Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Dedi Mulyadi Beri Catatan jika Impor Beras Dilakukan

Senin, 28 November 2022 | 23:15 WIB
Oleh : Herman / WIR
Dedi Mulyadi

Jakarta, Beritasatu.com – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi memberi catatan khusus apabila nantinya impor beras menjadi opsi yang diambil untuk memenuhi cadangan beras pemerintah (CBP) di gudang Bulog yang kian menipis. Ia menegaskan, beras impor tersebut hanya untuk memenuhi stok saja, jangan sampai mengganggu harga pasar.

“Kalau impor beras untuk mengisi gudang Bulog, it’s oke. Tetapi, berasnya tidak boleh mengganggu harga pasar. Tinggal persoalannya, siapa yang akan menjamin kalau beras untuk cadangan di gudang Bulog tidak mengganggu pasar? Karena sering kali terjadi kenakalan-kenakalan. Kita punya pengalaman, impor gula untuk ini, tiba-tiba gulanya ada di pasar,” kata Dedi Mulyadi dalam acara Obrolan Malam Fristian bertajuk “Impor Beras, Perlukah?” di BTV, Senin (28/11/2022).

Dedi mengatakan, saat ini petani sebetulnya sedang menikmati harga gabah yang relatif baik. Bila tiba-tiba muncul wacana impor, pastinya akan memengaruhi psikologi pasar, sehingga harga bisa kembali turun.

“Pertanyaannya adalah, kenapa sih negara selalu begini? Pada saat kita menikmati harga yang baik, selalu muncul isu impor. Tetapi pada saat kami tidak bisa jual gabah, tidak ada yang mengintervensi. Di sinilah tugas negara menyelesaikan kedua problem ini,” ujarnya.

Dedi mengatakan, aspek regulasi harga yang hari ini dinikmati petani tidak boleh diganggu oleh kebijakan yang pada akhirnya menimbulkan kerugian di tingkat petani. Yang juga tidak kalah penting menurutnya adalah sinkronisasi di tingkat pengambilan keputusan pemerintah.

“Misalnya begini, kalau Bulog impor beras, disimpan di gudang sebagai cadangan pangan nasional, maka nanti kementerian terkait harus menyerap. Kementerian Sosial menyerap dong lewat bantuan pangan non tunai. Kemudian nanti kalau ada bencana, serap dong. Kalau ada kejadian-kejadian luar biasa lainnya juga serap. Jangan terjadi peristiwa seperti beberapa tahun lalu, Bulog impor beras, disimpan di gudang, kemudian yang diambil yang di atas dulu, yang di bawah tertumpuk di gudang, kemudian berubah kualitasnya, membusuk, akhirnya tidak bisa dikeluarkan. Jadi selesaikan kerangka berpikir itu dengan baik, baru ambil keputusan,” kata Dedi.

Sebelumnya, Komisi IV dalam RDP meminta pemerintah untuk memenuhi kebutuhan beras nasional dan Kementerian Pertanian pun menyanggupi untuk memenuhi kebutuhan cadangan beras dari dalam negeri sebesar 600.000 ton yang akan dibeli oleh Perum Bulog.

Sementara itu, cadangan beras pemerintah (CBP) di Bulog mulai menipis menjadi 597.919 ton. Bulog sesuai arahan Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Bidang Perekonomian pada 8 November 2022 diminta untuk memenuhi CBP sampai dengan 1,2 juta ton di akhir tahun ini.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI