Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Menko Airlangga: Peran Presiden Jokowi Kunci Sukses Presidensi G-20

Rabu, 23 November 2022 | 20:56 WIB
Oleh : Arnoldus Kristianus / FER
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat hadir sebagai bintang tamu dalam "Obrolan Malam Fristian" di BTV, Rabu, 23 November 2022.

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky turut memperkuat posisi Indonesia sebagai Presidensi G-20.

"Jadi justru disitu leadership Indonesia bisa menunjukan bahwa kita ajak semua berbicara. Indonesia inklusif dalam kepemimpinan, sehingga ini yang membuat mereka (anggota G-20) mendorong agar Indonesia bisa berperan,” ucap Airlangga Hartarto dalam program "Obrolan Malam Fristian" di BTV, Rabu (23/11/2022).

Airlangga mengungkapkan, dari pertemuan Presiden Jokowi dengan Presiden Zelenskyy berdampak pada pembukaan akses terhadap Ukraina. Sedangkan dalam pertemuan Presiden Jokowi dengan Presiden Putin turut membahas mengenai akses terhadap pupuk.

"Dengan dua pertemuan tersebut negara G-7 sangat mengapresiasi. Prinsipnya kita tidak bisa bicara Ukraina tanpa ada Ukraina, tidak bisa bicara Rusia tidak dengan Rusia,” kata Airlangga.

Menurut Airlangga, konflik antara Rusia dan Ukraina turut berpengaruh ke rantai pasok global yang berdampak pada krisis pangan dan energi. "Tidak hanya itu, konflik antara dua negara tersebut juga berdampak pada kerugian finansial," imbuhnya.

Airlangga mengatakan, kondisi kerugian finansial bukan hanya karena perang namun juga sudah terjadi sejak terjadi pandemi Covid-19.

"Ini saja 30 negara masuk penanganan IMF. Kalau ditambah lagi,IMF enggak tahan juga. Kondisi juga diperburuk oleh negara-negara penghasil minyak atau OPEC yang memotong produksi dua juta barel minyak per hari, sehingga banyak negara makin sulit,” kata Airlangga.

Meskipun terjadi gejolak perekonomian global, Airlangga optimistis Indonesia masih memiliki perekonomian yang resilien. Hal ini terjadi karena beberapa faktor. Pertama, produksi pangan Indonesia relatif baik yaitu 1 juta ton beras setiap tahun. Kedua, terkait pupuk urea yang sudah diekspor dua juta ton.

"Kalau bahan baku yang diproduksi di Belarusia kita bisa dapatkan dari Kanada atau Yordania sehingga diversifikasinya bisa kita jaga,” kata Airlangga.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: Investor Daily


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI