Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Hilirisasi, Bahlil Ingin Indonesia Jadi Acuan Harga Timah Dunia

Sabtu, 26 November 2022 | 09:27 WIB
Oleh : Cindy Layan / FMB
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia saat dalam program Obrolan Malam di BTV, Jumat (25/11/2022).

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia menargetkan Indonesia setop ekspor timah pada 2023. Hal ini sebagai langkah menuju pembangunan industri hilirisasi timah mutlak.

"Kita lagi mengkaji terus dan menargetkan 2023 ya tetapi sekarang kita lagi kaji untuk penyelesaiannya," ucap Bahlil kepada reporter B Universe sesaat sebelum menjadi bintang tamu di acara Obrolan Malam Fristian, Jumat (25/11/2022).

Adapun hilirisasi timah dikatakan oleh Bahlil sudah mulai menarik pengusaha swasta nasional untuk menanamkan modal. Menurut Bahlil, hilirisasi timah ini jauh lebih murah direalisasikan dibandingkan hilirisasi komoditas tambang lainnya seperti nikel yang membutuhkan dana Rp 4 triliun hingga Rp 20 triliun.

"Sebagian dari konsep hilirisasi timah sudah kita bahas. Perusahaan-perusahaan swasta nasional sudah ada yang mau masuk investasi karena investasi di sektor hilirisasi timah itu nilai investasinya tidak sebesar membangun hilirisasi nikel. Dia Rp 1 triliun sudah jalan, (Sedangkan nikel) harus minimal Rp 4 triliun-Rp 5 triliun bisa bahkan sampai Rp 20 triliun. Kalau timah kan lebih simpel dan itu menurut saya pasti orang akan membutuhkan Indonesia karena Indonesia itu adalah negara penghasil timah no 2 di dunia tetapi negara penghasil ekspor timah nomor 1," papar Bahlil.

Perlu diketahui, Bahlil menjelaskan selama ini Indonesia sebagai penghasil timah nomor dua di dunia setelah Tiongkok, hanya mengirimkan bahan mentah kepada negara-negara asing. Hal tersebut jauh berbeda dengan Tiongkok yang 60%-70% pertambangan mereka diolah sendiri.

Oleh karena itu, menurut Bahlil, pemberhentian ekspor timah dan fokus pada pembangunan hilirisasi merupakan langkah yang tepat karena hal tersebut akan menjadi daya tarik tersendiri untuk orang melakukan investasi ke Indonesia. Adapun tujuan lain yang ingin dicapai melalui hilirisasi timah ini agar Indonesia sebagai negara penghasil timah terbesar kedua dapat menentukan sendiri harga timah dunia.

"jangan negara lain tentukan. Bayangkan negara lain yang bukan penghasil timah menentukan harga timah. Jadi dengan kita membangun hilirisasi, pengusaha-pengusaha nasional bisa mengambil bagian, maka kita bisa menentukan harga timah dunia," pungkas Bahlil.

Sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia tengah mengupayakan agar ruang investasi hilirisasi timah ini dapat dimaksimalkan oleh para pengusaha nasional karena investasinya terbilang murah dan riisikonya rendah.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI