Kasus Narkoba Naik, Bandar Memanfaatkan Wabah Covid-19
INDEX

BISNIS-27 503.122 (3.27)   |   COMPOSITE 5724.74 (38.65)   |   DBX 1066.46 (5.9)   |   I-GRADE 166.255 (1.33)   |   IDX30 491.004 (3.79)   |   IDX80 129.735 (1.18)   |   IDXBUMN20 364.991 (2.88)   |   IDXG30 133.352 (1.26)   |   IDXHIDIV20 441.973 (3.34)   |   IDXQ30 143.512 (0.71)   |   IDXSMC-COM 247.38 (2.02)   |   IDXSMC-LIQ 301.054 (4.18)   |   IDXV30 127.096 (1.4)   |   INFOBANK15 976.214 (3.91)   |   Investor33 422.656 (2.94)   |   ISSI 167.54 (1.34)   |   JII 607.336 (5.33)   |   JII70 209.626 (2)   |   KOMPAS100 1162.4 (9.2)   |   LQ45 904.834 (7.73)   |   MBX 1587.29 (11)   |   MNC36 315.598 (2.2)   |   PEFINDO25 317.232 (0.51)   |   SMInfra18 287.626 (3.29)   |   SRI-KEHATI 361.444 (2.42)   |  

Kasus Narkoba Naik, Bandar Memanfaatkan Wabah Covid-19

Jumat, 1 Mei 2020 | 19:00 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana mengatakan, berdasarkan hasil analisa dan evaluasi terjadi peningkatan jumlah kasus narkoba sebesar 120% pada bulan April dibandingkan dengan Maret 2020. Bandar narkoba memanfaatkan masa pendemi virus Corona (Covid-19) untuk mengedarkan barang haram itu di Ibu Kota Jakarta.

"Jadi kita kan mengevaluasi setiap bulan, mengevaluasi perkembangan terkait masalah kasus. Jadi ada evaluasi mingguan dan evaluasi bulanan terkait dengan masalah narkoba. Jadi ini kalau kita bandingan dengan satu bulan sebelumnya untuk bulan April, ini kenaikannya memang cukup besar lonjakannya ada kurang lebih sekitar 120 persen," ujar Nana, di Mapolda Metro Jaya, Jumat (1/5/2020).

Dikatakan Nana, para bandar memanfaatkan masa pandemi Covid-19 untuk memasok barang haram itu ke Jakarta. Sebab, mereka memperkirakan polisi sedang fokus mengurusi masalah Corona sehingga pengawasan terhadap peredaran narkotika menurun.

"Dalam situasi pandemi Covid-19, situasi mewabahnya virus corona, ini rupanya dimanfaatkan oleh para tersangka. Mereka memperkirakan polisi saat ini sedang fokus mengurusi upaya-upaya pencegahan terkait penyebaran Covid-19. Tapi padahal kita ada beberapa fungsi satker (satuan kerja), khusus satker narkoba tetap kita fokuskan kepada kasus-kasus narkoba," ungkapnya.

Nana menyampaikan, naiknya angka kasus narkoba itu diketahui berdasarkan tingginya pengungkapan yang dilakukan Polda Metro Jaya dan Polres jajaran. Semisal, dalam kurun waktu sepekan mulai tanggal 18 hingga 24 April kemarin, Ditresnarkoba Polda Metro dan Polres Jakarta Pusat membongkar kasus peredaran narkotika di empat lokasi berbeda, dengan barang bukti 46 kilogram sabu-sabu dan 65.000 butir ekstasi.

"Kemudian tersangka yang kami tangkap sembilan orang. Dari sembilan tersangka yang kita tangkap, ada satu yang kita tindak tegas terukur di kaki, karena yang bersangkutan saat itu mencoba melarikan diri. Satu tersangka tidak meninggal, tapi ditembak di kaki," katanya.

Kasus pertama, Unit 2 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya membekuk pengedar berinisial WH, dan menyita 15,8 kilogram sabu-sabu dan 35.000 butir ekstasi, di Wirya Residence, Jalan Harsono RM, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, sekitar pukul Sabtu 18 April 2020. Peredaran narkotika ini dikendalikan tersangka A yang masih buron atau masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Kemudian, Polres Metro Jakarta Pusat menangkap empat tersangka SS, R, AP, dan FL, di Kampung Rawa Indah, Pegangsaan, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (21/4/2020) dan Apartemen Mediterania Royal Tower Lavender Lantai 28, Tanjung Duren, Jakarta Barat, Kamis (23/4/2020). Barang bukti yang disita narkotika jenis sabu-sabu seberat 11,2 kilogram dan 30.000 butir ekstasi.

Terakhir, Tim Unit 4 Subdit 3 Polda Metro Jaya menangkap empat tersangka berinisial MY, ZH, LH, dan JS, di Kedai Kopi Soe, Jalan H. Lebar, Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat. Barang bukti yang disita sabu-sabu seberat 19 kilogram.

"Modus yang dilakukan oleh para tersangka seperti ini, jadi barang buktinya dibungkus dengan menggunakan kemasan plastik teh China. Kemudian khususnya untuk sabu, hampir semua kita bandingkan dan hasil keterangan tersangka, sabu itu berasal dari Malaysia. Kemudian mereka melalui Aceh, melalui Riau, langsung ke Jakarta. Peredarannya di Jakarta," jelasnya.

Nana mengungkapkan, sembilan tersangka dijerat Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 112 ayat 2 juncto Pasal 132 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau 20 tahun.
"Ancaman itu sudah cukup tinggi, tetapi mereka juga tidak jera-jera. Dalam hal ini kami berkomitmen untuk terus perang terhadap narkoba," ucapnya.

Nana menegaskan, peredaran narkotika masih cukup tinggi, karena itu Polda Metro Jaya terus berkomitmen menciptakan Ibu Kota Jakarta zero narkotika.

"Memang faktanya peredaran di Jakarta masih cukup tinggi. Permintaan sabu secara peredaran gelap ini masih tergolong tinggi di DKI. Buktinya berkali-kali kita tangkapi tetapi peredaran mereka masih cukup tinggi, meskipun sudah memasuki bulan ramadan ataupun di tengah pandemi Covid 19. Maka kami terus fokus dalam hal menangani peredaran narkoba ini. Polda Metro tetap fokus, komitmen pertama kita dari awal ataupun di era kepemimpinan saya, saya waktu itu komitmen untuk zero narkoba. Wilayah hukum Polda Metro Jaya harus zero narkoba," terangnya.

Dari Diskotek ke Apartemen

Menilik barang bukti 65.000 butir ekstasi yang disita, menunjukan kalau peminat narkotika jenis MDMA itu masih tinggi di Jakarta. Tapi sudah menjadi rahasia umum, ekstasi biasanya digunakan pemakai di diskotek atau tempat hiburan malam.

Sementara, selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) seluruh tempat hiburan tutup. Apakah hal ini mengindikasikan kalau masih ada tempat hiburan yang buka ?

Terkait hal itu, Nana menegaskan kalau tempat hiburan malam sudah tidak ada yang buka selama masa PSBB, di Jakarta. Para pemakai saat ini bergeser menggunakan ekstasi di apartemen dan hotel.

"Saya pastikan tempat hiburan malam sudah tidak ada yang buka. Karena kami terus melakukan patroli, pengecekan ke lokasi tempat hiburan, dan karyawannya sudah dirumahkan. Jadi mereka memanfatakan apartemen, ada di hotel. Jadi mereka beberapa orang, istilahnya kelompok mereka, kemudian pesta di apartemen dan hotel. Saya mohon peran serta masyarakat, misalnya ada kegiatan mencurigakan, ada suara musik keras, saya minta dilaporkan ke kami, baik ke Polres, Polda atau Polsek yang terdekat. Pasti akan kami tangani," katanya.

Nana mengimbau, kepada masyarakat agar menghindari narkoba karena barang haram itu sangat berbahaya yang harus diperangi bersama.

"Efek narkoba sangat berbahaya bagi generasi muda dan merupakan musuh utama bangsa yang harus kita perangi secara bersama-sama. Ini sangat membahayakan untuk bangsa dan khususnya untuk generasi muda. Saya berharap masyarakat berperan aktif menginformasikan setiap ada peredaran atau informasi terkait narkoba," tandasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Gus Nabil: May Day Jadi Momentum Berbenah

Pemerintah harus membuat regulasi dan program yang kongkret berstandar internasional.

NASIONAL | 1 Mei 2020

43 Jenazah yang Dimakamkan Sesuai Protokoler Ternyata Negatif Covid-19

Sebagian mayat yang dikuburkan dengan protokol Covid-19 di Medan negatif Covid-19.

NASIONAL | 1 Mei 2020

Pelanggar PSBB, Ini Solusi dari Komnas HAM

Komnas HAM menganjurkan agar kepolisian melakukan pendekatan restorative justice bagi para pelanggar PSBB.

NASIONAL | 1 Mei 2020

Dua Pekerja Migran di DIY Positif Covid-19

Dua pekerja migran di DIY asal Bantul posetif Covid-19.

NASIONAL | 1 Mei 2020

Tiga Pasien Positif Covid-19 di Serang Dinyatakan Sembuh

Tiga pasien Covid-19 di Serang sembuh.

NASIONAL | 1 Mei 2020

Pandemi Covid-19, Presiden Akan Lindungi Buruh Agar Tetap Dapatkan Penghasilan

Presiden bertepatan hari Buruh berjanji melalui berbagai kebijakan pemerintah untuk melindungi para buruh agar tetap bekerja dan berpenghasilan.

NASIONAL | 1 Mei 2020

Transfer Teknologi Tingkatkan Produktivitas Pekerja

Transfer teknologi merupakan kewajiban bagi setiap investor yang mengunakan tenaga kerja asing atau TKA.

NASIONAL | 1 Mei 2020

Produktivitas Pekerja Dinilai Perlu Ditingkatkan

Lambatnya pertumbuhan ekonomi nasional antara lain dipengaruhi oleh rendahnya produktivitas pekerja.

NASIONAL | 1 Mei 2020

Khofifah: Peringatan May Day Diselimuti Keprihatinan

Khofifah meminta para buruh untuk bersabar dan menunggu hingga situasi kembali normal.

NASIONAL | 1 Mei 2020

Ternyata Pelatihan Daring Kartu Prakerja Bisa Selesai Sehari

Paket pelatihan online bisa diselesaikan dalam waktu hanya sehari oleh peserta program Kartu Prakerja.

NASIONAL | 1 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS