Kasus Korupsi PT Dirgantara Indonesia, KPK Periksa Eks Anggota DPR Fraksi PAN
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Kasus Korupsi PT Dirgantara Indonesia, KPK Periksa Eks Anggota DPR Fraksi PAN

Jumat, 11 September 2020 | 21:19 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan memeriksa mantan anggota DPR dari Fraksi PAN Chandra Tirta Wijaya, Jumat (11/9/2020).

Chandra bakal diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi penjualan dan pemasaran di PT Dirgantara Indonesia tahun 2007-2017 untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka mantan Dirut PT Dirgantara Indonesia, Budi Santoso.

Yang bersangkutan diperiksa untuk tersangka BS (Budi Santoso)," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi.
Tak hanya Chandra, dalam mengusut kasus ini, tim penyidik KPK juga menjadwalkan memeriksa tiga saksi lainnya yang merupakan pensiunan TNI AD, yaitu Fx Bangun Pratiknyo, Edi Martino, dan Mayjen TNI (Purn) Mulhim Asyrof. Ketiganya juga diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka Budi Santoso.

Diketahui, KPK menetapkan mantan Dirut PT Dirgantara Indonesia Budi Santoso dan mantan Asisten Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia bidang Bisnis Pemerintah Irzal Rizaldi Zailani sebagai tersangka kasus dugaan korupsi di PT Dirgantara Indonesia.

Keduanya diduga melakukan korupsi terkait pengadaan barang dan jasa fiktif terkait penjualan dan pemasaran produk PT DI seperti pesawat terbang, helikopter dan lainnya.

Budi Santoso dan Irzal serta sejumlah pihak lain diduga telah merugikan keuangan negara hingga Rp 330 miliar yang merupakan nilai yang telah dibayarkan PT Dirgantara Indonesia (persero) kepada enam perusahaan mitra/agen dalam kurun tahun 2011 hingga 2018.

Padahal keenam perusahaan mitra, yakni PT Angkasa Mitra Karya, PT Bumiloka Tegar Perkasa, PT Abadi Sentosa Perkasa, PT Niaga Putra Bangsa, dan PT Selaras Bangun Usaha tidak pernah melaksanakan kewajibannya sesuai dengan perjanjian.

Dari nilai tersebut, KPK menduga Budi Santoso dan Irzal serta sejumlah direksi PT Dirgantara Indonesia menerima aliran dana sekitar Rp 96 miliar.

Selain Budi dan Irzal, direksi PT Dirgantara Indonesia lainnya yang disebut turut kecipratan aliran dana yakni, mantan Direktur Niaga dan Restrukturisasi PT Dirgantara Indonesia dan mantan Direktur Aerostructure yang kini menjabat Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero) Budiman Saleh serta mantan Kepala Divisi Pemasaran dan Penjualan, Arie Wibowo.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Tim Gabungan Cek Protokol Kesehatan di 8 Kabupaten/Kota se-Banten

Tim gabungan dan relawan menggelar pengecekan protokol kesehatan masyarakat di 8 kabupaten/kota se-Provinsi Banten.

NASIONAL | 11 September 2020

Presiden: Jaga Semangat Belajar dan Mengajar di Masa Pandemi

Jokowi meminta para guru terus memotivasi anak didik untuk tetap semangat belajar di tengah pandemi.

NASIONAL | 11 September 2020

Penanganan Jaksa Pinangki, Kejagung Terima Masukan KPK

Kejagung mengakui bahwa pihaknya menerima berbagai masukan dari KPK terkait penanganan jaksa Pinangki Sirna Malasari.

NASIONAL | 11 September 2020

BP Jamsostek Terus Sosialisasi Pentingnya Jaminan Sosial Buat Pekerja

Direktur Pelayanan BP Jamsostek, Krishna Syarif mengatakan, masih banyak orang yang belum paham mengena BP Jamsostek.

NASIONAL | 11 September 2020

Tiga Nakes Puskesmas Jalan Gedang Kota Bengkulu Terpapar Covid-19

Tiga nakes di Puskesmas Jalan Gedang, Kota Bengkulu, yang terpapar positif Covid-19 saat ini masih menjalani isolasi mandiri.

NASIONAL | 11 September 2020

Tren Covid Meningkat, Panglima TNI: Harus Disiplin Protokol Kesehatan

Peningkatan angka kasus positif Covid-19 masih terjadi di berbagai wilayah tanah air.

NASIONAL | 11 September 2020

KPK Belum Putuskan Ambil Alih Skandal Djoko Tjandra

KPK sejauh ini belum memutuskan mengambil alih kasus Djoko Tjandra terkait dugaan suap pengurusan PK dan permintaan fatwa ke MK.

NASIONAL | 11 September 2020

Penerbitan Paspor Djoko Tjandra, KPK Diminta Dalami Keterlibatan Oknum Imigrasi

Dugaan keterlibatan oknum imigrasi dalam penerbitan paspor Djoko Tjandra diminta didalami.

NASIONAL | 11 September 2020

Ketimbang Kembali ke PSBB, Pemkot Bandung Pilih Ketatkan AKB

Guna mencegah Covid-19 Pemkot Bandung memilih untuk memerpanjang masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) ketimbang kembali ke pembatasan sosial berskala besar (PSBB)

NASIONAL | 11 September 2020

DPRD Terima Laporan APBD 2019 Bupati Teluk Bintuni

LKPJ APBD 2019 tersebut diterima secara aklamasi oleh seluruh fraksi di DPRD Teluk Bintuni.

NASIONAL | 11 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS