Pemprov Sumut Dinilai Belum Maksimal Tangani Covid-19
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Pemprov Sumut Dinilai Belum Maksimal Tangani Covid-19

Senin, 11 Mei 2020 | 23:22 WIB
Oleh : Arnol Sianturi / EHD

Medan, Beritasatu.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara ( Sumut) dinilai belum mampu dalam menekan penyebaran, terkesan lambat dalam penanganan bantuan, kurang serius menangani masalah kesehatan dan tidak memiliki data valid atas dampak ekonomi bagi masyarakat korban pemutusan hubungan kerja terkait Covid-19 di daerah tersebut.

Demikian benang merah yang disampaikan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sumut, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Sumut, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sumut dan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Sumut melalui siaran persnya, yang diterima Beritasatu.com, Senin (11/5/2020).

Menurut Ketua Badan Koordinasi HMI Sumut, M Alwi Hasbi Silalahi, Pemprov Sumut mengalami kegagalan dalam penanganan di sektor kesehatan karena tidak berdaya dalam menekan penyebarah virus corona. Selain itu, Pemprov juga tidak berdaya dalam mengantisipasi pemutusan hubungan kerja (PHK) oleh perusahaan di Sumut.

"Pemprov Sumut seperti tidak memiliki solusi atas masyarakat yang terkena dampai Covid-19, termasuk jumlah pekerja korban PHK. Pemprov juga tidak mampu menekan kenaikan harga kebutuhan pokok di tengah masyarakat. Kondisi ini sangat membahayakan jika pandemi Covid-19 ini berkepanjangan," katanya.

Ketua Umum Korwil GMKI Sumut-NAD, Gito Pardede menyarankan, Pemprov Sumut perlu mempersiapkan skenario baru tentang kebijakan di tengah situasi pandemi Covid-19 jika tidak ingin semakin banyak korban berjatuhan. Pemprov juga perlu memperhatikan sektor pertanian dengan dalam pemenuhan sembako dan bantuan pendidikan untuk kalangan pelajar dan mahasiswa.

"Selama dalam tiga bulan pandemi, Pemprov sudah mengeluarkan sederet kebijakan terkait penanganan wabah Covid-19. Mulai dari geser-geser anggaran, relaksasi ekonomi , dan pengaturan kehidupan masyarakat. Namun beberapa kebijakan di antaranya bersifat dilematis, tanpa fokus dan nyaris tanpa terobosan karena korban covid di Sumut melonjak tinggi," ungkapnya.\

Dalam sektor pendidikan mulai dari tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP) sampai sekolah menengah atas (SMA) maupun sederajat, kata Gito Pardede, pihaknya belum melihat adanya bantuan yang diberikan. Padahal, perguruan tinggi maupun universitas sudah memberikan bantuan pulsa untuk daring mahasiswa.

Ketua DPD GMNI Sumatera Utara Paulus Peringatan Gulo, menilai bahwa pemprov Sumut lambat dalam pendistribusian sambako untuk masyarakat. Dibuktikan dengan masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan bahan pokok.

"Untuk itu kita berharap Pemprov Sumut harus memiliki rencana candangan agar penanganan Covid-19 Cepat dan tidak terdampak ke ekonomi masyarakat. Kita menyarankan Pemprov Sumut memberikan bantuan dalam bentuk uang tunai, sehingga membangkitkan ekonomi.

Hal senada disampaikan Komisaris daerah PMKRI Sumbagut, Parno Mahulae meminta agar pemprov bergerak lebih cepat terkait Covid-19. Sebab dalam sehari masyarakat positif corona bisa bertambah 22 orang. Hal ini menjadi catatan buruk dalam penanganan virus ini.

"Tes massal harus segera dilakukan. Supaya pemetaan penyebaran virus ini dapat dideteksi dengan cepat. Penyediaan alat-alat kesehatan juga harus ditingkatkan. Kesiapan rumah sakit semakin ditingkatkan. Semakin meningkatnya penyebaran virus ini, kesiapan medis juga harus dtingkatkan. Jangan sampai medis kita tidak sanggup dalam menangani virus ini," sebutnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


BERITA LAINNYA

Bawaslu Ingatkan Bupati/Wali Kota Jangan Jadikan Bansos Covid-19 untuk Politik

Banwaslu Banten minta semua kepala daerah di Banten agar tidak jadikan bansos sebagai kepentingan politik.

NASIONAL | 11 Mei 2020

Kisah Sepasang Lansia yang Sumbangkan Tabungan untuk Covid-19

Mereka mendonasikan masker kain sebanyak 100 buah dan uang tunai sebesar Rp 500.000.

NASIONAL | 11 Mei 2020

Cegah Pemudik, Petugas Lakukan Pemeriksaan di Perbatasan Lebak

Petugas di posko perbatasan Kabupaten Lebak, Provinsi Banten melakukan pemeriksaan pengemudi dan penumpang kendaraan pribadi maupun angkutan umum.

NASIONAL | 11 Mei 2020

Saut Situmorang Kritik Cara KPK Umumkan Tersangka

Saut mengkritisi rencana pimpinan KPK Jilid V untuk tidak mengumumkan tersangka sebelum menangkapnya.

NASIONAL | 11 Mei 2020

Gempa Magnitudo 3,8 Guncang Kuta Bali, Warga Berhamburan Keluar Rumah

Gempa bumi di Kuta Bali terjadi pukul 19.39 WITA.

NASIONAL | 11 Mei 2020

Mudik Tetap Dilarang, Dirjen Hubdat Perjelas Aturan Bertransportasi

Kemhub kembali menegaskan mudik dilarang untuk mencegah penyebaran virus corona.

NASIONAL | 9 Mei 2020

Kemhub: Mudik Tetap Dilarang Tanpa Pengecualian

Mudik tetap dilarang. Kriteria pengecualian bepergian hanya yang melakukan kegiatan berhubungan dengan penanganan Covid-19.

NASIONAL | 6 Mei 2020

Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Sumut Terus Meningkat

Jumlah pasien positif virus "corona" (Covid-19) kembali mengalami peningkatan dari 179 orang bertambah menjadi 196 orang.

NASIONAL | 11 Mei 2020

Soal Aturan Turunan Permenhub, Kemhub Ingatkan Mudik Tetap Dilarang

Aturan turunan Permenhub No. 25 tahun 2020 hanya memperbolehkan masyarakat berkebutuhan mendesak dan tetap melarang kegiatan mudik di tengah pandemi Covid-19.

NASIONAL | 1 Mei 2020

Penumpang Maskapai Diminta Datang Empat Jam Sebelum Terbang

Setiap calon penumpang wajib menunjukkan berkas kelengkapan perjalanan serta mengisi kartu kewaspadaan kesehatan dan formulir penyelidikan epidemiologi.

NASIONAL | 11 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS