Logo BeritaSatu

FTX Runtuh, DEX Jadi Alternatif Perdagangan Kripto

Senin, 28 November 2022 | 15:44 WIB
Oleh : Indah Handayani / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Setelah runtuhnya salah satu kripto exchange terbesar di AS, FTX, investor ritel tampaknya perlu mempertimbangkan kembali cara mereka terhubung ke aset kripto. Biasanya, kripto exchange terpusat (CEX) adalah tempat pertama para investor pemula berhubungan dengan kripto.

Pendiri dan CEO dari kripto exchange CoinEx Haipo Yang mengatakan, krisis likuiditas yang melanda FTX dan berujung dengan pengajuan kebangkrutan di Pengadilan Federal AS pada 11 November 2022, mengubah cara pandang investor terhadap layanan perdagangan kripto.

Advertisement

"Krisis kepercayaan investor mulai terbentuk sejak itu, mengharapkan adanya alternatif perdagangan kripto yang aman, yang tampak membuka pangsa pasar yang lebih luas bagi decentralized crypto exchange (DEX), alias bursa kripto yang tidak terpusat,” ungkap Haipo Yang, Senin (28/11/2022).

Yang menambahkan, masalah dengan CEX adalah pengguna tidak dapat sepenuhnya mengontrol aset mereka, sementara DEX memungkinkan semua orang menyimpan asetnya di dompet kripto mereka sendiri (dompet privasi) selama proses berlangsung, yang berarti tidak ada yang dapat menyalahgunakan uangnya.

Tidak terpusat atau tidak ada pengendali, DEX bekerja dengan menggunakan kontrak pintar untuk memungkinkan pedagang kripto mengeksekusi perdagangan secara langsung melalui kontrak pintar, tanpa harus menyerahkan kendali atas dana mereka ke perantara atau kustodian.

“Dengan menggunakan DEX, penggunaan dana tidak akan diserahkan kepada siapa pun untuk disimpan, jadi mereka tidak akan kehilangan kontrol atas dana mereka sendiri,” ujar Yang.

Yang mengatakan, DEX menghilangkan dua risiko yang ada pada CEX, yaitu risiko pihak lawan dan kurangnya transparansi. Risiko pihak lawan adalah, dalam keadaan ekstrem, perusahaan di balik CEX mungkin tidak dapat memproses permintaan penarikan pengguna, seperti yang terjadi dalam insiden FTX.

Pada DEX, pengguna mengontrol dana mereka, dan semua perdagangan dieksekusi melalui kontrak pintar, sehingga menghilangkan risiko penyalahgunaan semacam itu. Menyoal masalah transparansi, CEX menjalankan aset dalam kotak hitam, yang kurang transparan. Saat ini, kebangkrutan dan krisis likuiditas banyak exchanger sebagian besar merupakan hasil dari operasi yang tidak sesuai.

“Namun, DEX menawarkan kode kontrak yang terbuka dan transparan. Selain itu, semua transaksi dicatat di blockchain, tanpa campur tangan pihak ketiga. Itu adalah bentuk transparansi tertinggi,” tambah Yang.

Beberapa DEX terpercaya yang dapat digunakan investor ritel adalah UniSwap, dYdX dan OneSwap. OneSwap adalah DEX yang berjalan di jaringan CoinEx Smart Chain (CSC). Tanpa diperlukannya KYC, investor pemula menjadi lebih mudah untuk masuk ke dunia kripto.

“Meskipun DEX belum sempurna, kami yakin akan terus meningkat dalam hal keamanan kontrak pintar, struktur tata kelola dan pengalaman pengguna, yang pada akhirnya berkembang menjadi infrastruktur blockchain yang penting,” ujar Yang.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

OJK Sebut 11 Perusahaan Asuransi Masuk Pengawasan Khusus

Kepala Eksekutif Pengawas IKNB Ogi Prastomiyono menyampaikan, sebanyak 11 perusahaan asuransi masuk dalam kategori pengawasan khusus OJK.

EKONOMI | 3 Februari 2023

Masih Berkeliaran, Satgas Waspada Investasi Blokir 50 Pinjol Ilegal

Tongam menegaskan, Satgas Waspada Investasi terus menindaklanjuti pengaduan masyarakat korban pinjaman online atau pinjol ilegal.

EKONOMI | 3 Februari 2023

Manajemen Kartu Prakerja Gelar Seleksi Lembaga Pelatihan

Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja menilai, semakin banyaknya penyedia pelatihan memungkinkan terjadinya persaingan sehat.

EKONOMI | 3 Februari 2023

Good Ponsel Angels Perkuat Penetrasi Pemasaran Digital

Gebrakan pemasaran digital yang dilakukan Good Ponsel Angels ternyata sangat efektif, sehingga menjadi salah satu lini bisnis baru yang menjanjikan.

EKONOMI | 3 Februari 2023

Ramai Peminat, Sukuk CIMB Niaga Finance Oversubscribed 4,6 Kali

Penawaran umum sukuk wakalah CIMB Niaga Finance mencatat kelebihan permintaan atau oversubscribed hingga 4,6 kali.

EKONOMI | 3 Februari 2023

Ini Alasan Kenapa Pemerintah Larang Ekspor Listrik EBT

Pemerintah akan melakukan penghentian ekspor listrik dengan Energi Baru Terbarukan (EBT) guna menjaga ketahanan energi di Indonesia.

EKONOMI | 3 Februari 2023

Sri Mulyani Sebut Rasio Utang Indonesia 39,57% Sehat

Menkeu Sri Mulyani menyatakan, rasio utang ke produk domestik bruto (PDB) sebesar 39,57 persen sebenarnya masih sehat.

EKONOMI | 3 Februari 2023

LNSW Terbitkan 425 Persetujuan Ekspor Per 1 Februari 2023

Berdasarkan data sistem neraca komoditas, Lembaga National Single Window (LNSW) telah menerbitkan 425 persetujuan ekspor hingga 1 Februari 2023.

EKONOMI | 3 Februari 2023

Raih SOC QSCS, BKI Buktikan Mampu Bersaing di Kancah Global

Pencapaian ini penting bagi BKI sebagai langkah awal terhadap pemenuhan kriteria untuk dapat diterima sebagai anggota IACS.

EKONOMI | 3 Februari 2023

Sri Mulyani Anggarkan Rp 25,01 Triliun untuk Pemilu 2024

Menurut Sri Mulyani, pagu anggaran pemilu senilai Rp 25,01 triliun pada 2022 dan 2023 masih bersifat sementara karena untuk tahun 2024 masih dalam perhitungan.

EKONOMI | 3 Februari 2023


TAG POPULER

# Transmart


# Perayaan dan Sejarah Cap Go Meh


# Mutasi Perwira


# Kawasan Halal di Jakarta


# Eliezer


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
OJK Sebut 11 Perusahaan Asuransi Masuk Pengawasan Khusus

OJK Sebut 11 Perusahaan Asuransi Masuk Pengawasan Khusus

EKONOMI | 14 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE