Logo BeritaSatu

Hingga Oktober, Penerbitan Obligasi Naik 28% Jadi Rp 144,9 T

Senin, 28 November 2022 | 05:57 WIB
Oleh : Muhammad Ghafur Fadillah / WBP

Jakarta, Beritasatu.com- Sepanjang Januari hingga Oktober 2022, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mencatat penerbitan obligasi korporasi mencapai Rp 144,9 triliun naik 28,23% dari tahun lalu mencapai Rp 113 triliun.

Fixed Income Analyst Pefindo Ahmad Nasrudin mengatakan, angka tersebut melebihi surat utang yang jatuh tempo sehingga outstanding meningkat dari Rp 493,5 triliun menjadi Rp 520,5 triliun. Meningkatnya penerbitan obligasi korporasi sejalan pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat. Selain itu, didukung kebutuhan refinancing dan memanfaatkan suku bunga rendah di awal tahun untuk mengganti surat utang mahal dengan yang lebih murah.

Advertisement

“PDB (produk domestik riil) riil tumbuh 5,72% year on year (YoY) pada kuartal III 2022 dan secara kumulatif 5,3% YoY selama tiga kuartal pertama 2022, lebih tinggi daripada 3,69% pada tahun 2021. Sementara surat utang jatuh tempo untuk tahun 2022 mencapai Rp 157,04 triliun, 25,2% lebih tinggi dibandingkan dengan Rp 125,41 triliun pada tahun 2021,” jelasnya kepada Investor Daily.

Ia menjelaskan secara keseluruhan penerbitan sektor non-keuangan melampaui sektor keuangan. Sementara sektor keuangan menghadapi likuiditas yang melimpah meski baru-baru ini mulai mengetat seiring kebijakan moneter yang lebih ketat. Hal ini membuat sektor ini mengurangi kebutuhan untuk menerbitkan obligasi. Sementara sektor non-keuangan menghadapi peningkatan permintaan seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. "Mereka membutuhkan lebih banyak dana untuk investasi dan modal kerja mereka,” ujarnya.

Lebih lanjut, institusi bank dan perusahaan pembiayaan meningkatkan penerbitan setelah sebelumnya mengurangi di tengah lemahnya permintaan jasa dan tingginya likuiditas selama 2 tahun terakhir. Perusahaan pembiayaan menerbitkan Rp 41,90 triliun selama Januari-Oktober 2022, meningkat 6,7% dibandingkan Rp 39.26 triliun pada tahun 2021.

Kemudian, penerbitan perbankan meningkat 83,6% dari Rp 7,68 triliun menjadi Rp 14,09 triliun untuk periode perbandingan yang sama. Lonjakan penerbitan juga dibukukan emiten di industri pertambangan mencapai Rp 13,23 triliun, lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan tahun 2022.

Baca selanjutnya
Risiko defaultTren peningkatan suku bunga semakin menguatkan beban perusahaan yang memiliki ...


hal 1 dari 2 halaman

Halaman: 12selengkapnya

Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Baidu Siapkan Pesaing ChatGPT OpenAI

Raksasa mesin pencari Tiongkok Baidu berencana untuk meluncurkan layanan chatbot kecerdasan buatan yang mirip dengan ChatGPT OpenAI.

EKONOMI | 31 Januari 2023

Pelindo Jajaki Pengapalan Langsung Pelabuhan Belawan ke India

Pelindo bersama konsorsium INA menjajaki pengapalan langsung dari Pelabuhan Belawan, ke India.

EKONOMI | 31 Januari 2023

OJK Ingatkan Masyarakat Hati-hati jika Buka Link di WhatsApp

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB mengimbau kepada masyarakat agar tidak asal mengklik link yang dikirimkan melalui WhatsApp.

EKONOMI | 31 Januari 2023

Rupiah Hari Ini 31 Januari 2023 Melemah di Awal Perdagangan

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini Selasa (31/1/2023) pagi melemah.

EKONOMI | 31 Januari 2023

IHSG Hari Ini 31 Januari 2023 Terkoreksi di Awal Sesi

IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan hari ini Selasa (31/1/2023) dibuka melemah di tengah negatifnya bursa saham AS.

EKONOMI | 31 Januari 2023

Ekspansi Usaha, GNA Group Kembangkan Golden Kencana

GNA Group tetap melakukan ekspansi usaha di tengah banyaknya tekanan industri properti, mulai dari naiknya suku bunga acuan hingga ancaman resesi global.

EKONOMI | 31 Januari 2023

Konsep Eco Green Diusung Astra Land di Proyek Township Cikupa

Astra Land Indonesia melalui anak usahanya, PT Lazuli Karya Sarana mengutamakan prinsip pelestarian lingkungan hidup dalam pembangunan township di Cikupa.

EKONOMI | 31 Januari 2023

Bumi Serpong Damai Catat Pra-Penjualan Rp 8,8 Triliun

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), atau BSD emiten properti bagian kelompok Sinar Mas Land membukukan pra-penjualan sebesar Rp 8,8 triliun.

EKONOMI | 31 Januari 2023

Resesi Global, Investasi Asing ke Indonesia Akan Melambat

Danareksa memproyeksi investasi asing ke Indonesia akan melambat pada 2023 di tengah potensi resesi global.

EKONOMI | 31 Januari 2023

JD.ID Tutup, Bagaimana Nasib Voucher dan JD Points?

Bagaimana nasib kupon/voucher dan JD point setelah JD.ID menutup semua layanannya pada 31 Maret 2023?

EKONOMI | 31 Januari 2023


TAG POPULER

# Serial Killer


# Mahasiswa UI Ditabrak


# Tukang Becak Bobol BCA


# Biaya Haji 2023


# Pembunuhan di Depok


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Masjid di Markas Polisi Pakistan Dibom, 61 Tewas dan 150 Terluka

Masjid di Markas Polisi Pakistan Dibom, 61 Tewas dan 150 Terluka

NEWS | 4 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE