Pemberlakukan New Normal, Pemprov Tetap Bersiaga di Bandara dan Pelabuhan
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Pemberlakukan New Normal, Pemprov Tetap Bersiaga di Bandara dan Pelabuhan

Senin, 1 Juni 2020 | 18:41 WIB
Oleh : Robert Isidorus / EHD

Jayapura, Beritasatu.com - Untuk menangani kasus Covid -19 barang impor ke Papua harus mempunyai sistem Karantina yang handal disertai menambah jumlah SDM dalam bidang kesehatan.

“Kami pemerintah di Papua harus berhati-hati jika membuka pintu penerbangan dan pintu pelabuhan laut karena situasi Covid-19 di berbagai provinsi di Indonesia belum stabil serta cakupan tes Covid-19 di provinsi lain di Indonesia pada umumnya masih rendah. Perlakuan khusus bagi orang yang akan keluar masuk ke Papua harus bebas Covid-19 dengan mengecek suhu tubuh, gejala klinis, pemeriksaan Rapid Test atau PCR. Sistem pengamatan penyakit perlu terus ditingkatkan,” ujar Dinas Kesehatan Provinsi Papua Robby Kayame di Jayapura, Senin (1/6/2020).

Dinas kesehatan Provinsi Papua telah merekrut perawat, dokter tenaga sukarelawan, dan juga kabupaten dibentuk tenaga epidemiologi lapangan untuk memperkuat Surveilans ke depan.

“Tantangan lain di Papua bukan hanya beban penyakit lain seperti TB,HIV/AIDS, malaria, kusta,penyakit tidak menular (diabetes, hipertensi), cakupan imunisasi masih rendah tetapi juga tantangan budaya masyarakat yang social tinggi sehingga pertemuan social, acara adat ,kematian keagamaan adalah utama,” ujarnya.

Dikatakan, keterbatasan SDM dengan tenaga medis yang hanya berjumlah 1.077 dokter, perawat 9.912, bidan 2.602, kefarmasian 471, Kesmas 574, Kesling 252, gizi 335, fisoterapi 51 dan teknis medis 118 serta penyebarannya tidak merata dan kelangkaan di daerah pegunungan Papua.

Point Prevalence Rate (PR) beban penyakit Covid -19 di Papua adalah 1,52 per 10.000 penduduk dengan beban kesehatan terkonsentrasi di empat kabupaten berwarna merah yaitu Kota Jayapura, Timika, Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Biak Numfor. Ada 18 kabupaten berwarna hijau dan 5 kabupaten berwarna kuning.

Angka Penemuan Kasus Positif (Case Detection Rate) di provinsi ini cukup tinggi yaitu 171,4 per 100.000 populasi dalam usaha memutuskan rantai penularan, dan trend kasus positif kumulatif tingkat provinsi masih naik yang mulai berkurang/ bertahan seperti Merauke, dan kabupaten Jayapura, Mamberamo Tengah.

Angka kesembuhan di Papua cukup baik 27%, dirawat 72% dan angka kematian 1%. Kasus – kasus tak bergejala dan ringan banyak ditemukan karena deteksi dini dengan angka kesembuhan yangtinggi serta kematian yang rendah.

“Pemberlakuan new normal bukan hanya melihat data epidemiologis tetapi perlu sekali persiapan yang baik melalui sosialisasi dan uji coba. WHO dan Bappenas telah mengeluarkan syarat-syarat sebelum memulai new normal. Dalam kehidupan new normal kita akan terus belajar mempertahankan dan mengedepankan usaha-usaha pencegahan seperti jaga jarak, menghindari berkumpul/keramaian, cuci tangan dan menggunakan masker, menjaga stamina tubuh. Memperkuat sistem karantina untuk pintu- pintu masuk serta surveilans penyakit,” ujarnya.

Ia mengatakan, peran serta masyarakat dan segenap stakeholders untuk bersama adalah hal mutlak menuju new normal. Tantangan budaya,tantangan geografis, keterbatasa tenaga medis serta sarana prasarana, keterbatasan pengetahuan masyarakat diperlukan kehati-hatian untuk masuk ke new normal tetapi harus optimistis.

New normal dapat dimulai dengan 18 kabupaten berwarna hijau. Trend penanggulangan Covid-19 di Papua menunjukkan kemajuan yang baik di Papua harus terus dipertahankan dan mengedepankan usaha-usaha pencegahan. Roda produktifitas dan perekeonomian , pendidikan juga harus digerakkan untuk menopang kesejahteraan dan kemaslahatan umat manusia.

Kondisi Obyektif

Kebijakan pemerintah pusat untuk new normal atau tatanan kehidupan normal yang baru di tengah pandemic Covid-19, belum bisa diterapkan di Papua. Rencananya, new normal ini akan dimulai Juni mendatang.

Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal mengaku, kebijakan Presiden Jokowi tersebut disampaikan dalam konteks nasional. Sementara di daerah, kebijakan akan disampaikan oleh Kepala Daerah tentunya dengan melihat kondisi objektif daerahnya masing masing.

“Artinya kalo menurut perhitungan pusat seperti yang selama ini kami sampaikan bulan Mei ini kan merupakan tertinggi, dan juni kurva harus turun. Kalau, berasumsi ke sana memang sudah bisa menunjukkan new normal, tapi kita harus ingat untuk konteks Papua, Covid-19 ini tidak bersama-sama munculnya seperti di Jakarta,” ujar Wagub.

Menurutnya, kasus Covid-19 baru muncul di Papua pada Maret. Sehingga jika secara normal seperti yang disampaikan Presiden dalam rapat terbatas beberapa waktu lalu, maka Juni akan normal (menurut pusat). “Tapi kita di Papua baru akan normal di Juli.

Sebab pada Juni, kita baru akan mencapai titik tertinggi,” kata Wagub. Saat ini, lanjut Wagub, baru bulan Mei dan akhir Juni diperkirakan akan menjadi titik tertinggi. Harapannya awal Juli itu kurva mulai turun. Kalau pun mulai turun maka New Normal itu kita akan lakukan,” jelasnya.

Terkait wacana new normal ini, lanjut Wagub, pihaknya akan membahasnya bersama Forkopimda guna menyamakan persepsi “Untuk melihat kira-kira dalam menerjemahkan apa yang presiden sampaikan, Hal apa yang bisa kita normalkan ataupun kita fleksibel itu,” terangnya.

“Kita tidak ketat sekali juga tapi kita lihat fakta. Kita bisa longgarkan mana tapi dengan pelonggaran itu, tidak menambah, beban kesehatan di Provinsi Papua,”terangnya lagi.

Menurut Wagub, pemerintah pusat tidak bisa menyamakan Papua dengan daerah lain sebab dilihat dari history-nya (riwayatnya) berbeda. “History nya Papua tidak serentak secara nasional terjadi konflik bersama-sama kita baru terjadi di bulan maret akibat Cluster dari Jawa Barat dan Gowa. Ini fakta historisnya, jadi kita terlambat terjadinya Covid-19, otomatis normalnya juga sebulan lebih lambat,” tutur Wagub.

Dia berharap masyarakat bisa tetap disiplin. “Kita jaga semua dengan baik tidak ada yang mustahil. Kalau semua kita bisa lakukan dengan baik,” pungkas Wagub.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

KPK Terima 58 Laporan Gratifikasi Idulfitri, Nilainya Rp 62,8 Juta

Sebanyak 58 laporan gratifikasi dengan nilai total Rp 62,8 juta itu diterima KPK hingga 29 Mei 2020.

NASIONAL | 1 Juni 2020

Hari Lahir Pancasila, Ini Pesan Menpora kepada Pemuda Maritim

Menpora Zainudin Amali mengingatkan agar Maritim Muda Nusantara (MMN) tetap memegang nilai Pancasila, serta cepat beradaptasi dengan era digital.

NASIONAL | 1 Juni 2020

Yudi Purnomo Tak Lagi Jabat Ketua WP KPK

Kepengurusan WP KPK yang dipimpin Yudi Purnomo telah berakhir masa baktinya pada Mei 2020 kemarin.

NASIONAL | 1 Juni 2020

Pasien Positif Covid-19 di Sumut Bertambah 8 Orang

Untuk jumlah pasien Covid-19 yang meninggal dunia masih tetap 41 orang.

NASIONAL | 1 Juni 2020

Persiapkan Normal Baru, Polda Jateng Bentuk 285 Kampung Siaga

Kampung Siaga Covid-19 ini merupakan role model yang bisa diaplikasikan dimana saja dengan memberdayakan potensi masyarakat dan solidaritas sosial.

NASIONAL | 1 Juni 2020

Peringatan Resmi Hari Lahir Pancasila Setelah 71 Tahun

1 Juni 1945 Ir Soekarno menyampaikan gagasannya melalui pidato tentang dasar negara Indonesia merdeka yang dinamakan Pancasila.

NASIONAL | 1 Juni 2020

New Normal, UI Pertimbangkan Sistem Blended Learning

UI akan menggunakan sistem pembelajaran campuran atau blended learning.

NASIONAL | 1 Juni 2020

Polda Sumut Tetapkan 17 Tersangka Bentrokan di Tapsel

Bentrokan terjadi karena sekelompok anak remaja tidak senang ditegur saat bermain senapan angin.

NASIONAL | 1 Juni 2020

Abaikan Protokol Kesehatan, Polisi Bubarkan Pengunjung THM di Medan

Upaya humanis dalam membubarkan kerumunan diterima dengan baik oleh pengunjung.

NASIONAL | 1 Juni 2020

Ketua KPK: Korupsi Khianati Pancasila

Menurut Ketua KPK Firli Bahuri, seluruh elemen bangsa sudah sepatutnya memerangi korupsi yang secara nyata menyalahi prinsip-prinsip dasar Pancasila.

NASIONAL | 1 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS