Ponpes di Sleman Jadi Klaster Covid-19
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Pembelajaran Tatap Muka Dikaji Ulang

Ponpes di Sleman Jadi Klaster Covid-19

Kamis, 1 Oktober 2020 | 22:28 WIB
Oleh : Fuska Sani Evani / EHD

Yogyakarta, Beritasatu.com - Terkait dengan penularan virus Corona di tiga Pondok Pesantren di Sleman, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman menyebut bahwa dari total kasus dari ketiga Ponpes yakni Padanaran, MBS, dan Hidayatullah yang berjumlah 48 kasus dan diperkirakan akan bertambah lagi, telah menjadi klaster penularan.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Joko Hastaryo menuturkan di Sleman terdapat 145 Ponpes, sementara yang sudah mengajukan permohonan rekomendasi operasional sebanyak 60 Ponpes. Dari jumlah itu, 25 ponpes telah mendapatkan rekomendasi.

"Saat asesmen atau permohonan rekomendasi sudah diupayakan tertib protokol kesehatan, dan Ponpes yang sudah buka ini sebenarnya sudah tertib, dengan menyediakan bangunan untuk karantina mandiri. Dan semua santri yang masuk, sudah melalui karantina 14 hari. Tetapi jika masih terjadi penularan juga, ini akan kami kaji kembali,” katanya, Kamis (1/9/2020).

Dikatakan, kasus positif ditemukan di dua Ponpes di wilayah Ngaglik dan satu di wilayah Prambanan, dan sudah dilakukan tracing terhadap 222 penghuni Ponpes di Ngaglik, serta 59 penghuni Ponpes di Prambanan.

"Kasus positif di Ngaglik saat ini isolasi mandiri di Ponpes karena mereka punya fasilitas memadai. Kalau yang dari Prambanan, dirawat di Asrama Haji Sleman karena OTG," ujarnya.

Dengan munculnya transmisi di lingkup pendidikan ini Dinkes Sleman akan mengkaji kebijakan pembelajaran tatap muka.

Terpisah, Kepala Kanwil Kemenag DIY, Edhi Gunawan, mengatakan, dari sekitar 300 Ponpes di DIY, 30 di antaranya telah melakukan pembelajaran tatap muka.

"Kita sudah mengeluarkan instruksi agar pesantren dengan santri terpapar Covid-19 ditutup dulu untuk sterilisasi. Kita minta kepala kantor koordinasi dan mendapatkan pendampingan Gugus Tugas karena ini jumlahnya cukup banyak,”katanya di Kompleks Kepatihan, Kamis (1/10/2020).

Edhi mengatakan, santri yang terinfeksi Covid-19 di Ponpes Padanaran jumlahnya cukup banyak.

Ia menambahkan, untuk tempat khusus yang disiapkan untuk isolasi mandiri di Ponpes tersebut setelah ditinjau hasilnya representatif untuk digunakan sebagai isolasi mandiri.

Bagi Ponpes yang menyelenggarakan tatap muka secara langsung, maka mekanismenya adalah santri yang berasal dari luar DIY wajib melakukan isolasi mandiri baik di tempat asal atau pesantren.

"Isolasi selama 14 hari. Kalau sudah steril masuk ke komunitas pesantren, bisa berkumpul di pesantren yang lain. Dipastikan clean, sudah bersih," urai Edhi.

Sementara itu, terkait karyawan rumah makan di Kota Yogya yang terpapat virus corona, Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti menyebut munculnya kasus positif Covid-19 pada seorang pegawai restoran mie di Kotabaru, Gondokusuman, menjadi peringatan kepada pelaku usaha dalam penerapan protokol kesehatan.

"Kita harus giatkan pendisiplinan dalam penerapan protokol kesehatan. Bukan pada dendanya, tapi lebih menggerakkan kesadaran masyarakat, termasuk pelaku usaha," ujarnya.

Haryadi mengaku sudah menginstruksikan jajarannya, supaya mempercepat proses tracing. Sehingga, segala kemungkinan terkait risiko penularan di restoran yang lokasinya tak jauh dari Stadion Kridosono itu, dapat terdeteksi.

"Tracing harus cepat, pemilik juga harus jujur, bagaimana riwayatnya. Saya minta kerjasamanya lah, agar pihak restoran kooperatif," terangnya.

Sedang Ketua Gugus Tugas Kota Yogya, Heroe Purwadi menyatakan, Pemkot Yogyakarta tengah menggiatkan upaya tracing setelah ditemukan satu karyawan restoran mie di Kotabaru, Gondokusuman, yang dinyatakan positif Covid-19.

"Dari Puskesmas sudah ketemu dengan pimpinan restoran, sekaligus melakukan tracing untuk menemukan, apakah ada kemungkinan penularan di sana, atau tidak ya," terangnya. [152]



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kasus Penembakan Pendeta Zanambani, PSI Papua: Bentuk Tim Independen

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PSI Papua (DPW PSI Papua) Karmin Lasuliha menyampaikan rasa belasungkawa dan mengutuk keras atas penembakan terhadap Pdt Yeremia

NASIONAL | 1 Oktober 2020

Bobby Nasution Bangun Strategi Bangkitkan UMKM di Medan

Bobby Nasution - Aulia Rahman, membuat aplikasi kolabin.id untuk membantu usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

NASIONAL | 1 Oktober 2020

Tracing Kontak Covid-19 di Indonesia Masih Lemah

Pelacakan akan efektif kalau dilakukan 24 jam sejak orang yang terpapar bergejala.

NASIONAL | 1 Oktober 2020

Mahfud MD: Tidak Ada Rencana Akhiri Otsus Papua

Menko Polhukam mengemukakan bahwa tidak ada niat atau rencana pemerintah untuk mengakhiri status Otonomi Khusus (Otsus) di Papua.

NASIONAL | 1 Oktober 2020

Rempah dan Ikan Nila Sulut Tembus Pasar Jepang, Olly: Kita Tidak Menyerah Saat Pandemi

Dampak pandemi Covid-19 yang ikut menyasar sektor ekonomi, disiasati dengan berbagai terobosan.

NASIONAL | 1 Oktober 2020

Hadirkan Teman Bus, Kemhub Gandeng Kempupera dan Korlantas Polri

Kemhub bekerja sama dengan Kempupera dan Korlantas Polri dalam penerapan program Buy the Service (BTS).

NASIONAL | 25 September 2020

Moeldoko Sebut KAMI Hanya Sekumpulan Orang yang Miliki Kepentingan

Moeldoko megatakan, selama gagasan yang diberikan KAMI bagus, pemerintah menerimanya namun jika mengarah ke pemaksaan kepentingan, pemerintah tak tinggal diam

NASIONAL | 1 Oktober 2020

Apresiasi Terbitnya Perpres 98/2020, DPR: Nasib Tenaga Honorer Menjadi Jelas

Ketua Komisi X DPR, Syaiful Huda mengapresiasi terbitnya Peraturan Presiden (perpres) 98/2020.

NASIONAL | 1 Oktober 2020

Tak Terima Hasil Pengumuman CPNS, Massa Bakar Kantor Pemerintah di Keerom

Ratusan massa membakar kantor pemerintahan di Kabupaten Keerom, Papua karena tak terima dengan hasil pengumuman tes CPNS, Kamis (1/10/2020) sekitar 16.16 WIT.

NASIONAL | 1 Oktober 2020

Penanganan Pandemi Covid-19 di Sumut Semakin Terkendali

Gugus tugas masih melakukan penyekatan untuk beberapa wilayah yang menjadi penyebaran Covid-19.

NASIONAL | 1 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS