5.46)   |   SRI-KEHATI 362.507 (5.51)   |  

PDIP Paling Populer di Kalangan Milenial

Sabtu, 27 Oktober 2018 | 06:56 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta - Direktur Eksekutif Tali Foundation dan Praktisi Ekonomi Digital, Jusman Dalle, menyatakan, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menjadi parpol paling populer di kalangan milenial. PDIP bahkan mengalahkan popularitas Partai Solidaritas Indonesia (PSI), meski partai baru ini paling getol membangun citra sebagai partainya anak muda.

“Kuatnya dukungan milenial ke PDIP tentu tak lepas dari cottail effect yang diperoleh dari sosok Presiden Jokowi,” ujar Jusman dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (27/10).

Walau bagaimana pun, kata Jusman, Jokowi tetap identik dengan PDIP. Di luar Jokowi effect, belakangan ini PDIP memang mulai aktif mendekati milenial dengan mengkomunikasikan caleg-caleg muda dari kalangan selebritas dan pesohor.

Tapi yang paling menarik, kata Jusman, di luar faktor pendekatan komunikasi, kecenderungan pilihan milenial ini tidak lepas dari kuatnya kesan kehadiran pemerintah di kancah ekonomi digital. Impresi pertumbuhan ekonomi digital memberikan efek wow kepercayaan kepada pemerintah. “Milenial menilai upaya pemerintah bekerja memajukan industri digital,” ucapnya.

Impresi ekonomi digital, kata Jusman, merupakan faktor kunci dalam membaca arah dukungan generasi muda dalam kontestasi piplres dan pileg.

Terutama bagi petahana dan Parpol pendukungnya yang paling mudah mengakses milenial melalui industri digital. “Generasi milenial merupakan generasi independen yang piawai berselancar di atas gelombang ekonomi digital, dan juga penentu arah politik elektoral di Indonesia,” kata dia.

Selain itu, Jusman mengungkapkan, industri digital tumbuh impresif di Indonesia. "Paling kinclong di antara semua sektor industri, bahkan dua kali lipat dari pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.

Menurut Jusman agak sulit menemukan industri yang tumbuh hingga 10,7% per tahun saat ekonomi nasional hanya tumbuh 5,07%. Sebagai komparasi, di sektor Fast Moving Cunsomer Goods (FMCG) yang tumbuh 2,7% pada tahun 2017.

Demikian juga industri properti yang mencatat pertumbuhan di angka 3,68%. “Padahal, sehari-hari kebutuhan 260 juta rakyat Indonesia tak pernah lepas dari dua sektor ini,” ucapnya.

Nyatanya, kata Jusman, industri digital mampu berlari kencang di antara semua industri. Ini membuktikan bahwa sektor ekonomi digital amat digandrungi. Pemerintah termasuk cepat merespons gemuruh pergerseran lanskap ekonomi ke arah digitalisasi. Hal ini terlihat dari kebijakan dan program-program promotif pemerintah untuk menghela industri digital.

Dia mengatakan, bulan Agustus tahun 2017, pemerintah merilis Peraturan Presiden (Perpres) tentang Road Map Ecommerce Indonesia tahun 2017 -2019.

Pemerintah juga proaktif menjaring investor global yang diarahkan ke sektor industri digital. Mulai dari memboyong para pendiri startup untuk muhibah ke Silicon Valley, hingga proses perizinan yang dibuat ringkas. “Indonesia sudah berada di jalur yang benar untuk menjadi bangsa terdepan di industri digital,” tandasnya.

Dengan itu, Jusman mengatakan generasi milenial sebagai aktor utama industri digital merupakan pintu masuk untuk mengintroduksi preferensi politik segmen pemilih jumbo ini.

Terlebih, milenial kini jadi rebutan di pentas kontestasi politik nasional. Berbagai lembaga memperkirakan jumlah pemilih milenial tak kurang dari 40% dari total pemilih.

“Milenial jadi segmen pemilih yang paling diperebutkan. Capres dan Cawapres hingga partai politik berlomba-lomba membangun proksimiti dengan milenial. Simbol-simbol milenial mendominasi materi komunikasi atributif para kandidat di berbagai medium promosi,” ucapnya.

Namun demikian, kata Jusman, mendekati pemilih milenial memang bukan langkah mudah. Milenial adalah generasi yang cuek dengan urusan politik. Sikap cuek terhadap politik merupakan perilaku bawaan generasi milenial secara global.

Di Indonesia, kata dia, beberapa survei merekam preferensi pemilih milenial, baik untuk kandidat capres-cawapres maupun untuk partai politik.

Menurut survei Saiful Mujani Research Center (SRMC) tahun 2017 silam, pasangan Joko Widodo-Maruf Amin masih unggul di kelompok pemilih usia muda. Senada, survei LSI Denny JA yang digelar pada Agustus 2018 juga menangkap hasil serupa.

“Sebanyak 50,8 persen responsen pemilih muda usia 17-39 tahun melabuhkan pilihan ke Jokowi-Ma’ruf, sedangkan Prabowo-Sandi meraup 31,8%,” pungkasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pengacara: Saksi Kasus Ratna Diinterogasi Seperti Tersangka

Dahnil malah minta polisi "jangan jadi alat politik".

NASIONAL | 26 Oktober 2018

Jalan Kaki dari Indramayu, Guru Honorer Temui Yusril Dukung Gugatan Uji Materi

Sukma Umbara, yang juga guru honorer SD Cadas Ngampar, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat menemui Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra

NASIONAL | 26 Oktober 2018

PSI: Kaum Muda Jangan Hanya Jadi Aksesoris, tetapi Harus Jadi Pemain Utama

Raja Juli Antoni mengimbau kepada kaum muda tidak hanya menjadi aksesoris, tetapi harus menjadi pemain utama dalam kehidupan masyarakat.

NASIONAL | 26 Oktober 2018

Budayawan Widya Siregar Gandeng ACT Gelar Konser Amal Bencana Palu

Musisi dan budayawan Widya Siregar bekerja sama dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT) menggelar Konser "Amal & Budaya Untuk Palu,"

NASIONAL | 26 Oktober 2018

Yusril Berharap Kasus Pembakaran Bendera Dapat Diselesaikan

Kasus dugaan pembakaran bendera yang dilakukan oknum Banser NU saat memperingati Hari Santri Nasional, masih berbuntut panjang

NASIONAL | 26 Oktober 2018

Cita-Cita Generasi Emas 2045, Budiman Sudjatmiko Sebut Politik Identitas Jadi Tantangan

Kaum muda memiliki sejumlah tantangan menyongsong cita-cita Generasi Emas 2045

NASIONAL | 26 Oktober 2018

LPSK Ambil Bagian Kegiatan Legal Expo 2018 Kemkumham

Kemkumham menggelar rangkaian kegiatan Legal Expo 2018 di Graha Pengayoman, Kemkumham, Jakarta Pusat. Kegiatan Legal Expo 2018

NASIONAL | 26 Oktober 2018

Asops Kasad Ingatkan Prajurit Indobatt untuk Jaga Soliditas

Dengan menggunakan kendaraan tempur jenis Anoa, Asops Kasad beserta rombongan di arak menuju Lapangan Soekarno.

NASIONAL | 26 Oktober 2018

Minim, Pengetahuan Masyarakat tentang UU

Yasonna Laoly mengakui, selama ini pengetahuan masyarakat Indonesia terhadap ketentuan perundang-undangan masih sangat minim.

NASIONAL | 25 Oktober 2018

Yusril: Hentikan Adu Domba KPK dengan Polri

KPK dalam tiga tahun terakhir telah berupaya maksimal menuntaskan kasus-kasus korupsi.

NASIONAL | 26 Oktober 2018


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS