Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Inflasi dan Fed Mulai Dovish Katalis Positif IHSG Pekan Ini

Senin, 28 November 2022 | 06:42 WIB
Oleh : Zsazya Senorita / WBP
Aktivitas investor di galeri sekuritas, Jakarta.

Jakarta, Beritasatu.com– Kebijakan bank sentral Amerika Serikat, the Fed yang diperkirakan mulai dovish ke depannya, diyakini menjadi katalis positif bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Faktor lain pendorong IHSG pekan ini adalah inflasi November yang akan dirilis Badan Pusat Statistik (BPS). Dovish adalah kebijakan moneter yang lebih longgar, cenderung meningkatkan jumlah uang beredar daripada membatasinya.

“Kebijakan The Fed ke depan yang diperkirakan akan memperlambat laju kenaikan suku bunga, jadi katalis bagus untuk IHSG, terutama jelang akhir tahun. Ini akan membantu IHSG ke level target kami di 7.400,” jelas Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Martha Christina kepada Investor Daily, Minggu (27/11/2022).

Menurut dia, dengan The Fed lebih dovish, diharapkan pergerakan rupiah lebih stabil dan asing akan kembali membukukan net buy. Sedangkan khusus pekan ini, Martha memprediksi IHSG akan bergerak naik, di rentang 7.000 sebagai level support dan 7150 sebagai level resistance.

Sentimen positif yang akan mendorong proyeksi tersebut adalah data inflasi Indonesia November 2022 dan Purchasing Managers Index (PMI) Indonesia. ”Untuk rekomendasi saham, saham properti secara selektif bisa dipilih karena sentimen dovish-nya The Fed,” sambung dia.

Martha menginformasikan, saham PT Ciputra Development Tbk (CTRA) dan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) sebagai saham properti, bisa dicermati pelaku pasar pada perdagangan pekan ini.

Dihubungi secara terpisah, Head of Investment Reswara Gian Investa, Kiswoyo Adi Joe meyakini Thea Fed akan dovish, terutama tahun depan. Ia menilai, the Fed memang harus menurunkan suku bunga karena bila tidak, perekonomian Amerika bisa runtuh atau collapse.

Meski bukan karena dovish, Kiswoyo optimistis target IHSG pada akhir 2022 tetap akan menyentuh 7.500. Hal ini ditopang pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih membaik dan kondusif. “Bukan dari dovish, tetapi makro ekonomi Indonesia. IHSG ini gambaran 6 bulan ke depan ekonomi Indonesia,” tegas dia.

Adapun untuk pekan ini, Kiswoyo memperkirakan IHSG mulai naik dan bergerak dalam kisaran 7.000 - 7.250 mengingat, awal Desember akan dimulai pekan ini dan IHSG meninggalkan November Rain serta menyambut Santa Claus Rally. “Desember itu kalau melihat 20 tahun terakhir, IHSG selalu hijau,” imbuh dia.

IHSG dipercaya mampu naik lebih 5% mencapai 7.500, dalam sisa waktu 5 pekan menuju akhir tahun. Pergerakan ini dinilai wajar karena Desember kerap memberikan angin segar kepada para pelaku pasar dalam menutup tahun.

Untuk menyambut tren kenaikan IHSG, Kiswoyo menyarankan investor untuk mencermati saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) sebagai penggerak IHSG. Sebab bila IHSG naik, saham-saham ini diproyeksikan akan ikut naik sebagai ‘langganan’ penopang pergerakan IHSG di BEI.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: Investor Daily


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI