ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

ITB: Sektor Transportasi Berkontribusi Sebesar 46% terhadap Polusi Udara

Penulis: BeritaSatu | Editor: CAH
Rabu, 23 November 2022 | 00:20 WIB
Ilustrasi polusi udara Jakarta.
Ilustrasi polusi udara Jakarta. (BeritaSatu Photo/Joanito De Saojoao)

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Kelompok Keahlian Pengelolaan Udara dan Limbah Institut Teknologi Bandung (ITB) Puji Lestari mengatakan sektor transportasi berkontribusi sebesar 46 persen terhadap polusi udara lantaran menghasilkan partikel berukuran kurang dari 2,5 mikrometer atau PM 2,5 di Jakarta.

"Dalam kajian kami sebelumnya, sektor transportasi punya peran sekitar 46 persen terhadap emisi PM 2,5 di Jakarta. Jadi, sektor transportasi mempunyai peran yang sangat penting, kontribusinya cukup besar terhadap polusi udara di Jakarta," ujar Puji Lestari di Jakarta, Selasa (22/11/2022).

Puji menjelaskan polusi udara PM2,5 tersebut juga memiliki asosiasi yang erat dengan dampak pencemaran udara terhadap kesehatan yang bisa menyebabkan paru-paru menjadi rusak.

ADVERTISEMENT

Berbagai studi terkait pengukuran emisi terus dilakukan--lantaran data yang tersedia saat ini sangat lemah- salah satunya melalui remote sensing technology atau teknologi penginderaan jauh untuk mengidentifikasi emisi yang dihasilkan kendaraan bermotor.

Studi itu dilakukan oleh TRUE Initiative bersama ITB yang didukung Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Puji menuturkan pihaknya mengidentifikasi 187.000 kendaraan yang tersebar pada 15 jalan tol di Jakarta, tiga koridor bus TransJakarta, dua residensial, dan satu rest area dengan durasi studi terhitung sejak Januari sampai April 2021.

"Kami ukur dengan jumlah yang cukup baik secara statistik karena jumlahnya ada 187.000 kendaraan," terang Puji.

Data identifikasi kendaraan tersebut didominasi oleh kendaraan penumpang dengan angka mencapai 93.000 unit.

Kendaraan diesel, seperti bus, truk, heavy duty truck dan light duty truck memiliki median NOx emisi yang tertinggi sekitar 13 sampai 14 kali dibandingkan kendaraan penumpang berbahan bakar bensin dan taksi.

Peneliti International Council on Clean Transportation (ICCT) Aditya Mahala mengatakan implementasi bahan bakar berstandar Euro II efektif menurunkan emisi, yakni NOx 94 persen, karbon oksida 77 persen, hidro karbon 72 persen.

Sementara itu, implementasi Euro II tidak berdampak signifikan terhadap penurunan emisi kendaraan diesel, yakni NOx 45 persen, karbon oksida 20 persen, dan hidro karbon 18 persen.

"Kami coba dorong melalui studi itu supaya pemerintah bisa mengembangkan kebijakan terkait penerapan standar emisi yang lebih bersih," pungkas Aditya.



Bagikan

BERITA TERKAIT

Dokter Spesialis Anak: Polusi Udara Dapat Sebabkan Stunting

Dokter Spesialis Anak: Polusi Udara Dapat Sebabkan Stunting

LIFESTYLE
PLTU Batu Bara Sumber Polusi, PLN Didesak Cari Solusi

PLTU Batu Bara Sumber Polusi, PLN Didesak Cari Solusi

NASIONAL
Mahasiswa ITB Jadi Joki Tes CPNS di Lampung, Kampus Siapkan Sanksi Berat

Mahasiswa ITB Jadi Joki Tes CPNS di Lampung, Kampus Siapkan Sanksi Berat

NUSANTARA
PLTU Masih Sumbang Polutan, Efektivitas Scrubber Dipertanyakan

PLTU Masih Sumbang Polutan, Efektivitas Scrubber Dipertanyakan

NASIONAL
Turunkan Emisi, Indonesia Buka Skema Perdagangan Karbon

Turunkan Emisi, Indonesia Buka Skema Perdagangan Karbon

NASIONAL
Polusi Udara New Delhi Kategori Berbahaya, Warga Mulai Gunakan Masker

Polusi Udara New Delhi Kategori Berbahaya, Warga Mulai Gunakan Masker

INTERNASIONAL

BERITA TERKINI

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT