Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Mentan Yakin Produksi Beras Bisa Penuhi Kebutuhan Nasional

Selasa, 29 November 2022 | 05:24 WIB
Oleh : Triyan Pangastuti / FER
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo usai memberikan penjelasan ketersediaan beras dalam negeri, di Kota Malang, Sabtu 29 Oktober 2022.

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo meyakini produksi beras lokal mencukupi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, termasuk kebutuhan Bulog untuk mengisi stok cadangan beras pemerintah (CBP).

Ia menjelaskan, data beras nasional mengacu kepada Badan Pusat Statistik (BPS) dan mengklaim bahwa produksi beras tahun ini menjadi yang terbesar atau mengalami surplus.

"Kita sudah sepakat semuanya menggunakan satu data milik BPS. Bahkan tahun ini lah, di mana produksi beras kita terbesar, itu data BPS. Kalau tidak percaya data BPS, data siapa lagi?" kata Syahrul saat ditemui Investor daily, di Kantor Kemenko Perekonomian, Senin (28/11/2022).

Berdasarkan data angka sementara luas panen dan produksi padi BPS yang dirilis Oktober 2022, total luas panen padi 2022 diperkirakan mencpai 10,61 juta hektare atau naik 1,87 persen dari 2021.

Dari luas panen tersebut, diperkirakan total produksi padi mencapai 55,67 juta ha, meningkat 2,31 persen dari 2021. Adapun produksi beras diproyeksi mencapai 32,07 juta ton, meningkat 2,29 persen dari produksi tahun lalu.

"Sebagai Mentan, saya tidak hanya menunggu laporan dari atas kan, dari bawah laporan Bupati oke laporan dari Gubernur juga seperti itu. Kita di bawah 0,22%," tegasnya.

Dengan demikian, kata Mentan Syahrul, produksi beras yang dihasilkan petani harus dapat diserap oleh Perum Bulog. Penyerapan beras petani merupakan bentuk keberpihakan pemerintah terhadap produksi dalam negeri.

Berdasarkan data terakhir yang disampaikan Bulog dan Badan Pangan Nasional, stok CBP tersisa 432.000 ton dari sebelumnya sekitar 500.000 ton.

"Ini harus diserap dong, kalau enggak diserap nanti (beras) petani yang beli siapa?" tegasnya.

Meski demikian, Mentan Syahrul tidak menampik terjadi kenaikan harga gabah dan beras dari petani. Namun, itu disebabkan oleh biaya produksi imbas kenaikan harga BBM yang tidak bisa dihindari.

Sebagaimana diketahui, Komisi VI memberikan waktu kepada Kementerian Pertanian (Kementan) selama enam hari untuk memasok beras ke Perum Bulog. Adapun jumlah beras yang harus dipasok sebanyak 600.000 ton sebagai cadangan beras pemerintah (CBP). Terkait hal tersebut, Mentan enggan menjelaskannya.

"Jangan tanya saya soal itu, itu kan kebijakan. (Tapi) kalau sudah punya baju harus beli baju lagi? Untuk apa? Kecuali kalau mau gaya," ujarnya.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: Investor Daily


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI