Belajar dari Selandia Baru: Jangan Beri Panggung Teroris
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Belajar dari Selandia Baru: Jangan Beri Panggung Teroris

Selasa, 22 September 2020 | 19:48 WIB
Oleh : Fana F Suparman / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Selandia Baru sempat terpukul dengan serangan terorisme terhadap jamaah Masjid Al Noor dan Mushala Linwood di Christchurch, pada 15 Maret 2019 silam. Serangan yang dilakukan Brenton Harrison Tarrant (29) tersebut menewaskan 51 orang dan melukai 49 orang lainnya.

Duta Besar RI untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya mengatakan penembakan tersebut merupakan sejarah paling kelam dalam sejarah Selandia Baru. Aksi terorisme tersebut, setidaknya memukul tiga dimensi keamanan Selandia Baru, yakni keamanan negara, keamanan publik dan keamanan individu.

Serangan tersebut membuat Selandia Baru yang sebelumnya berada di peringkat ketiga negara teraman sedunia merosot menjadi peringkat ke-154.

"Aksi yang kurang dari tiga jam bisa meluluhlantahkan imej positif dari sebuah negara yang menjual keamanan negaranya untuk berbagai kepentingan ekonomi, khususnya pariwisita," kata Tantowi dalam webinar seri keempat bertajuk “Operasi Militer Selain Perang (OMSP) TNI: Kontra Terorisme Dalam Perspektif Keamanan Nasional” yang digelar Indonesia Peace & Conflict Resolution Association (IPCRA), Ikatan Alumni Unhan, dan Pusat Studi Peperangan Asimetris (PUSPA), Selasa (22/9/2020).

Namun, Selandia Baru mampu bangkit dan berhasil menangani serangan teroris tersebut. Setidaknya Selandia Baru berhasil meredam agar aksi terorisme tersebut tidak memicu konflik horizontal di dalam negeri.

Tantowi menyatakan, terdapat sejumlah faktor yang membuat Selandia Baru di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Jacinda Ardern berhasil menangani aksi terorisme.

Beberapa di antaranya kepemimpinan nasional yang kuat, karakter negara dengan orientasi bisnis, tingkat toleransi masyarakat yang tinggi, dan rasa kekitaan atau sense of togetherness pada masyarakat.

Tantowi menyoroti faktor rasa kekitaan (sense of togethernes) yang ditunjukkan dengan adanya pelibatan semua unsur dalam mengatasi terorisme, termasuk otoritas pemerintah, yaitu kementerian, polisi, angkatan bersenjata, parlemen, media, dan tokoh informal.

Tantowi mengungkapkan, sehari setelah berkunjung ke lokasi penembakan, Jacinda mengeluarkan statement yang diikuti dan diamini oleh seluruh pemangku kepentingan Selandia Baru, yakni "no name, no face".

Jacinda menegaskan tidak akan menyebut nama pelaku dan wajahnya tidak akan muncul di media Selandia Baru. Pernyataan tersebut dimaksudkan Jacinda sebagai upaya perlawanan terhadap terorisme yang melakukan aksinya untuk menciptakan ketakutan dan popularitas.

"Dia (Jacinda) jawab dengan sangat jelas bahwa dua-duanya tidak akan anda (teroris) dapatkan. Anda tidak akan populer di sini (Selandia Baru) karena tidak ada orang yang tahu nama anda dan wajah anda pun tidak akan dikenal oleh masyarakat. Jadi forget it," kata Tantowi.

Dikatakan, pernyataan Jacinda untuk tidak memberikan panggung sekecil apapun kepada pelaku teror tidak hanya ditujukan berkaitan dengan aksi teror di Masjid Al Noor dan Mushala Linwood. Lebih dari itu, pesan tersebut ditujukan untuk para pelaku teror lainnya. "Ini satu pesan yang besar yang juga ditujukan kepada mereka-mereka yang mempunyai tensi yang sama," katanya.

Pernyataan Jacinda didukung sepenuhnya oleh seluruh pemangku kepentingan di Selandia Baru, termasuk media massa. Bahkan, media massa baru menyebut nama dan memuat wajah pelaku teror setelah perkara masuk ke persidangan atau satu tahun setelah aksi penembakan tersebut.

"Orang baru tahu, baru ingat lagi namanya dan baru tahu wajahnya. Tapi setelah itu hilang lagi. Ini membuat siapapun berpikir membuat aksi terorisme di Selandia Baru itu tidak akan dapat. Orang tidak takut dan tidak akan populer," katanya.

Tidak memberikan panggung kepada teroris juga diserukan Jacinda dan pemerintah Selandia Baru melalui Christchurch Call yang digelar di Paris, Prancis pada 15 Mei 2019 dan dihadiri oleh delegasi dari 147 negara, termasuk Indonesia.

Christchurch Call merupakan ajakan pemerintah Selandia Baru agar pemilik platform media sosial tidak lagi memberikan ruang dan waktu bagi penyebaran gambar atau pesan terorisme dan tidak boleh lagi ada tayangan terorisme di media sosial. Seruan tersebut didukung dan diikuti oleh platform sosmed, termasuk Facebook dan Youtube.

"Ini suatu gagasan besar yang menjadi pondasi besar bagi penangangan terorisme ke depan yang dihasilkan dari sebuah negara kecil yang sebelumnya tidak punya pengalaman sama sekali dari krisis akibat terorisme," katanya.

Selain itu, kata Tantowi, kekitaan Selandia Baru dalam menghadapi terorisme ditujunkkan dengan 'kekompakan' pemerintah dan parlemen dalam mengamendemen UU kepemilikan senjata. Amendemen ini bersejarah, karena selesai dalam waktu 28 hari.

Selanjutnya, tokoh masyarakat, yaitu pemuka agama juga mengimbau umat beragama lainnya untuk bersama-sama menjaga seluruh masjid di sekitar lingkungan mereka. Hal ini dilakukan karena adanya rasa kekitaan yang kuat.
"Seluruh masjid di Selandia Baru dijaga ketat oleh umat dari agama lain," katanya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Operasi Yustisi, Denda Hampir Rp 1 M

Denda pelanggaran bagi protokol kesehatan Covid-19 mencapai RP 924,17 juta.

NASIONAL | 22 September 2020

Mendagri : Gunakan Mekanisme Hukum Jika Tidak Lolos Penetapan Calon

Bakal calon kepala daerah yang tak lolos KPU jangan anarkis.

NASIONAL | 22 September 2020

Indonesia Akan Lakukan Uji Klinis II Vaksin Covid-19 GX 19 dari Genexine

Vaksin Covid-19 GC 19 tersebut diproduksi Genexine Inc, perusahaan farmasi asal Korea Selatan.

NASIONAL | 22 September 2020

Kasus Covid-19 di Palu Meningkat, RS Rujukan Khawatir Kelebihan Kapasitas

Saat ini ada 11 pasien Covid-19 di RS Anutapura dari kapasitas 12 pasien yang tersedia.

NASIONAL | 22 September 2020

Mahfud MD: Kampanye Lebih Banyak Secara Daring

Hal itu harus dilakukan karena pelaksanaan Pilkada dilakukan di tengah penyebaran virus corona (Covid-19).

NASIONAL | 22 September 2020

Kasus Pemerasan dan Pelecehan di Bandara, Oknum Petugas Medis Tersangka

Penyidik Polres Bandara Soekarno-Hatta telah menetapkan oknum petugas medis rapid test berinisial EFY sebagai tersangka.

NASIONAL | 22 September 2020

Pembangunan Berkelanjutan Penting Guna Perkuat Daya Saing

Pemerintah nasional selaku pembuat kebijakan, sektor usaha, para profesional, maupun publik yang lebih luas, turut memperhatikan prinsip keberlanjutan.

NASIONAL | 22 September 2020

Ideologi Salafi Jihadis Masih Akan Jadi Ancaman Serius

Ancaman teroris di Indonesia pada waktu-waktu mendatang masih cukup serius dan karena itu patut diwaspadai, terutama dari penganut ideologi salafi jihadis.

NASIONAL | 22 September 2020

Pelibatan TNI dalam Penanggulangan Terorisme Dinilai Sudah Tepat

Sinergitas TNI dan Polri sesuai amanat UU harus menjalin kerja sama dengan semua instansi dalam dan luar negeri.

NASIONAL | 22 September 2020

Pelibatan TNI Atasi Aksi Terorisme Harus Sesuai UU

Di hampir semua negara, pelibatan TNI di dalam menanggulangi aksi terorisme sudah lazim dilakukan.

NASIONAL | 22 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS