Logo BeritaSatu

UMKM Kuliner Tumbuh Lebih Cepat di Platform Daring

Jumat, 25 November 2022 | 12:07 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Jakarta, Beritasatu.com- Berjualan melalui platform online food delivery (OFD) terbukti memperluas jangkauan ke pelanggan dan menambah jumlah pesanan, sehingga meningkatkan omzet UMKM. Pelaku UMKM kuliner tetap mengalami keuntungan secara finansial 97,7% dan omzetnya tetap naik 93,3%.

“Platform digital OFD terbukti mempercepat pertumbuhan penjualan UMKM hingga 1,9 kali lipat dibandingkan hanya berjualan secara offline. Lebih dari 95% UMKM menilai kemitraan dengan skema biaya layanan (komisi) tetap menguntungkan dan memberikan nilai tambah sehingga dinilai sepadan dengan biaya yang dikeluarkan,” ujajr CEO dan Founder Alvara Research, Hasanuddin Ali, di Jakarta, Kamis (24/11/2022).

Hasan mengungkap hasil penelitian bertema Digitalisasi UMKM: Dampak Platform Digital terhadap UMKM Kuliner” yang dilakukan oleh Alvara Research Center. Penelitian ini menyoroti secara mendalam tentang peran layanan OFD sebagai katalis digitalisasi UMKM dan dampaknya terhadap bisnis mereka.

Hasanuddin Ali menjelaskan, UMKM kuliner termasuk salah satu sektor terbesar yang ada di Indonesia, dengan kontribusi sekitar 41 persen dari total PDB sektor ekonomi kreatif.

“Namun, persaingan di sektor kuliner saat ini cukup ketat sebagai dampak dari barrier to entry yang rendah. Oleh karena itu, pengusaha UMKM kuliner butuh berbagai upaya untuk mengembangkan usahanya seperti melalui operasional bisnis yang lebih efisien serta jangkauan ke pelanggan yang lebih luas. Berjualan online melalui kemitraan dengan platform OFD menjadi solusi yang tepat,” paparnya.

Dalam penelitian tersebut, Alvara menemukan berbagai fakta menarik mengenai dampak digitalisasi pada UMKM kuliner. Secara rata-rata, platform OFD menyumbang lebih dari setengah (56,8%) omzet UMKM yang bermitra dengan platform.

Hasan memaparkan, guna membuktikan manfaat platform OFD lebih jauh, Alvara juga melakukan perbandingan melalui wawancara mendalam kepada 11 pengusaha UMKM kuliner, diantaranya Mie Ayam Yamin Pink Tebet dan Siomay Abu Tebet Timur yang awalnya berjualan secara offline kemudian berjualan secara online. Hasilnya, platform OFD membantu usaha mereka tumbuh lebih cepat dibandingkan hanya berjualan secara offline.

“Dulu kami hanya jualan di sini (secara offline) saja, barulah gabung online dan alhamdulilah omzet jadi lebih banyak,” tutur Nur, pemilik Mie Ayam Pink.

Lebih jauh, ternyata pada saat para UMKM kuliner mengembangkan bisnis di OFD, mereka memahami perlu adanya biaya komisi untuk mendukung usaha mereka sekaligus mengembangkan bisnis platform digital OFD.

“Salah satu temuan menarik kami lainnya adalah mayoritas UMKM kuliner yang menjadi mitra usaha OFD tidak keberatan dengan skema kemitraan dan pengenaan komisi atau yang disebut biaya layanan. Menurut para pelaku UMKM kuliner, skema kemitraan dengan platform membawa banyak manfaat bagi bisnisnya dan pengenaan komisi sepadan dengan manfaat-manfaat yang mereka terima,” ungkap Hasan.

Penelitian menemukan bahwa mayoritas UMKM kuliner mitra platform OFD menilai biaya komisi dari platform OFD baik (95%) dan sudah sesuai (94,2%). Menurut Hasan, berdasarkan penelitiannya, skema kemitraan antara UMKM kuliner dengan platform OFD tidak menggerus keuntungan mitra UMKM meski ada potongan per transaksi yang harus dibayarkan ke platform selaku penyedia layanan.

“Berbeda dari narasi yang sebelumnya beredar di masyarakat, UMKM kuliner yang kami survei menyatakan ada tiga keuntungan utama yang mereka dapatkan dari biaya komisi yang mereka bayar, yaitu program promosi, subsidi ongkir, serta manfaat dari pengembangan platform,” kata Hasan.

Ketiga keuntungan itu dianggap memberikan dampak yang signifikan dalam peningkatan omzet penjualan UMKM kuliner. Lebih lanjut, Hasan menyampaikan penelitian juga menelaah mengenai platform OFD yang dianggap memberikan paling banyak keuntungan bagi mitra UMKM kuliner. Hasilnya, GoFood dari Gojek menduduki posisi pertama, diikuti oleh GrabFood dari Grab dan Shopee Food dari Shopee.

Menurut para mitra UMKM kuliner yang disurvei, GoFood tetap lebih unggul disbanding platform lainnya, antara lain pada aspek "pengembangan platform yang semakin baik", "membuat bisnis mereka paling efisien", "menawarkan program pelatihan kewirausahaan", "memiliki biaya layanan (komisi) paling adil", serta ‘platform yang paling sering digunakan untuk membuat promo mandiri’. Selain itu, GoFood dan GrabFood bersaing ketat pada aspek ‘layanan bantuan mitra’"

“Hampir seluruh mitra UMKM kuliner (96,5%) yang disurvei menyatakan akan terus melanjutkan kemitraan dengan platform OFD, karena mereka mengatakan sudah merasakan langsung manfaat dari kemitraan bersama platform OFD. Bahkan, 1 dari 3 mitra UMKM kuliner akan secara aktif merekomendasikannya kepada sesama pelaku UMKM kuliner lainnya,” tutup Hasan.

Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan riset kuantitatif dan kualitatif. Data dikumpulkan di Agustus hingga Oktober 2022, melalui wawancara tatap muka terhadap 1.948 responden UMKM kuliner yang bermitra dengan platform OFD seperti GoFood, GrabFood dan Shopee Food di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Makassar dan Medan.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Pemda Perlu Kolaborasi Wujudkan Data Mumpuni untuk Tingkatkan Daya Saing

Data mempunyai peranan besar terhadap daya saing daerah, karena tanpa adanya data, sulit untuk mengukur keberhasilan sebuah daerah.

EKONOMI | 2 Desember 2022

Airlangga: Kebutuhan Baja di 2045 Capai 100 Juta Ton

Airlangga menyampaikan, pengembangan industri baja menuju 100 juta ton merupakan keniscayaan agar Indonesia mampu mandiri.

EKONOMI | 1 Desember 2022

Pembatasan Impor Dorong Pertumbuhan Industri Baja Nasional

Chairman Asosiasi Industri Baja Indonesia (IISIA) Silmy Karim menyebutkan, industri baja nasional saat ini masih dalam tahap pertumbuhan awal.

EKONOMI | 1 Desember 2022

Ekonomi Global Melemah, Startup Terancam Merana di 2023

Menurut Tauhid, melambatnya pertumbuhan bisnis startup di 2023 tidak terlepas dari penurunan daya beli masyarakat sebagai imbas pelemahan ekonomi global.

EKONOMI | 1 Desember 2022

Dilanda PHK Massal, Ini yang Harusnya Startup Lakukan

Direktur Eksekutif Indef menyampaikan, langkah efisiensi startup untuk bertahan sebetulnya tidak harus melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.

EKONOMI | 1 Desember 2022

Badai PHK Startup, Kemenkominfo: Model Bisnis Berubah

Semuel menyampaikan, langkah PHK yang diambil perusahaan startup sebetulnya juga terjadi di industri lain, seperti tekstil dan alas kaki.

EKONOMI | 1 Desember 2022

Gelombang PHK Startup Diprediksi Masih Berlanjut Tahun Depan

Tauhid melihat akan ada beberapa startup yang terpaksa menghentikan bisnisnya di 2023, khususnya financial technology (fintech).

EKONOMI | 1 Desember 2022

Platform E-Commerce Diminta Prioritaskan Produk Lokal

Menkominfo meminta penyedia e-commerce memprioritaskan platformnya untuk menjual produk lokal dari kalangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

EKONOMI | 1 Desember 2022

Hadapi Gelombang PHK, Pengusaha dan Pekerja Harus Duduk Bersama

Pemerintah segera mengajak para pengusaha dan serikat pekerja untuk duduk bersama mencari solusi terbaik dalam menghadapi gelombang PHK.

EKONOMI | 1 Desember 2022

Menkominfo Minta Startup Lakukan Efisiensi Bukan PHK

Menkominfo menyampaikan, langkah startup melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) justru membuat masalah baru.

EKONOMI | 1 Desember 2022


TAG POPULER

# Sidang Ferdy Sambo


# Piala Dunia 2022


# Gempa Cianjur


# Pertumbuhan Ekonomi 2023


# One Championship


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Brasil, Argentina, Inggris Lolos, tetapi Jerman dan Belgia Angkat Koper

Brasil, Argentina, Inggris Lolos, tetapi Jerman dan Belgia Angkat Koper

SEMESTA BOLA 2022 | 46 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE