Logo BeritaSatu

Sri Mulyani: SiLPA Jadi Amunisi Hadapi Ketidakpastian

Jumat, 25 November 2022 | 08:52 WIB
Oleh : Triyan Pangastuti / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah memastikan bakal memanfaatkan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai bantalan fiskal menghadapi ketidakpastian di tahun depan.

Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemanfaatan SILPA juga sebagai salah satu strategi dalam melaksanakan upaya konsolidasi untuk menyehatkan kondisi keuangan negara.

Advertisement

"Strategi kita menghadapi kewaspadaan 2023 memang akan mengakumulasi SiLPA yang cukup signifikan karena faktor pembiayaan tahun 2023 yang karena ada volatilitas," ujarnya dalam konferensi pers APBN, Kamis (24/11/2022).

Volatilitas yang berpotensi meningkat di tahun depan sehingga perlu diminimalkan risikonya melalui kemampuan untuk menjaga cash buffer.

Adapun hingga Oktober 2022, SiLPA APBN tercatat sebesar Rp 270,4 triliun. Nilai tersebut turun dari posisi September 2022 yang sebesar Rp 490,7 triliun.

"Ini yang sedang kita lakukan sampai dengan akhir tahun. Jadi nanti kalau melihat SiLPA itu agak besar, itu memang by design kita mencoba mengelola risiko bagi tahun anggaran selanjutnya," lanjut Sri Mulyani.

Sebagaimana diketahui, pemanfaatan SiLPA telah dilakukan pemerintah sejak pandemi covid-19. Dana SILPA digunakan untuk memenuhi kebutuhan anggaran dalam program Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN).

Sejalan dengan optimalisasi SiLPA, kebutuhan pembiayaan anggaran melalui utang turut juga menurun.

Lantaran hingga Oktober 2022, pembiayaan utang yang dilakukan pemerintah tercatat mengalami penurunan signifkan hingga 21,7% dibandingkan dengan Oktober 2021, dari Rp646 triliun menjadi Rp 506 triliun.

"Pembiayaan utang mengalami penurunan sangat tajam. Ini berarti APBN makin sehat sebab kita mulai bisa lakukan konsolidasi dan menyehatkan kembali APBN," ucap Sri Mulyani.

Realisasi pembiayaan utang itu berasal dari penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) neto yang tercatat telah mencapai Rp500,3 trilun, lebih rendah 25,2% dari realisasi periode yang sama di tahun lalu sebesar Rp668,7 triliun.

Penurunan juga terjadi pada pembiayaan utang yang berasal dari pinjaman. Pada Oktober 2022 nilainya tercatat sebesar Rp5,7 triliun, atau 125,2% lebih rendah dari periode yang sama di 2021 senilai Rp325,8 triliun.

"Kita berharap bahwa tren ini masih akan kita jaga supaya konsolidasi fiskal betul-betul bisa berjalan," tandas Sri Mulyani.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Ramai Peminat, Kuota SBN Ritel Seri SBR012 Ditambah Jadi Rp 15 T

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menambah kuota pemesanan SBN ritel seri SBR012 dari Rp 10 triliun menjadi Rp 15 triliun.

EKONOMI | 29 Januari 2023

Bapanas Tugaskan Bulog Jual Beras Medium ke Ritel Modern

Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi mengatakan, langkah ini sesuai arahan Presiden Jokowi dalam rangka stabilisasi harga beras di tingkat konsumen.

EKONOMI | 29 Januari 2023

Keketuaan ASEAN 2023 Jaga Stabilitas Episentrum Ekonomi

ASEAN dapat menjadi episentrum atau pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan sekitar dan level global.

EKONOMI | 29 Januari 2023

Minyak Goreng Minyakita Sudah Mulai Menghilang di Pasaran

Sejumlah pedagang pun mulai mengeluhkan hilangnya Minyakita di pasaran, lantaran minyak goreng murah program pemerintah itu laris diburu masyarakat.

EKONOMI | 29 Januari 2023

Bahaya Vape Mengincar, Mendag Kendalikan Impor Alat Pendukungnya

Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan melakukan pengendalian impor vape dan alat penunjang lainnya.

EKONOMI | 29 Januari 2023

Minyakita dan Curah di Makassar Langka Sepekan Terakhir

Minyak goreng (migor) subsidi dengan merek Minyakita, mulai langka di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) sepekan terakhir.

EKONOMI | 29 Januari 2023

Jobubu Jarum Minahasa Bidik Laba & Pendapatan Naik 50%

PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk (BEER) optimistis pada 2023 pendapatan dan laba tumbuh hingga 50%.

EKONOMI | 29 Januari 2023

Waskita Catat Kontrak Baru Rp 20 Triliun, Mayoritas dari IKN

PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) membukukan nilai kontrak baru (NKB) sebesar Rp 20,23 triliun sampai akhir tahun 2022.

EKONOMI | 29 Januari 2023

Sandiaga Uno Dorong UMKM Manfaatkan TikTok untuk Jualan

Menurut Sandiaga, saat ini banyak platform digital atau media sosial yang mampu mendorong produk pelaku ekraf dan UMKM naik kelas. Salah satunya TikTok

EKONOMI | 29 Januari 2023

Dituduh Manipulasi Saham, Orang Terkaya Asia Ini Kehilangan Rp 700 T

Aset orang terkaya di Asia Gautam Adani jatuh lebih dari US$ 50 miliar setelah dituduh memanipulasi saham oleh Hindenburg Research.

EKONOMI | 29 Januari 2023


TAG POPULER

# Serial Killer


# Mahasiswa UI Ditabrak


# Tukang Becak Bobol BCA


# Biaya Haji 2023


# Pembunuhan di Depok


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Serie A Liga Italia: AC Milan Digebuk Sassuolo di San Siro

Serie A Liga Italia: AC Milan Digebuk Sassuolo di San Siro

BOLA | 5 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE