Milenial: Orba Tak Lagi Menarik, Prestasi Yang Lebih Dilirik
INDEX

BISNIS-27 447.461 (-6.35)   |   COMPOSITE 5059.22 (-59.86)   |   DBX 933.73 (-7.01)   |   I-GRADE 135.366 (-2.1)   |   IDX30 427.201 (-7.13)   |   IDX80 111.513 (-1.85)   |   IDXBUMN20 284.629 (-6.37)   |   IDXG30 118.405 (-1.6)   |   IDXHIDIV20 382.903 (-6.43)   |   IDXQ30 125.347 (-2.16)   |   IDXSMC-COM 215.54 (-2.56)   |   IDXSMC-LIQ 243.745 (-4.83)   |   IDXV30 105.043 (-1.69)   |   INFOBANK15 803.622 (-8.33)   |   Investor33 371.182 (-4.92)   |   ISSI 148.056 (-1.95)   |   JII 539.107 (-10.07)   |   JII70 182.679 (-3.16)   |   KOMPAS100 996.599 (-14.96)   |   LQ45 780.316 (-12.34)   |   MBX 1404.61 (-17.5)   |   MNC36 278.843 (-3.77)   |   PEFINDO25 265.576 (-5.11)   |   SMInfra18 242.356 (-5.25)   |   SRI-KEHATI 313.434 (-3.93)   |  

Milenial: Orba Tak Lagi Menarik, Prestasi Yang Lebih Dilirik

Rabu, 22 Juli 2020 | 23:04 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Kisruh di internal Partai Berkarya antara kubu Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto dengan kubu Muchdi Purwoprandjono dinilai menjadi penanda bahwa partai-partai politik baru yang didasarkan pada ketokohan akan sulit berkembang dan tetap eksis di alam demokrasi Indonesia masa kini.

Direktur Populi Center sekaligus pengamat politik, Usep S Akhyar, mengatakan, partai yang didasarkan pada ketokohan terpusat pada seseorang lambat laun akan ditinggalkan pemilihnya. Terlebih selama ini Partai Berkarya selalu identik dengan Tommy, Soeharto, dan Orde Baru.

"Orde Baru itu sudah masa lalu. Orang dulu banyak tahu siapa Suharto. Ada memang penggemarnya saat ini, tapi sudah sedikit. Kalangan milenial bahkan sudah tidak tahu dengan nama besar itu," kata Usep, Selasa (21/7/2020).

Lebih lanjut, Usep mengatakan pemilih Indonesia yang kini didominasi usia muda tidak lagi memandang ketokohan sebagai pertimbangan utama dalam memilih. Narasi-narasi yang digaungkan tokoh Partai Berkarya, kata Usep, tidak menarik simpati anak muda.

"Anak muda sudah bosan dengan tokoh politik lama yang jargon politiknya seperti omong kosong belaka, sementara dari sisi programatik partai itu tidak ada. Orang akan memilih berdasarkan reputasi. Orang yang tak berprestasi mau pimpin partai baru, kemudian berkuasa, ya tidak bisa," ucap Usep.

Lebih lanjut, Usep menilai Partai Berkarya yang dideklarasikan pada 2016 lalu telah kehilangan momentum untuk berkembang. Sebabnya, kata Usep, partai-partai lama yang ada di Indonesia kini semakin eksis dan matang. Selain itu, persepsi masyarakat yang menyimpulkan bahwa partai politik itu seragam.

"Terlebih secara ideologi tidak ada pembeda antara partai baru dengan partai lama. Partai Berkarya tidak memiliki diferensiasi yang jelas dengan partai lainnya," kata Usep.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Somasi Telkomsel, Denny Siregar Minta Klarifikasi Terkait Kebocoran Data

Dalam menghadapi Telkomsel, Denny Siregar telah menggandeng Otto Hasibuan sebagai Ketua Tim Kuasa Hukumnya.

NASIONAL | 22 Juli 2020

KPK Dalami 5 Kementerian Gunakan Rekening Pribadi untuk Tampung Dana APBN

KPK tak segan melakukan penindakan sesuai hukum yang berlaku jika ditemukan adanya unsur pidana korupsi dalam pengelolaan APBN menggunakan rekening pribadi.

NASIONAL | 22 Juli 2020

Gubernur: Pariwisata Bali Kembali Dibuka untuk Turis Asing 11 September

Pembukaan kembali pariwisata untuk wisatawan asing tersebut dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

NASIONAL | 22 Juli 2020

DPRD Jember Sepakati Usulan Pemberhentian Bupati

DPRD Kabupaten Jember menyepakati usulan pemberhentian Bupati Faida dalam rapat paripurna yang digelar, Rabu (22/7/2020).

NASIONAL | 22 Juli 2020

Bupati Klungkung Dorong Produksi Garam Kusamba

Proses produksi garam Kusumba masih dilakukan secara tradisional.

NASIONAL | 22 Juli 2020

Hasil Survei, Mayoritas Masyarakat Setuju RUU Cipta Kerja Disahkan

Alasan utama responden menjawab setuju terhadap pengesahan RUU Cipta Kerja adalah bahwa RUU Cipta Kerja dianggap bisa menjadi stimulus bagi pertumbuhan ekonomi.

NASIONAL | 22 Juli 2020

Lolos dari Penahanan, 3 Eks Legislator Sumut Tersangka Suap Diultimatum KPK

Ketiga legislator yakni, Nurhasanah, Ahmad Hosein Hutagalung, dan Mulyani mangkir atau tidak memenuhi panggilan penyidik KPK.

NASIONAL | 22 Juli 2020

KPK Pastikan Usut Dugaan Suap dalam Skandal Djoko Tjandra

KPK akan melakukan penindakan apabila ditemukan suap terkait pelarian Djoko Tjandra.

NASIONAL | 22 Juli 2020

Satgas: Jangan Lihat Angka Kasus Covid-19 Secara Mentah

Satuan Tugas Penanganan Covid-1 mengatakan definisi laju insidensi adalah kasus positif dibagi dengan jumlah penduduk di sebuah wilayah.

NASIONAL | 22 Juli 2020

Ditjen Hubdat Gelar Bimtek untuk Tingkatkan Keselamatan SDP

Bimtek ini dilatarbelakangi adanya Peraturan Menteri Perhubungan (Menhub) Nomor 122 Tahun 2018 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Kemhub.

NASIONAL | 22 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS