Logo BeritaSatu

BPJS Ketenagakerjaan Waspadai Potensi PHK di Tiga Sektor

Minggu, 20 November 2022 | 18:51 WIB
Oleh : Prisma Ardianto / FER

Jakarta, Beritasatu.com - BPJS Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek tengah mencermati potensi gelombang PHK (pemutusan hubungan kerja) di sektor garmen, tekstil, dan alas kaki. Tingkat kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di tiga sektor ini mulai menyusut sejak Agustus 2022.

Direktur Kepesertaan BP Jamsostek, Zainudin mengatakan, penambahan jumlah peserta sudah lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Lebih spesifik kepesertaan di segmen peserta bukan penerima upah (BPU) atau pekerja informal di tahun 2021 tumbuh 32% dan kembali tumbuh 67% sampai Oktober 2022.

Advertisement

Namun demikian, dia mengakui, potensi resesi global tahun depan menjadi suatu hal yang tengah dicermati BP Jamsostek. Khususnya dampak terhadap grup sektor seperti garmen, tekstil, dan alas kaki yang secara kepesertaan sempat tumbuh 6% periode Januari-Juli 2022.

"Cuma mulai Agustus, September, Oktober 2022 turun, turunnya pun belum jauh masih sekitar 2,6%. Kami akan cermati terus apa yang terjadi, apakah ada gelombang PHK disini? Dan ini memang bagian dari proses antisipasi," kata Zainudin, Minggu (20/11/2022).

Sementara, Direktur Utama BP Jamsostek Anggoro Eko Cahyo mengatakan, tim di cabang akan secara proaktif menindaklanuti klaim jika terjadi PHK massal.

"Berapapun nilai klaim yang diajukan, mereka sekarang tidak harus ke cabang. Apalagi kalau PHK di perusahaan ada beberapa (orang), biasanya sekaligus secara kumulatif itu dibantu oleh cabang setempat agar memudahkan," kata dia.

Anggoro menambahkan, pengajuan layanan klaim di BP Jamsostek kini sudah semakin mudah. dirasakan peserta. Tercermin dari pengajuan klaim langsung ke cabang yang kini tersisa 15%, sedangkan sisanya 85% sudah terlayani secara digital.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan, gelombang PHK ini berpotensi berlanjut akibat potensi resesi global di tahun depan. Proyeksi ekonomi global sendiri susut dari tahun ini sebesar 3,2% menjadi 2,9% untuk tahun 2023. Imbasnya, para pelaku usaha mengalami kecemasan (scaring effect) untuk melakukan investasi maupun ekspansi bisnis.

"Kalau tidak ada ekspansi maka berpotensi kepesertaan kita tidak meningkat signifikan. Karena PU (penerima upah) stagnan. Dampak lainnya tentu saja ada PHK, indeks PMI turun terus, tidak ada yang beli dan produksi sehingga rantai pasok berhenti, maka angka pengangguran meningkat," kata Anggoro.

Jika angka pengangguran meningkat, maka kepesertaan khususnya segmen PU berpeluang menyusut dan berpindah menjadi peserta BPU. Hal ini perlu diantisipasi dengan mengoptimalkan program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) agar pekerja tetap mendapat jaminan sosial.

Dampak lain dari resesi global adalah peningkatan JHT dan JKP karena PHK. Klaim akibat PHK sendiri telah menyumbang sekitar 30% dari total klaim JHT. Di sisi lain, kemampuan bayar iuran peserta diprediksi turut terpukul sehingga perlu antisipasi-antisipasi lebih lanjut, misalnya dengan kembali memberikan relaksasi pembayaran iuran sampai dukungan pemerintah melalui bantuan subsidi upah (BSU).



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Daewoong Percepat Ekspansi Global Pertumbuhan Obat Gerd Fexuprazan

Fexuprazan dari Daewoong Pharmaceutical menarik perhatian sebagai pendobrak di pasar pengobatan global penyakit refluks gastroesofageal (Gerd).

EKONOMI | 31 Januari 2023

Pemerintah Diminta Atasi Kelangkaan Minyak Goreng Subsidi

Pemerintah diminta segera mengambil langkah tegas untuk menindak minyak goreng subsidi merek Minyak Kita yang semakin langka serta melebihi HET.

EKONOMI | 31 Januari 2023

Rektor UI Sarankan Kebijakan Ekonomi Berbasis Game Theory

Rektor Universitas Indonesia (UI) Ari Kuncoro mengatakan, pemerintah bisa mengaplikasikan game theory dalam menjalankan kebijakan ekonomi.

EKONOMI | 30 Januari 2023

Airlangga Pede Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh 5,3 Persen

Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyatakan, ekonomi Indonesia bisa tumbuh 5,3 persen year on year (yoy) jika konsumsi domestik terjaga.

EKONOMI | 30 Januari 2023

Mudahkan Nasabah, Blu by BCA Digital Terkoneksi MRT Jakarta

Blu by BCA Digital menjalin kerja sama dengan PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta untuk memperluas layanan Bank as a Service (BaaS).

EKONOMI | 30 Januari 2023

BI Pastikan Proof of Concept Rupiah Digital Terbit Juli 2023

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, Bank Indonesia sudah melakukan pertemuan dengan pemain-pemain potensial untuk menjadi wholesaler rupiah digital.

EKONOMI | 30 Januari 2023

Cegah Kelangkaan, Pemerintah Siapkan 450.000 Ton Minyak Goreng Minyakita

Mendag Zulkifli Hasan mengatakan penambahan stokminyak goreng curah Minyakita ini dilakukan dengan melibatkan sekitar 30 produsen.

EKONOMI | 30 Januari 2023

Kemenaker Harap Anak Muda Berkontribusi dalam Pembangunan Ekonomi

Muchammad Yusuf selaku Chief Pusat Pasar Kerja mengatakan sebanyak 70 persen angkatan kerja di Indonesia diisi oleh generasi muda.

EKONOMI | 31 Januari 2023

Pengesahan RUU PPRT Beri Kepastian Hukum Pekerja Rumah Tangga

Kemen PPPA menilai RUU PPRT dapat memberikan kepastian hukum serta kejelasan tugas dan tanggung jawab pekerja, pemberi kerja serta penyalur tenaga kerja.

EKONOMI | 30 Januari 2023

Kemenaker Ungkap Alasan Penetapan RUU PPRT Perlu Dipercepat

Kemenaker menegaskan pentingnya percepatan pengesahan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT) sebagai undang-undang (UU).

EKONOMI | 30 Januari 2023


TAG POPULER

# Serial Killer


# Mahasiswa UI Ditabrak


# Tukang Becak Bobol BCA


# Biaya Haji 2023


# Pembunuhan di Depok


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Hamil Anak Song Joong Ki, Ini Profil Katy Louise Saunders

Hamil Anak Song Joong Ki, Ini Profil Katy Louise Saunders

LIFESTYLE | 7 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE