Logo BeritaSatu

Masyarakat Harus Paham High Risk High Return dalam Investasi

Kamis, 17 November 2022 | 21:19 WIB
Oleh : Herman / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Center of Digital Economy and SMEs Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eisha M Rachbini mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam memilih instrumen investasi.

Menurut Eisha, jangan langsung tergiur dengan penawaran investasi yang menjanjikan keuntungan tinggi dalam waktu singkat. Harus diingat prinsip bahwa semakin tinggi tingkat pengembaliannya, maka risiko dari investasi tersebut juga akan semakin besar.

Advertisement

“Dalam berinvestasi, kita harus memahami teori high risk high return. Artinya semakin tinggi tingkat pengembaliannya, resikonya juga akan semakin tinggi. Ini yang terkadang tidak dipahami masyarakat. Langsung tergiur dengan janji untung yang tinggi, tetapi tidak melihat ada risiko yang bisa saja ditanggungnya,” kata Eisha kepada Beritasatu.com, di Jakarta, Kamis (17/11/2022).

Eisha mengatakan, penting sekali masyarakat memahami produk-produk keuangan dan investasi, sehingga tidak mudah tergiur penawaran investasi yang menjanjikan keuntungan tinggi dalam waktu singkat.

“Terkait literasi keuangan masyarakat, sebenarnya ada beberapa poin. Mulai dari harus tahu tentang produk keuangannya, jenis-jenisnya, manfaatnya, dan tentu saja resikonya. Jadi pemahamannya harus luas, tidak sekedar melihat untungnya saja,” kata Eisha.

Hal yang sama juga berlaku ketika ingin meminjam uang di platform pinjaman online (pinjol). Harus dipahami bagaimana aturan bunganya dan juga jangka waktunya. Yang juga sangat penting, harus dipastikan pinjol tersebut legal atau terdaftar dan memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sementara, ekonom Indef Nailul Huda juga menyampaikan, agar masyarakat tidak terjerat penawaran investasi bodong, hal utama yang harus diperhatikan yakni investasi tersebut harus legal dan logis.

“Penting sekali untuk melihat legalitas dari sebuah investasi. Jangan sampai tergiur dengan keuntungan yang tidak logis. Maka legal dan logis menjadi kunci untuk berinvestasi,” kata Nailul Huda.

Huda juga mengingatkan, jangan menggunakan dana hutang apabila ingin berinvestasi, terlebih investasi yang resikonya tinggi. Apalagi meminjam di pinjaman online (pinjol) bunganya cukup tinggi, walaupun proses administrasinya lebih mudah.

"Jadi harus diperhatikan kebutuhan dan kemampuan pembayaran dalam meminjam uang di pinjol,” pesan Huda.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Harga Beras Naik, Minyakita Langka di Sukabumi

Masyarakat keluhkan kenaikan beberapa bahan pokok penting, beras mahal, dan minyak goreng langka di Pasar Semi Modern (PSM) Cibadak

EKONOMI | 4 Februari 2023

Hippindo Tanggapi Fenomena Banyak Gerai Ritel Modern Tutup

Hippindo ikut bersuara terkait fenomena tutupnya sejumlah gerai ritel modern, termasuk tujuh gerai Transmart ditutup permanen.

EKONOMI | 4 Februari 2023

Satu Demi Satu Gerai Ritel Besar Tutup, Pertanda Sunset?

“Saya melihat ini karena siklus bisnis saja, ada saatnya lesu dan ada saatnya naik,” kata Eisha M. Rachbini kepada Beritasatu.com.

EKONOMI | 4 Februari 2023

Apakah AI Berbahaya bagi Manusia? Ini Kata Founder Prosa.ai

Teguh Eko Budiarto, CEO Prosa.ai, mengatakan skenario AI lepas kendali bisa saja terjadi, tetapi kecil kemungkinannya.

EKONOMI | 4 Februari 2023

Beras Medium 5 Kg Tangerang Mulai Hilang, Kualitas Jelek

Di Pondok Aren, beras medium ukuran 10 kilogram dan 5 kilogram sudah tidak dijual karena kelangkaan stok dari gudang.

EKONOMI | 4 Februari 2023

Langka, Harga Beras di Ciledug Naik Gila-gilaan

Hampir semua jenis beras mengalami kenaikan lebih dari separuh harga normal. Harga beras per karung 50 kg semula Rp 300.000, naik menjadi Rp 630.000.

EKONOMI | 4 Februari 2023

Bangun Laboratorium, IDSurvey Perluas Pasar ke Pontianak

IDSurvey meresmikan kantor dan laboratorium Sucofindo cabang Pontianak sebagai komitmen mendekatkan holding kepada pelanggan.

EKONOMI | 4 Februari 2023

Harga Bawang Merah di Tegal Melambung hingga Tembus Rp 40.000 Per Kg

Harga bawang merah di Tegal, Jawa Tengah naik bahkan menembus Rp 40.000 per kilogram atau melampaui harga acuan Kemendag yakni Rp 32.000 per kg. 

EKONOMI | 4 Februari 2023

Jelang Pemilu 2024, Minat IPO di BEI Tetap Tinggi

Sejak awal tahun hingga memasuki Februari 2023, sebanyak 11 perusahaan baru tercatat masuk Bursa Efek Indonesia (BEI).

EKONOMI | 4 Februari 2023

Dalam Seminggu, IHSG Menguat 0,18%, Kapitalisasi Naik Tipis

IHSG mengalami peningkatan selama periode tanggal 30 Januari sampai dengan 3 Februari 2023, yaitu sebesar 0,18% menjadi 6.911,732 dari 6.898,981.

EKONOMI | 4 Februari 2023


TAG POPULER

# Transmart


# Perayaan dan Sejarah Cap Go Meh


# Mutasi Perwira


# Kawasan Halal di Jakarta


# Eliezer


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Cuaca Buruk, Nelayan Hilang di Perairan Laut Karawang

Cuaca Buruk, Nelayan Hilang di Perairan Laut Karawang

NEWS | 7 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE