BEI Targetkan 1.000 Investor Saham di Banjarmasin

BEI Targetkan 1.000 Investor Saham di Banjarmasin
Ilustrasi IHSG (Foto: Antara/Wahyu Putro A)
/ WBP Minggu, 13 Desember 2015 | 08:18 WIB

Banjarmasin- PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Banjarmasin menargetkan 1.000 investor pada tahun depan seiring dengan pelaksanaan program "Yuk Nabung Saham".

Kepala Kantor Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan Banjarmasin Wira Adibrata di Banjarmasin, Minggu (13/12) mengatakan bahwa program tersebut untuk mengedukasi masyarakat. Melalui program tersebut, BEI berharap mampu mengampanyekan sadar berinvestasi sejak dini kepada masyarakat Banua.

"Program 'Yuk Nabung Saham' ini memudahkan masyarakat untuk memulai membeli saham dengan harga terjangkau dan dengan cara mencicil. Ini akan kami sosialisasikan agar masyarakat Banua bisa menikmati berinvestasi di pasar modal," katanya.

Dia mengatakan, target BEI Banjarmasin bisa merangkul sedikitnya 1.000 investor pada tahun 2016. "Kami akan gandeng semua pemangku kepentingan untuk bersama-sama mengedukasi masyarakat sadar berinvestasi. Jangan membiasakan hidup komsumtif. Mulai sisihkan dana untuk masa depan," paparnya.

Target tersebut, kata dia, juga mengacu pada pertumbuhan investor saham di Kalimantan Selatan, yang juga terus mengalami pertumbuhan positif. Posisi November 2015, jumlah masyarakat Kalimantan Selatan yang berinvestasi di Pasar Modal mencapai 2.778 investor. "Minat masyarakat Banjarmasin untuk belajar berinvestasi saham terus meningkat. Misalnya, per November 2015, jumlah investor bertambah 90 orang," katanya.

Menurut Adi, mulai banyaknya masyarakat Banua membuka rekening saham dibarengi dengan sosialisasi yang terus dilakukan, baik di kampus-kampus maupun di kalangan masyarakat umum. Selain itu, juga literasi keuangan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta peran serta sekuritas atau persusahaan efek di Banjarmasin juga memberikan kontribusi besar atas terus meningkatnya tingkat pemahaman masyarakat akan investasi di pasar modal. "Peminat Kelas saham yang kami laksanakan setiap Rabu juga banyak peminatnya," imbuhnya.

Sementara itu, jika dihitung berdasarkan cakupan provinsi, Kalsel berada di urutan 18 dari 30 provinsi yang terdata dengan rata-rata nilai transaksi harian Rp 8,7 miliar. "Memang jumlah investor dan nilai transaksi masih didominasi masyarakat Banjarmasin. Kita akan sosialisasi ke kabupaten-kabupaten sehingga informasi tentang pasar modal bisa lebih merata," katanya.

Sumber: ANTARA