Gelombang Tinggi, BPBD Kota Bengkulu Imbau Nelayan Tak Melaut
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Gelombang Tinggi, BPBD Kota Bengkulu Imbau Nelayan Tak Melaut

Senin, 1 Juni 2020 | 21:05 WIB
Oleh : Usmin / EHD

Bengkulu, Beritasatu.com - Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu, mengimbau para nelayan tradisional agar tidak melaut karena gelombang di perairan laut daerah ini mencapai ketinggian di atas 4 meter, sehingga membahayakan keselamatan nelayan.

"Kita sudah mengimbau nelayan tradisional Kota Bengkulu, agar tidak meluat sementara ini, karena gelombang di perairan laut Bengkulu, tinggi di atas 4 meter, sehingga jika dipaksakan membahayakan keselamatan," kata Kepala BPBD Kota Bengkulu, Selupati, di Bengkulu, Senin (1/6/2020).

Ia mengatakan, BPBD Kota Bengkulu juga mengingatkan warga agar tidak mandi di Pantai Panjang karena gelombang di sekitar pantai tersebut juga tinggi mendekati 5 meter, sehingga membahayakan keselamatan bagi pengunjung yang mandi di objek wisata tersebut.

"Kita tidak mau kasus orang tenggelam meninggal digulung gelombang besar saat mandi di Pantai Pasir Putih, Kota Bengkulu, pada Sabtu (30/5/2020) lalu, kembeli terulang lagi. Karena itu, kita minta mereka tidak main mandi dipantai selama gelombang tinggi," ujarnya.

Selupati menambahkan, pihaknya telah menyiagakan petugas dan peralatan untuk mengantisipasi terjadi bencana banjir di daerah ini mengingat intensitas hujan masih tinggi di Kota Bengkulu. Demikian pula pihaknya siap mengantisipasi kemungkinan ada warga tenggelam disaat gelombang besar.

"Jadi, kita setiap saat siaga baik petugas maupun pelaratan dalam mengantisipasi terjadi bencana alam di Kota Bengkulu. Kapan saja terjadi bencana kita siap membantu dan menangani para korban bencana banjir dan bencana lainnya," ujarnya.

Hal senada diungkapkan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Bengkulu, Syafriadi. Ia meminta para nelayan Kota Bengkulu tidak melaut untuk beberapa hari kedepan, karena gelombang di perairan laut daerah ini tinggi di atas 4 meter.
"Kita sudah meminta nelayan Kota Bengkulu, untuk 4 hari kedepan sebaiknya tidak berangkat kelaut karena gelombang tinggi di atas 4 meter, sehingga jika dipaksa melaut keselamatan akan terancam," ujarnya.

Imbauan tidak melaut tersebut, katanya untuk menindaklanjuti data prakiraan cuaca wilayah barat dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bengkulu. Tinggi gelombang diperkirakan mencapai 5 meter.

"Berdasarkan data dari BMKG, gelombang laut tinggi mencapai 5 meter di perairan Bengkulu-Enggano hingga Samudra Hindia barat Bengkulu, serta potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang. Karena itu, kami tetap mengimbau agar para nelayan di Kota Bengkulu, sebaiknya tidak melaut.

Jika terpaksa harus melaut, lanjutnya sebaiknya mencari ikan sekitar 6-7 mil dari pantai, karena gelombang tidak begitu besar.
Dengan demikian, jika datang gelombang besar disertai badai tiba-tiba nelayan dapat menyelamatkan diri dengan cepat.

Dengan demikian, terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan bersama. "Saya minta imbauan ini benar-benar diperhatikan nelayan Kota Bengkulu, sehingga tidak ada nelayan yang hilang disapu gelombang besar saat melaut," ujarnya.

Sementara terpisah Kepala BMKG Bengkulu, Klaus Johannes Apoh Damanik mengatakan, tingginya gelombang laut di perairan Bengkulu, disebabkan beberapa faktor, di antaranya kecepatan angin mencapai 5-15 knot. "Kecepatan angin ini juga selain memicu gelombang tinggi di perairan laut Bengkulu juga menyebabkan terjadi bandai. Karena itu, para nelayan dan semua kapal yang beroperasi untuk mewaspadai gelombang tinggi tersebut," ujarnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Mendagri: Pancasila Jadi Kekuatan Bangsa Hadapi Covid-19

Mendagri Tito mendorong agar pandemik Covid-19 bisa dijadikan momentum untuk membuktikan kesaktian Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.

NASIONAL | 1 Juni 2020

Pasien Sembuh Covid-19 di Bengkulu Bertambah 3 Orang

Pada hari yang sama juga terjadi penambahan 3 orang pasien positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh.

NASIONAL | 1 Juni 2020

Atasi Kasus Positif Covid-19, Pemkot Palu Masih Konsen Perketat Pintu Masuk Kota Palu

Pemkot Palu masih konsen cegah dan atasi Convid-19.

NASIONAL | 1 Juni 2020

Kemdikbud: Organisasi Penggerak Cerminkan Makna Hari Lahir Pancasila

Organisasi Penggerak mencerminkan makna gotong royong Hari Lahir Pancasila karena membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak.

NASIONAL | 1 Juni 2020

Pemkab Bogor Pastikan Belum Buka Wisata Camping

Pemkab Bogor memastikan bila pemda belum memperbolehkan wisata camping di mana pun.

NASIONAL | 1 Juni 2020

Kasus Sembuh Covid-19 di DIY Saingi Pasien Positif

Kasus covid-19 di DI Yogyakarta terus turun.

NASIONAL | 1 Juni 2020

Polres Bengkulu Selatan Amankan 62 Potong Kayu Gelondongan Berserakan di Pantai Manna

Polres Bengkulu amankan 63 potong kayu gelondongan di Pantai Pasar Bawah Manna.

NASIONAL | 1 Juni 2020

PT PPI Beri Klarifikasi Terkait Isu Impor Daging Tahun 2016

PPI mengklarifikasi terkait isu impor daging 2016 dan menegaskan pihak-pihak yang terlibat dalam persoalan tersebut sudah tidak lagi menjabat di perusahaan.

NASIONAL | 1 Juni 2020

UGM Beri Keringanan UKT Bagi Mahasiswa Terdampak Covid-19

UGM beri keringanan uang kuliah untuk mahasiswa terdampak Covid-19.

NASIONAL | 1 Juni 2020

Peringati Hari Lahir Pancasila di UGM dilakukan Secara Daring

Peringati Hari Lahir Pancasila di UGM dilaksanakan secara daring.

NASIONAL | 1 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS