Permintaan Rumah Tapak Diprediksi Naik 8%
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Permintaan Rumah Tapak Diprediksi Naik 8%

Selasa, 27 Agustus 2019 | 08:44 WIB
Oleh : Edo Rusyanto / EDO

Jakarta, Beritasatu.com – Pasar properti hunian di Indonesia dinilai masih sangat potensial. Selain ditopang oleh laju pertumbuhan penduduk, juga karena selisih pasokan dan permintaan (backlog) hunian di Indonesia masih tinggi, yakni 11,4 juta unit.Sampai akhir 2019, permintaan rumah tapak bakal naik 8% dibandingkan 2018.

"Kami meyakini bahwa peluang bisnis properti hunian tapak maupun vertikal masih cukup besar," ujar Aulia Firdaus, chief executive officer (CEO) Repower Asia Indonesia, salah satu pengembang properti di Jabodetabek, di Jakarta, Selasa (27/8/2019).

Dia menambahkan, potensi tersebut salah satunya mengingat rumah tapak masih diminati konsumen, terutama dari segmen keluarga, termasuk keluarga usia muda. Karena itu, Repower Asia terus mengembangkan proyek rumah tapak di Depok, Jawa Barat.

"Bisnis hunian masih sangat potensial karena antara pasokan dan permintaan selisihnya cukup besar. Pasokan lebih kecil dibandingkan permintaan," kata Joko Suranto, ketua DPD Real Estat Indonesia (REI) Jawa Barat, di Jakarta, baru-baru ini.

Dia menyebutkan, di tingkat nasional backlog mencapai sekitar 11,4 juta unit, lalu pertumbuhan permintaan sekitar 800 ribu unit per tahun. Untuk di Jawa Barat, backlog hunian ditaksir sekitar 2,5 juta unit. "Padahal, kemampuan pasokan para pengembang properti berkisar 400-500 ribu unit per tahun," ujarnya.

Dalam kaca mata pengamat bisnis properti, Panangian Simanungkalit, sampai dengan akhir tahun 2019, permintaan rumah tapak bakal meningkat berkisar 6-8% dibandingkan dengan tahun lalu.

“Kapitalisasi pasar perumahan sampai dengan akhir tahun 2019 saya perkirakan berkisar Rp 110-120 triliun,” papar dia.

Melihat tingginya kebutuhan akan hunian, pemerintah sejak tahun 2015 mencanangkan Program Sejuta Rumah (PSR). Lewat program itu pemerintah menggulirkan dana subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Salah satu dana subsidi yang digulirkan pemerintah adalah melalui kredit pemilikan rumah (KPR) berskema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Sejak 2010 hingga 24 Agustus 2019, penyaluran subsidi melalui KPR berskema FLPP jumlahnya mencapai Rp 41,94 triliun untuk 631.122 rumah.

Sepanjang rentang empat tahun terakhir, 2015-2018, pemerintah mengklaim bahwa torehan PSR terus meningkat setiap tahunnya. Pada 2015, disebutkan bahwa PSR merealisasikan sebanyak 699.770 unit. Lalu, tahun 2016 (805.169 unit), 2017 (904.758 unit), dan 2018 (1.132.621 unit). Untuk 2019, pemerintah menargetkan pembangunan 1,25 juta rumah.

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Khalawi A Hamid pernah mengatakan, tantangan kedepan antara lain adalah ketersediaan lahan di kawasan strategis. Terutama, untuk membangun rumah terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Salah satu cara mengatasi hal itu misalnya dengan membangun rumah susun (rusun) dekat dengan stasiun kereta atau transit oriented development (TOD). Lalu, membangun rusun dengan kombinasi pasar seperti Rusun Pasar Rumput, Jakarta setinggi 25 lantai berjumlah tiga menara.



Sumber:Investor Daily


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Mardani H Maming Berharap Mahasiswa UI Termotivasi Jadi Pengusaha Muda

Mardani banyak memberikan motivasi, tips untuk bisa menjadi pengusaha dan juga banyak membahas peluang perekonomian Indonesia ke depan.

EKONOMI | 26 Agustus 2019

BPOM Dorong Obat Tradisional Tembus Pasar Global

BPOM terus mendorong percepatan pengembangan obat tradisional Indonesia agar semakin dikenal dan diterima di pasar global

EKONOMI | 26 Agustus 2019

Garap Pasar Pendingin Kereta, Perusahaan Malaysia Gandeng INKA

Kesepakatan lisensi ini merupakan yang pertama kalinya bagi kedua negara.

EKONOMI | 26 Agustus 2019

Sinergi dan Inovasi Antarkan PTPP Raih Predikat Industry Leader

PTPP menekankan pentingnya pengembangan kompetensi, kreativitas, inovasi dan sinergi antar lini bisnis.

EKONOMI | 26 Agustus 2019

United Tractors Revisi Turun Target Penjualan Alat Berat

Menurut Direktur United Tractors Iman Nurwahyu prospek penjualan alat berat masih menantang pada 2019. Karena itu perseroan merevisi.

EKONOMI | 26 Agustus 2019

Wika Gedung Gaet Kontrak Pembangunan Stadion BMW

WIKA Gedung Tbk meraih kontrak pekerjaan jasa konstruksi rancang dan bangun pembangunan Stadion BMW.

EKONOMI | 26 Agustus 2019

Petrokimia Gresik Jajaki Peluang Ekspor ke Laos

Petrokomia Gresik mampu mendukung kebutuhan produk sektor pertanian di Laos.

EKONOMI | 26 Agustus 2019

Bursa Pasar Fisik Timah Dorong Perekonomian Bangka Belitung

Gubernur Bangka Belitung resmikan bursa pasar fisik timah BBJ dan KBI di gudang BGR Logistic.

EKONOMI | 26 Agustus 2019

Bandara Kelolaan AP II Dukung Pengembangan Ibu Kota Baru

AP II saat ini mengelola bandara Tjilik Riwut dan Supadio di Pulau Kalimantan.

EKONOMI | 26 Agustus 2019

Trans Icon Surabaya Bidik Konsumen Milenial

Sejauh ini pembeli untuk dua tower apartemen Trans Icon berimbang antara pengguna langsung (end user) dan investor.

EKONOMI | 26 Agustus 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS