Logo BeritaSatu

Dedi Mulyadi Beri Catatan jika Impor Beras Dilakukan

Senin, 28 November 2022 | 23:15 WIB
Oleh : Herman / WIR

Jakarta, Beritasatu.com – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi memberi catatan khusus apabila nantinya impor beras menjadi opsi yang diambil untuk memenuhi cadangan beras pemerintah (CBP) di gudang Bulog yang kian menipis. Ia menegaskan, beras impor tersebut hanya untuk memenuhi stok saja, jangan sampai mengganggu harga pasar.

“Kalau impor beras untuk mengisi gudang Bulog, it’s oke. Tetapi, berasnya tidak boleh mengganggu harga pasar. Tinggal persoalannya, siapa yang akan menjamin kalau beras untuk cadangan di gudang Bulog tidak mengganggu pasar? Karena sering kali terjadi kenakalan-kenakalan. Kita punya pengalaman, impor gula untuk ini, tiba-tiba gulanya ada di pasar,” kata Dedi Mulyadi dalam acara Obrolan Malam Fristian bertajuk “Impor Beras, Perlukah?” di BTV, Senin (28/11/2022).

Advertisement

Dedi mengatakan, saat ini petani sebetulnya sedang menikmati harga gabah yang relatif baik. Bila tiba-tiba muncul wacana impor, pastinya akan memengaruhi psikologi pasar, sehingga harga bisa kembali turun.

“Pertanyaannya adalah, kenapa sih negara selalu begini? Pada saat kita menikmati harga yang baik, selalu muncul isu impor. Tetapi pada saat kami tidak bisa jual gabah, tidak ada yang mengintervensi. Di sinilah tugas negara menyelesaikan kedua problem ini,” ujarnya.

Dedi mengatakan, aspek regulasi harga yang hari ini dinikmati petani tidak boleh diganggu oleh kebijakan yang pada akhirnya menimbulkan kerugian di tingkat petani. Yang juga tidak kalah penting menurutnya adalah sinkronisasi di tingkat pengambilan keputusan pemerintah.

“Misalnya begini, kalau Bulog impor beras, disimpan di gudang sebagai cadangan pangan nasional, maka nanti kementerian terkait harus menyerap. Kementerian Sosial menyerap dong lewat bantuan pangan non tunai. Kemudian nanti kalau ada bencana, serap dong. Kalau ada kejadian-kejadian luar biasa lainnya juga serap. Jangan terjadi peristiwa seperti beberapa tahun lalu, Bulog impor beras, disimpan di gudang, kemudian yang diambil yang di atas dulu, yang di bawah tertumpuk di gudang, kemudian berubah kualitasnya, membusuk, akhirnya tidak bisa dikeluarkan. Jadi selesaikan kerangka berpikir itu dengan baik, baru ambil keputusan,” kata Dedi.

Sebelumnya, Komisi IV dalam RDP meminta pemerintah untuk memenuhi kebutuhan beras nasional dan Kementerian Pertanian pun menyanggupi untuk memenuhi kebutuhan cadangan beras dari dalam negeri sebesar 600.000 ton yang akan dibeli oleh Perum Bulog.

Sementara itu, cadangan beras pemerintah (CBP) di Bulog mulai menipis menjadi 597.919 ton. Bulog sesuai arahan Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Bidang Perekonomian pada 8 November 2022 diminta untuk memenuhi CBP sampai dengan 1,2 juta ton di akhir tahun ini.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

CLEO Targetkan Penggunaan Plastik Daur Ulang 20 Persen

PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) menargetkan penggunaan plastik daur ulang untuk botol kemasan air minum mencapai 20 persen tahun ini.

EKONOMI | 6 Februari 2023

BPS Sebut Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Masih Jawa Sentris

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih terpusat di Jawa dan Sumatera.

EKONOMI | 6 Februari 2023

OJK Tetapkan Dua Fokus Utama Pengawasan IKNB di 2023

Ogi menegaskan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menentukan dua fokus utama pengawasan di sektor industri keuangan non bank atau IKNB.

EKONOMI | 6 Februari 2023

Ini Dua Sektor Penopang Pertumbuhan Ekonomi Syariah

BI memproyeksikan ekonomi syariah pada 2023 masih akan tumbuh positif untuk mendukung pertumbuhan ekonomi secara nasional.

EKONOMI | 6 Februari 2023

OJK Ungkap Alasan Industri Keuangan Syariah Masih Tertinggal

Total aset keuangan syariah di Indonesia masih tergolong rendah dibandingkan aset keuangan konvensional.

EKONOMI | 6 Februari 2023

Pangsa Pasar Keuangan Syariah Indonesia Capai 10,69 Persen

Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang semakin membaik, pertumbuhan keuangan syariah juga menunjukkan hasil yang baik.

EKONOMI | 6 Februari 2023

BPS Sebut Pertumbuhan Ekonomi 2022 Tertinggi Sejak 2013

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi selama tahun 2022 mencapai 5,31 persen.

EKONOMI | 6 Februari 2023

OJK Catat Aset IKNB Tembus Rp 3.081,30 Triliun di 2022

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total aset industri keuangan non bank atau IKNB menembus Rp 3.081,30 triliun per Desember 2022.

EKONOMI | 6 Februari 2023

Pertumbuhan Ekonomi 2022 Ditopang Industri Pengolahan

Komponen industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi selama tahun 2022 dari sisi lapangan usaha.

EKONOMI | 6 Februari 2023

Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah Hadapi Banyak Tantangan

Indonesia saat ini masih menghadapi sejumlah tantangan untuk menjadi pemain utama dalam ekonomi dan keuangan syariah global.

EKONOMI | 6 Februari 2023


TAG POPULER

# Pelecehan Anak


# Liga Spanyol


# Hasya Athallah


# Bripka Madih


# Pemilu 2024


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Pasangan Capres, Prabowo-Cak Imin Belum Tetapkan Target Waktu

Pasangan Capres, Prabowo-Cak Imin Belum Tetapkan Target Waktu

BERSATU KAWAL PEMILU | 8 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE