Klaster Pondok Pesantren Sleman Tracing Massal Santri di Tiga Ponpes
INDEX

BISNIS-27 503.6 (2.5)   |   COMPOSITE 5652.76 (48.27)   |   DBX 1032.04 (3.25)   |   I-GRADE 164.451 (1.87)   |   IDX30 490.95 (3.33)   |   IDX80 128.766 (0.95)   |   IDXBUMN20 358.484 (4.17)   |   IDXG30 133.521 (0.92)   |   IDXHIDIV20 437.723 (3.27)   |   IDXQ30 142.408 (1.41)   |   IDXSMC-COM 239.978 (2.77)   |   IDXSMC-LIQ 292.98 (3.3)   |   IDXV30 120.747 (2.08)   |   INFOBANK15 969.323 (8.87)   |   Investor33 424.184 (2.73)   |   ISSI 165.497 (1.49)   |   JII 607.992 (3.57)   |   JII70 207.954 (1.77)   |   KOMPAS100 1151.81 (10.08)   |   LQ45 901.663 (6.22)   |   MBX 1571.94 (14.64)   |   MNC36 316.426 (2.22)   |   PEFINDO25 300.975 (9.54)   |   SMInfra18 283.853 (1.3)   |   SRI-KEHATI 362.321 (2.15)   |  

Klaster Pondok Pesantren Sleman Tracing Massal Santri di Tiga Ponpes

Sabtu, 3 Oktober 2020 | 17:27 WIB
Oleh : Fuska Sani Evani / EHD

Yogyakarta, Beritasatu.com - Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman terus melakukan pelacakan atau tracing kepada kontak para santri positif Covid-19 di tiga Pondok Pesantren di Kabupaten Sleman.

Disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo pengelola seluruh pondok pesantren kooperatif, sehingga tracing yang dilakukan berjalan lancar.

Namun menurutnya, hasil pemeriksaan laboratorium baru bisa diketahui tiga sampai empat hari mendatang.
“Dinkes Kabupaten Sleman telah melakukan tracing pada 295 santri dari tiga pondok pesantren,” katanya Sabtu (3/10/2020).

Sebanyak 240 santri menjadi sasaran tracing di dua Pondok Pesantren di Kapanewon (Kecamatan) Ngaglik sedang 55 lainnya dari pondok pesantren di Kapanewon Prambanan.

"Untuk pondok pesantren besar ada 225 yang menjadi sasaran. Sedangkan pondok pesantren lain yang juga di Nganglik, yang kami tracing ada 15, yang kontak erat. Sedangkan yang di Prambanan ada 55," terangnya.

Dari tracing tersebut, diketahui ada 14 orang yang dinyatakan positif, dari satu ponpes besar di Kapanewon Ngaglik, sedangkan hasil lainnya masih menunggu uji laboratorium.
“Dengan adanya penambahan 14 kasus di pondok pesantren tersebut, maka jumlah total santri yang terpapar Covid-19 adalah 55,” terang Joko.

Sebelumnya diketahui ada 41 santri positif Covid-19 dari satu pondok pesantren, sedangkan tujuh orang dari Pondok Pesantren di Prambanan.

Dikatakan, total santri yang terpapar Covid-19 dari tiga pondok pesantren di Sleman, mencapai 62 orang.

Joko juga menyatakan, saat ini Kabupaten Sleman masih menunggu izin dari Kementerian Kesehatan RI untuk penerapan alat tes cepat molekuler. "Harapannya, dengan tes cepat molekuler tersebut hasil bisa diketahui lebih cepat. Saat ini masih menunggu izin dari Kemkes,"katanya.

Untuk saat ini, kegiatan di Pondok Pesantren dihentikan dan tidak menerima tamu dari luar. Joko juga meminta agar pemberlakukan sekolah tatap muka di sekolah-sekolah dengan asrama dikaji ulang.

Sementara itu, Juru Bicara Pemda DIY Berty Murtiningsih mengatakan, hasil pemeriksaan laboratorium dari 684 sampel (646 orang), terkonfirmasi positif pada Jumat (2/9/2020), 20 orang. Dengan demikian total kasus positif Covid 19 di DIY menjadi mencapai 2.700 kasus.

Laporan jumlah kasus sembuh sebanyak 23 orang, dan total kasus sembuh di DIY menjadi sebanyak 1.957 kasus
Berty juga menyampaikan, pada Jumat, empat pasien positif Covid-19 dilaporkan meninggal dunia. Dengan demikian kasus kematian di DIY mencapai 73 orang.

Sementara itu, menanggapi munculkan kembali karyawan rumah makan yang positif Covid-19,
Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji meminta seluruh pengusaha kuliner di DIY mematuhi Peraturan Gubernur yang mengatur soal penyelenggaraan usaha di tengah pandemi.

“Salah satu yang menjadi sasaran supaya tidak terjadi kerumunan adalah rumah makan atau warung," katanya.

Aji menegaskan, pemerintah telah punya pengalaman menangani jenis penularan yang sama yakni pada Klaster Soto Lamongan. Sehingga kasus warung makan mie ayam, juga akan diberlakukan sama, selain melakukan tracing dan mewajibkan semua karyawan setempat melakukan tes kesehatan, pembelian makanan dan minuman tidak boleh dilakukan secara normal atau hanya boleh melayani take away.

“Hal tersebut sejatinya telah diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub) 77/2020. Take away pun itu harus diatur orang yang antre, termasuk jasa ojek online-nya," katanya.

Aji menekankan, sistem take away memang tidak serta merta menghilangkan potensi kerumunan, tetapi bisa meminimalisir konsumen langsung untuk berkumpul.

"Penegak peraturan akan ngecek. Kalau masih ada pelanggaran rumah makan, akan kita beri sanksi. Bisa ringan, bisa sedang, bisa berat. Bisa ditutup sementara. Kalau yang lebih keras lagi ditutup seterusnya atau dicabut izinnya,” tegasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Masa Pandemi, Elite Politik Diimbau Jaga Kondusivitas Bangsa

Romo Benny Susetyo mengimbau elite politik menjaga kondusivitas bangsa dan bernegara, bukan membuat gaduh di masyarakat.

NASIONAL | 3 Oktober 2020

KSPI Klaim Unjuk Rasa Buruh Serentak di Seluruh Indonesia Akan Diikuti 2 Juta Orang

KSPI mengatakan unjuk rasa buruh untuk menolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja akan melibatkan 2 juta orang di seluruh Indonesia.

NASIONAL | 3 Oktober 2020

Penetapan Tersangka 2 Oknum Pegawai Lapas Tunggu Gelar Perkara

Kemungkinan status dua pegawai Lapas Tangerang tersebut akan dinaikkan dari saksi menjadi tersangka, menunggu hasil gelar perkara.

NASIONAL | 3 Oktober 2020

8 Kabupaten di Papua Masuk Zona Hijau

8 Kabupaten yang bebas dari Covid-19 itu yakni Lanny Jaya, Yalimo, Supiori, pegunungan Bintang, Mappi, Mamberamo Tengah, Waropen, dan Kabupaten Puncak Jaya.

NASIONAL | 3 Oktober 2020

Pandemi Covid-19, Peluang bagi Para Guru untuk Produktif

Para guru di Mabar, NTT gunakan kesempatan saat Pandemi Covid-19 ini dengan menulis buku.

NASIONAL | 3 Oktober 2020

Seorang Dokter di Riau Meninggal Akibat Covid-19

Jenazah dr Yudi Rianto dilakukan pemulasaran sesuai protokol Covid-19 pada Jumat malam.

NASIONAL | 3 Oktober 2020

IPW Minta Polri Tindak Rumah Sakit yang “Mengcovidkan” Pasien

Di medsos banyak beredar kabar viral ada masyarakat yang diminta menandatangani bahwa anggota keluarganya kena Covid-19, padahal sebenarnya tidak.

NASIONAL | 3 Oktober 2020

Ratusan Rumah di Cianjur Terendam Banjir

Banjir bandang terjadi di empat kecamatan, yakni Kecamatan Leles, Cijati, Sindangbarang dan Agrabinta, namun banjir terparah terjadi di Kecamatan Leles.

NASIONAL | 3 Oktober 2020

4 Pasien Covid-19 di Bogor Meninggal Dunia

Total kasus positif sebanyak 1.306 orang, terdiri dari sembuh 897 orang, masih sakit 362 orang dan meninggal dunia sebanyak 47 orang.

NASIONAL | 3 Oktober 2020

BNPT: Semua Elemen Bangsa Harus Cegah Radikalisme

Saat ini masih ada kalangan yang mempertentangkan antara Pancasila dengan agama.

NASIONAL | 3 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS