Logo BeritaSatu

Aset Kripto Masih Jadi Idola Investasi Jangka Panjang

Selasa, 22 November 2022 | 13:06 WIB
Oleh : Indah Handayani / WBP

Jakarta, Beritasatu.com- Aset kripto masih menjadi investasi jangka panjang yang menjanjikan. Untuk mencari aset yang menjanjikan di masa depan ada beberapa hal yang harus diperhatikan investor.

Chief Technology Officer (CTO) Indodax William Sutanto menyebut investor perlu memilih aset kripto dengan bijak melalui riset mendalam (deep research) yang punya peluang di masa depan. "Fokus pada investasi jangka panjang, mengamankan aset, memilih token dengan fundamental baik dan jelas sehingga bisa memprediksi masa depan kripto yang akan dibeli," ungkap William, Selasa (22/11/2022).

Advertisement

Selain itu, atra dia, gunakan exchange yang terpercaya dan berlisensi. “Market bearish hanya siklus yang tidak akan berlangsung lama," kata dia.

Menurut William, pandangan yang menyebut aset kripto adalah aset jangka pendek adalah kurang tepat. "Jika kita jeli melihat peluang dan mempelajari whitepaper dari project-project tersebut cukup banyak proyek yang bagus dan worth untuk disimpan dalam jangka panjang," ujar William.

William mengaku awalnya dirinya tidak sadar pernah membeli Ethereum. Berawal dari FOMO setelah mendengar kabar Co-Founder Ethereum, Vitalik Buterin menjual 3.000 ETH, pria ini iseng membuka email lama yang dia gunakan saat awal masuk ke dunia aset kripto.

Saat mengecek email lama, tidak disangka ternyata dia sempat membeli pre-sale Ethereum pada 2014 sebanyak 500 ETH yang masih tersimpan di wallet lama. Kini, 500 ETH yang dibelinya seharga US$ 150 telah mengendap menjadi Rp 9,8 miliar.

"Saya sangat terkejut dan baru teringat bahwa saya pernah memiliki total 500 Ethereum di wallet yang sudah lama tidak pernah saya buka lagi dan menghabiskan waktu berjam-jam untuk membukanya. Aset kritpo Ethereum yang saya peroleh adalah Ethereum yang saya beli saat presale via initial coin offering (ICO) pada tahun 2014 lalu," jelas William.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

2023, Sektor Properti Masih Andalan Pertumbuhan Ekonomi

Sektor properti masih akan menjadi salah satu kontributor utama perekonomian Indonesia di tahun 2023 yang diproyeksikan tumbuh 5%.

EKONOMI | 31 Januari 2023

Minyakita di Ibu Kota Mulai Langka dan Harganya Meroket

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengatakan akan mencukupi kebutuhan pasar dengan meningkatkan pasokan dari 300.000 ton per bulan menjadi 450.000 ton.

EKONOMI | 31 Januari 2023

Baidu Siapkan Pesaing ChatGPT OpenAI

Raksasa mesin pencari Tiongkok Baidu berencana untuk meluncurkan layanan chatbot kecerdasan buatan yang mirip dengan ChatGPT OpenAI.

EKONOMI | 31 Januari 2023

Pelindo Jajaki Pengapalan Langsung Pelabuhan Belawan ke India

Pelindo bersama konsorsium INA menjajaki pengapalan langsung dari Pelabuhan Belawan, ke India.

EKONOMI | 31 Januari 2023

OJK Ingatkan Masyarakat Hati-hati jika Buka Link di WhatsApp

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB mengimbau kepada masyarakat agar tidak asal mengklik link yang dikirimkan melalui WhatsApp.

EKONOMI | 31 Januari 2023

Rupiah Hari Ini 31 Januari 2023 Melemah di Awal Perdagangan

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini Selasa (31/1/2023) pagi melemah.

EKONOMI | 31 Januari 2023

IHSG Hari Ini 31 Januari 2023 Terkoreksi di Awal Sesi

IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan hari ini Selasa (31/1/2023) dibuka melemah di tengah negatifnya bursa saham AS.

EKONOMI | 31 Januari 2023

Ekspansi Usaha, GNA Group Kembangkan Golden Kencana

GNA Group tetap melakukan ekspansi usaha di tengah banyaknya tekanan industri properti, mulai dari naiknya suku bunga acuan hingga ancaman resesi global.

EKONOMI | 31 Januari 2023

Konsep Eco Green Diusung Astra Land di Proyek Township Cikupa

Astra Land Indonesia melalui anak usahanya, PT Lazuli Karya Sarana mengutamakan prinsip pelestarian lingkungan hidup dalam pembangunan township di Cikupa.

EKONOMI | 31 Januari 2023

Bumi Serpong Damai Catat Pra-Penjualan Rp 8,8 Triliun

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), atau BSD emiten properti bagian kelompok Sinar Mas Land membukukan pra-penjualan sebesar Rp 8,8 triliun.

EKONOMI | 31 Januari 2023


TAG POPULER

# Serial Killer


# Mahasiswa UI Ditabrak


# Tukang Becak Bobol BCA


# Biaya Haji 2023


# Pembunuhan di Depok


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Kasus Brigadir J, Kubu Kuat Ma ruf Nilai Replik Jaksa Tidak Mampu Buktikan Fakta Hukum

Kasus Brigadir J, Kubu Kuat Ma'ruf Nilai Replik Jaksa Tidak Mampu Buktikan Fakta Hukum

NEWS | 22 detik yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE