TNI-Polri Perlu Mengadakan Riset Terkait Masalah Pertikaian
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

TNI-Polri Perlu Mengadakan Riset Terkait Masalah Pertikaian

Selasa, 1 September 2020 | 09:31 WIB
Oleh : Yeremia Sukoyo / EHD

Jakarta , Beritasatu.com - Peristiwa perusakan Kepolisian Sektor (Mapolsek) Ciracas, Jakarta Timur yang diduga melibatkan sejumlah oknum TNI hingga kini masih ditelusuri dan dituntaskan oleh tim gabungan TNI-Polri.

Pengamat militer dan intelijen, Susaningtyas NH Kertopati, menilai, bentrokan antar aparat di Indonesia merupakan peristiwa yang cukup unik. Dari hasil penelitian, persoalan kecemburuan sosial antar aparat akibat perbedaan tingkat kesejahteraan, atau perbedaan status sosial di masyarakat atau kebanggaan satuan yang berlebihan ternyata tidak terbukti.

"Bentrokan antar aparat di Indonesia memang cukup unik. Penelitian di berbagai negara boleh dikatakan hampir tidak pernah terjadi bentrokan antaraparat bahkan di negara-negara yang tingkat peradaban dan tingkat kesejahteraannya di bawah Indonesia," kata wanita yang akrab disapa Nuning itu, di Jakarta, Selasa (1/9/2020).

Menurutnya, penelitian-penelitian tersebut justru tidak pernah dilakukan oleh instansi-instansi yang aparatnya bentrok. Kalau pun ada, malah tidak pernah dijadikan dasar evaluasi pembinaan personel apalagi dipublikasikan kepada masyarakat luas.

"Penelitian tersebut sebenarnya bisa dilakukan sebagai bagian bukti transparansi dan kepercayaan publik," ujar Nuning.

Dirinya mengingatkan, sangat penting bagi masyarakat Indonesia melihat aparatnya untuk dapat betul-betul mengayomi, tidak sekedar jargon.

"Ketika bentrokan terjadi, acapkali dilihat sebagai kenakalan oknum dan dengan mudah diselesaikan hanya dengan jabatan antara dua komandan dilanjutkan main voli bersama," ujarnya.

Saat ini, beberapa akademisi pun dituntut untuk dapat lebih mencermati lebih mendalam terkait fenomena sosial yang terjadi. Semua dilakukan karena bentrokan antar aparat diyakini dapat mempengaruhi cara berpikir masyarakat.

"Hipotesisnya bisa saja ada persoalan yang mendasar di dalam norma dan nilai-nilai yang dipegang teguh oleh dua kesatuan tersebut. Bisa juga rebutan identitas nasional karena sama-sama merasa Bhayangkara Negara," katanya.

Sejak ratusan tahun di Indonesia hanya dikenal ksatria sebagai Bhayangkara Negara. Tapi begitu mengadopsi sistem nilai dari luar, semua dipaksa harus membedakan status Militer dan Polisi.

"Sudah saatnya ada langkah yang jitu untuk menyelesaikan persoalan Sosio-Psikologi ini pada porsi yang seharusnya," ucap Nuning.

Menurutnya, peristiwa Ciracas bukan hal baru. Pada waktu yang lalu pun beberapa kali hal yang sama di berbagai daerah. Setiap saat ada kejadian dianggap selesai saat Panglima TNI dan Kapolri berfoto bersama, sementara prajurit antar Matra sudah berolah raga bersama.

Saat ini yang lebih terpenting adalah adanya komunikasi organisasi yang dilakukan secara vertikal maupun horizontal. Semua harus dibenahi sehingga kebijakan dapat dipahami dihayati dilaksanakan dengan hati ikhlas, bukan hanya dihafal saja.

"Harus ada suatu perbaikan terhadap literasi yang dibaca oleh prajurit TNI Polri semua tingkatan, agar tidak mudah percaya hoax maupun berita Post Truth ( suatu upaya pembenaran bagi hal yang belum tentu benar)," ungkapnya.

Hal yang penting dilakukan adalah TNI-Polri juga perlu mengadakan riset terkait masalah pertikaian antar Matra/Institusi yang berulang terus. Semua harus dilakukan TNI maupun Polri untuk mengadakan riset atau penelitian terkait hal ini.

"Agar akar permasalahan atau embrio masalah dapat diketahui. Hasil penelitian dapat digunakan utk mengkoreksi Regulasi bila diperlukan," kata Nuning.

Lebih jauh, dirinya juga menyarankan akan melakukan Pulbaket (pengumpulan bahan keterangan dalam giat intelijen) yang mendalam, bukan melihat parsial dan kejadian semata saja.

"Perjalanan konflik ini harus kita urut, karena tidak ada peristiwa yang mendadak. Jika kita hanya melihat dinamika versus antar institusi saja, maka tidak bisa membaca embrio permasalahan," ungkapnya.

Dari semua yang terjadi, Nuning menilai, bisa saja merupakan impact dari situasi berkembang atau banyak sebab musabab lain. Lebih jauh, bisa saja Pelaku hanya kepanjangan tangan dari pihak yang punya kepentingan untuk meledakkan kekacauan sehingga menghancurkan citra pihak lain.

"Banyak variable pengukur dalam penyelidikan kasus harus masuk sebagai indikator," tutup Nuning.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Sri Sultan HB X Minta Desa Kejar Perubahan Teknologi

Sri Sultan Hamengku Bowono X minta aparat desa berkejaran dengan perubahan.

NASIONAL | 1 September 2020

Golkar Manfaatkan Media dan IT untuk Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19

DPP Partai Golkar secara resmi memberikan dukungan kepada empat pasangan bakal calon kepala daerah kabupaten/kota di Provinsi Banten.

NASIONAL | 1 September 2020

Visi dan Misi Selaras, PDIP Usung Hidayat-Bartholemeus di Pilgub Sulteng

PDIP resmi mengusung Hidayat Lamakarate-Bartholomeus Tandigala sebagai pasangan dalam Pilgub Sulteng, 9 Desember 2020 mendatang.

NASIONAL | 31 Agustus 2020

RUU Cipta Kerja Dukung Pertumbuhan UMKM di Sektor Pariwisata

Sektor pariwisata saat ini sangat liberal karena banyak aset yang dimiliki oleh pihak swasta dan mampu menggeser peran UMKM.

NASIONAL | 31 Agustus 2020

Lonjakan Penumpang, Ini Pesan Pangkogabwilhan II

Marsdya TNI Imran Baidirus mengingatkan, naiknya penumpang atau pengguna transportasi umum harus diimbangi dengan diperketatnya pelaksanaan protokol kesehatan

NASIONAL | 31 Agustus 2020

Kempupera Baru Realisasikan Rp 7,16 T dari Total Anggaran Padat Karya Rp 12,32 T

Program Padat Karya Tunai (PKT) Kempupera per 29 Agustus 2020 tercatat baru merealisasikan Rp 7,16 triliun dari total anggaran Rp 12,32 triliun.

NASIONAL | 31 Agustus 2020

Tri Nugraha Meninggal Bunuh Diri, Kejati Bali Disebut Akan Tutup Kasus

Tri Nugraha bunuh diri dengan menggunakan pistol saat akan dibawa ke mobil tahanan, Senin (31/8/2020).

NASIONAL | 31 Agustus 2020

Bupati Kasihiw Dorong Kafilah Teluk Bintuni Wakili Papua Barat

Bupati Kasihiw menghadiri acara pembukaan MTQ VIII Papua Barat secara virtual.

NASIONAL | 31 Agustus 2020

Dibawa ke Mobil Tahanan, Mantan Kepala BPN Denpasar Bunuh Diri

Tri Nugraha bunuh diri saat dibawa ke mobil tahanan, Senin (31/8/2020) dengan menggunakan pistol di dalam toilet.

NASIONAL | 31 Agustus 2020

Bayi 7 Bulan di Lebak Positif Covid-19

Bupati Lebak menyatakan salah satu keluarga di sebuah kecamatan di wilayahnya dinyatakan positif terpapar Covid-19, salah satunya bayi berusia tujuh bulan.

NASIONAL | 31 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS