Logo BeritaSatu

Kejar Target Penjualan, Emdeki Utama Fokus Pasar Domestik

Selasa, 29 November 2022 | 05:05 WIB
Oleh : Amrozi Amenan / FER

Surabaya, Beritasatu.com - Produsen kalsium karbida atau karbit, PT Emdeki Utama Tbk (MDKI) tahun ini lebih berkonsentrasi di pasar domestik untuk mencapai target penjualan 22.006 ton dan laba sama seperti tahun lalu sebesar Rp 38,85 miliar. Sementara hingga kuartal III-2022 penjualan telah mencapai 18.389 ton dengan capaian laba sebesar Rp 21,23 miliar.

Direktur PT Emdeki Utama Tbk, Vincent Secapramana menjelaskan dampak pandemi Covid-19 secara global sejak 2020 sampai dengan saat ini sangat memengaruhi dan melemahkan kondisi ekonomi baik nasional maupun internasional. Ketidakpastian dalam kebijakan perdagangan global ini membayangi pertumbuhan dari negara-negara mitra dagang utama yang diproyeksikan melambat.

Advertisement

"Dengan kondisi ini, memang akan sulit mencapai laba seperti periode tahun 2021 sebesar Rp 38,85 miliar karena adanya kenaikan terus beban biaya seperti harga bahan baku dan biaya transportasi kontainer untuk ekspor,” kata Vincent saat public expose, di Surabaya, Senin (28/11/2022).

Meski begitu, kata dia, Emdeki Utama tetap berusaha menjaga stabilitas pertumbuhan dengan baik sehingga bisa memenuhi target tersebut. "Untuk menjaga pertumbuhan ini, kami konsentrasi di pasar domestik,” tegas Vincent.

Pengoperasian pabrik Carbide Desulphuriser Tahap I di Gresik sejak selesai pada akhir September 2019 diharapkan bisa mendukung pertumbuhan kinerja perusahaan.

Sementara untuk rencana pabrik Carbide Desulphuriser Tahap II di Cilegon-Banten masih dipertimbangkan untuk ditunda, dan menunggu perkembangan positif pabrik baja di wilayah Cilegon. Termasuk juga penundaan rencana pembangunan pabrik Ferro Silica di Gresik dengan kapasitas 7.000 ton per tahun.

Direktur Emdeki Utama Chakravarthi Kilambi, mengatakan pengembangan usaha yang sedang dijalankan saat ini dengan menggunakan dana internal perusahaan yakni memproduksi mortar dan PCC. Mortar digunakan sebagai plester dinding dan perekat pemasangan bata. Sementara PCC digunakan untuk pembuatan kertas, plastik, tinta, cat dan lain-lain.

Bahan baku kedua produk ini telah tersedia dari sisa pembakaran kapur yang selama ini tidak terpakai, sebagian dijual dan sebagian dibuang. Bahan baku lain untuk PCC menggunakan gas buang CO2 (Karbon Dioksida).

“Mortar dengan kapasitas produksi 4.200 ton/tahun mulai beroperasi Juli 2022, sedangkan PCC dengan kapasitas produksi 800 ton/tahun akan beroperasi Desember 2022,” jelas Chakravarthi.

Dia menambahkan, hingga akhir tahun ini Emdeki masih akan berkonsentrasi pada pasar domestik. "Awal tahun 2022 ini, ada kelangkaan kontainer yang berdampak pada kenaikan biaya operasional. Nah kami stop ekspor, konsentrasi ke domestik," ungkap Chakravarthi.

Jelang akhir tahun 2022 ini, kontainer sudah banyak tersedia, namun harga masih tinggi. Untuk tahun 2023, pihaknya masih menunggu, kondisi pasar global seperti apa, sehingga belum bisa memutuskan apakah tahun 2023 akan kembali melakukan ekspor atau tidak.

"Yang pasti kami konsentrasi untuk yang ada saat ini dulu," pungkas Chakravarthi.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Tukang Becak Bobol Rekening BCA, OJK Ingatkan Jaga Data Pribadi

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengimbau masyarakat lebih berhati-hati dalam menjaga kerahasiaan data pribadi, apalagi yang menyangkut data keuangan.

EKONOMI | 27 Januari 2023

Penerima Bansos Bisa Ikut Program Kartu Prakerja Skema Normal

Menurut Denni, program Kartu Prakerja skema normal artinya program ini tak lagi bersifat semi-bansos seperti yang sudah dilaksanakan sebelumnya.

EKONOMI | 27 Januari 2023

Tiket Haji Mahal, Garuda Indonesia Siap Nego

Direktur Utama maskapai Garuda Indonesia Irfan Setiaputra bersedia melakukan negosiasi dengan DPR untuk menurunkan tiket haji.

EKONOMI | 27 Januari 2023

BI: KIS Jadi Kunci Hadapi Tantangan Ekonomi Global, Apa Itu?

Perry menegaskan pentingnya strategi KIS, yaitu konsistensi, inovasi, dan sinergi, dalam menyusun berbagai kebijakan.

EKONOMI | 27 Januari 2023

BUMN Buka Akses Pasar Berkelanjutan UMKM

Kementerian BUMN akan terus membuka akses pasar bekelanjutan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

EKONOMI | 27 Januari 2023

Bank Indonesia: Penguatan Rupiah Ditopang Fundamental Ekonomi yang Baik

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan, penguatan nilai tukar rupiah ditopang oleh prospek ekonomi Indonesia yang semakin membaik

EKONOMI | 27 Januari 2023

Airlangga: Pemerintah Kaji Insentif Dana Devisa Hasil Ekspor

"Insentif itu sedang kita bahas apakah dengan bunga, baik itu rupiah ataupun dolar terhadap devisa hasil ekspor yang ada di Indonesia,” kata Airlangga.

EKONOMI | 27 Januari 2023

IHSG Hari Ini Dibuka Menguat, Mampukah Bertahan di 6.900?

Indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat 0,71% ke level 6.913,2 pada pembukaan perdagangan hari ini, Jumat (27/1/2023).

EKONOMI | 27 Januari 2023

Bursa Asia Dibuka Positif Mengikuti Pergerakan Wall Street

Bursa Asia-Pasifik dibuka menguat pada hari Jumat (27/1/2023) menyusul penutupan Wall Street yang positif ditopang data PDB AS.

EKONOMI | 27 Januari 2023

Tukang Becak Bobol BCA, Salah Bank atau Nasabah? Ini Kata OJK

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai awal pekan depan akan memanggil pihak-pihak yang terlibat dalam kasus tukang becak bobol BCA senilai Rp 320 juta.

EKONOMI | 27 Januari 2023


TAG POPULER

# Pleidoi Ferdy Sambo


# Serial Killer


# RUU Kesehatan


# Insiden Lion Air


# Biaya Haji 2023


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Tukang Becak Bobol Rekening BCA, OJK Ingatkan Jaga Data Pribadi

Tukang Becak Bobol Rekening BCA, OJK Ingatkan Jaga Data Pribadi

EKONOMI | 9 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE