Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Guru dan Pelajar Jadi Sasaran Program Literasi Keuangan OJK

Jumat, 25 November 2022 | 17:45 WIB
Oleh : Herman / YUD
Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Friderica Widyasari Dewi.

Jakarta, Beritasatu.com - Guna meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan(OJK) menjadikan kalangan pelajar dan guru, termasuk juga mahasiswa sebagai target program-program edukasi yang dijalankan.

Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Friderica Widyasari Dewi menyampaikan, Kemendikbudristek merupakan mitra strategis OJK dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan khususnya kelompok pelajar.

"OJK telah mengembangkan infrastruktur literasi keuangan berupa buku bagi pelajar tingkat PAUD-Perguruan Tinggi. Materi tersebut tersedia dalam bentuk digital yang dapat diakses secara gratis melalui minisite sikapiuangmu.ojk.go.id," kata Friderica kepada Beritasatu.com, Jumat (25/11/2022).

Sejak tahun 2017, terang Friderica, OJK juga telah melaksanakan kegiatan training of trainers (ToT) bagi Guru SD, SMP, SMA, dan Pengurus Pondok Pesantren sebanyak 26 kali dengan total peserta sebanyak 3.772 orang. Hal ini dilakukan untuk menyiapkan sumber daya manusia pelaksana edukasi keuangan pada jenjang pendidikan formal dengnn harapan para guru dapat menyampaikan kepada siswa dan rekan guru lainnya, sehingga dapat memberikan multiplier effect yang lebih luas.

"Sampai saat ini, LMS (learning management system) edukasi keuangan telah diakses oleh 520 guru, dan telah diterbitkan 509 sertifikat kelulusan modul untuk para guru. Selain tu, pemanfaatan LMS Edukasi Keuangan telah memberikan multiplier effect kepada 1.888 pelajar yang juga telah melakukan pembelajaran di LMS edukasi keuangan," ungkap Friderica.

Sementara itu berdasarkan hasil survei nasional literasi dan inklusi keuangan (SNLIK) 2022, indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia sebesar 49,68%, naik dibanding tahun 2019 yang hanya 38,03%. Sementara itu indeks inklusi keuangan tahun ini mencapai 85,10%, meningkat dibanding periode SNLIK sebelumnya di tahun 2019 yaitu 76,19%. Hal tersebut menunjukkan gapantara tingkat literasi dan tingkat inklusi semakin menurun, dari 38,16% di tahun 2019 menjadi 35,42% di tahun 2022.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI