Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Meski Oktober APBN Defisit, Konsolidasi Fiskal On Track

Senin, 28 November 2022 | 05:33 WIB
Oleh : Triyan Pangastuti / WBP
Ilustrasi rupiah.

Jakarta, Beritasatu.com- Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menyebut defisit Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Oktober 2022 sebesar 0,91% terhadap produk domestik bruto (PDB) atau setara Rp 169,5 triliun masih sehat dan kredibel. Terlebih APBN baru mencatatkan defisit setelah periode Januari-September trennya mengalami surplus.

Melalui Perpres 98/2022, defisit APBN 2022 semula dirancang senilai Rp 868 triliun atau 4,95% terhadap PDB, tetapi telah direvisi mengalami penurunan menjadi Rp 840,2 triliun atau 4,5% terhadap PDB. Kemudian outlook pemerintah, realisasi defisit APBN, hingga akhir tahun diperkirakan hanya Rp 732,2 triliun atau 3,92% terhadap PDB.

“Kita revisi outlook defisit APBN 3,92%, sekarang ini defisit (Oktober) 0,91% atau jauh lebih baik dari yang kami antisipasi. Konteks jaga risiko defisit kita dalam track dan sangat kredibel, kami harap akan terus berlanjut,” ungkapnya dalam diskusi secara virtual, Sabtu (26/11/2022).

Ia menjelaskan pendapatan negara masih cukup baik tercatat Rp 2.181,6 triliun atau tumbuh 44,5% (yoy), tetapi lebih rendah dibandingkan belanja negara mencapai Rp 2.351,1 triliun atau tumbuh 14,2% (yoy). “Kami lihat secara umum risiko fiskal terkendali, karena defisit anggaran kita di 0,91% dari PDB dan ini dalam konteks keseimbangan primer masih positif 146,4%,” tegasnya.

Di tengah kondisi ketidakpastian global tahun ini, APBN masih menjadi penahan gejolak (shock absorber)untuk melindungi masyarakat. Ini menandakan bahwa APBN tetap fleksibel merespons berbagai perkembangan global termasuk ketidakpastian.

Menurut Febrio, pemerintah juga akan berkomitmen menjalankan konsolidasi fiskal di tahun depan sebagaimana amanat Undang Undang 2 Tahun 2020 bahwa defisit harus kembali dibawah 3% pada tahun 2023. Dengan kinerja APBN dan defisit yang menurun secara gradual, ia yakin bahwa APBN tetap kredibel.

“Arah konsolidasi fiskal menuju di bawah 3% sudah semakin kelihatan kredibilitasnya, saat ini kita minus 0,91% jelas masih jauh. Untuk 2023 kami siapkan deifist 2,84% dan dengan tren baik ini kita akan dijadikan modal hadapi perekonomian ke depan terutama sumber ketidakpastian datang dari luar global jadi ekonomi tetap bisa dijaga untuk enggak terlalu terdampak gejolak yang sedang dan terus terjadi global,”tegasnya.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: Investor Daily


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI