Logo BeritaSatu

Urus Film Horor hingga Kawasan Industri, Ini yang Dilakukan Danareksa Sekarang

Selasa, 13 Desember 2022 | 11:32 WIB
Oleh : Faisal Maliki Baskoro / FMB

Jakarta, Beritasatu.com – PT Danareksa (Persero) telah resmi menjadi Holding sejak Juli 2022 lalu. BUMN yang tadinya mengurus IPO perusahaan-perusahaan besar seperti Krakatau Steel dan Garuda Indonesia, kini diberi mandat untuk menyehatkan BUMN-BUMN yang "sakit" dan melakukan scaling up BUMN yang berpotensi menjadi besar.

Pasien-pasien Danareksa pun bervariasi, mulai dari kawasan industri yang tengah bersolek menyambut investor besar hingga BUMN percetakan Balai Pustaka yang kini bertransformasi menjadi perusahaan kekayaan intelektual dengan memproduksi film horor.

Advertisement

Awal mulanya Danareksa bergerak di bidang jasa keuangan seperti menjadi penjamin emisi initial public offering (IPO) BUMN dan swasta. Sebagai BUMN jasa keuangan, Danareksa terbilang sukses, tetapi kemudian Menteri BUMN Erick Thohir meminta Danareksa menangani restrukturisasi BUMN.

Lantas, kenapa Danareksa yang dipilih menjadi holding restrukturisasi?

"Berdasarkan pengalaman Danareksa zaman dulu (sebagai BUMN investasi keuangan), apa yang dibawa oleh kita adalah pengalaman Danareksa sebagai penasihat keuangan. Sebelum jadi holding, kita pernah diminta jadi penasihat pembentukan holding BUMN pangan. Dari sisi capital markets, yang kita bawa adalah pemahaman bagaimana cari uang dengan struktur yang optimum," kata Direktur Utama PT Danareksa (Persero) Arisudono Soerono kepada Beritasatu.com, baru-baru ini.

Pada tahun 2022, Menteri BUMN RI Erick Thohir meluncurkan Holding BUMN Danareksa sebagai holding BUMN spesialis transformasi yang mengelola BUMN lintas sektor pada tanggal 20 Juli 2022 berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik No 7 Tahun 2022. Penambahan PMN ke dalam modal saham Danareksa tersebut berasal dari pengalihan seluruh saham Pemerintah pada 10 BUMN yaitu PT Nindya Karya, PT Kliring Berjangka Indonesia, PT Kawasan Industri Medan, PT Kawasan Industri Wijayakusuma, PT Kawasan Industri Makassar, PT Kawasan Berikat Nusantara, PT Balai Pustaka, PT Perusahaan Pengelola Aset, PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung dan PT Surabaya Industrial Estate Rungkut.

Berikut adalah daftar "to do list" Danareksa setelah menjadi holding:

1. Kawasan Industri
Di bawah Danareksa, laba klaster Kawasan Industri pun mulai mengalami peningkatan yang signifikan. Tercatat laba klaster Kawasan Industri di tahun 2020 mencapai Rp 167 miliar menjadi Rp 517 miliar di tahun 2021. Tahun ini, klaster ini on track mencapai laba sekitar Rp 900 miliar. Klaster ini juga adalah klaster terbesar Danareksa.

Kawasan industri yang paling prominen adalah Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) yang dikelola oleh Holding Danareksa melalui Kawasan Industri Wijayakusuma. KITB merupakan salah satu kawasan yang masuk dalam daftar proyek Strategis Nasional yang berlokasi di Batang, Jawa Tengah.

2. PT Perusahaan Pengelola Aset
Tergabung juga Perusahaan Pengelola Aset (PPA) yang ditugaskan untuk mengelola BUMN titip kelola dan jasa advisory. PPA diplot menjadi BUMN spesialis merawat BUMN sakit. Beberapa pasien PPA adalah Industri Sandang Nusantara, Iglas Nusantara, Merpati Airlines, bahkan Garuda Indonesia sempat jadi pasien PPA, tetapi kini sudah sembuh. PPA kini tengah melakukan revitalisasi dan pengembangan salah satu tempat bersejarah atau “Titik Nol” industri musik Indonesia, yakni Lokananta, studio rekaman pertama di Indonesia yang didirikan pada tahun 1956.

Baca selanjutnya
3. PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI)PT KBI disiapkan menjadi perusahaan digital ...


hal 1 dari 2 halaman

Halaman: 12selengkapnya

Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Menteri PUPR Pastikan Pembangunan di IKN Tak Ubah Bentang Alam

Pembangunan infrastruktur IKN Nusantara tidak akan merusak hutan dan tetap mempertahankan bentang alam.

EKONOMI | 5 Februari 2023

Pasokan Berkurang, Harga Cabai & Bawang di Gowa Sulsel Naik

Harga cabai, bawang putih, hingga bawang merah mengalami kenaikan di Pasar Induk Sungguminasa di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

EKONOMI | 5 Februari 2023

Permintaan Minyak Dunia Diramal Naik Jadi 101,7 Juta Barel

IEA dalam laporannya Januari 2023 lalu menyebut permintaan minyak dunia tahun 2023 diramal akan meningkat sebesar 1,9 juta bare per hari.

EKONOMI | 5 Februari 2023

Digitalisasi Picu Serapan Lahan Kawasan Industri Menciut 17%

Penyerapan lahan di kawasan industri (KI) sepanjang 2022 turun 17,19% menjadi 519,38 ha dibanding 2021 karena transformasi digital.

EKONOMI | 5 Februari 2023

Langka, Migor MinyaKita di Lampung Naik Dibanderol Rp 17.000

Minyak goreng (migor) subsidi merk Minyakita langka di sejumlah pasar di Lampung sejak 1 pekan terakhir.

EKONOMI | 5 Februari 2023

Mengenal Frugal Living, Hidup Hemat untuk Tujuan Finansial

Istilah frugal living yakni hidup hemat atau minimalis untuk mencapai tujuan finansial atau freedom financial bisa menjadi pilihan.

EKONOMI | 5 Februari 2023

Sejak Awal 2023, Obligasi dan Sukuk di BEI Rp 4 Triliun

BEI mencatat sejak awal 2023 hingga akhir Januari, total emisi obligasi dan sukuk yang adalah enam emisi dari lima emiten senilai Rp 4 triliun.

EKONOMI | 5 Februari 2023

Transmart Tutup, Ini Kekayaan Chairul Tanjung dan Pendiri Alfamart

Di tengah tutupnya sejumlah gerai Transmart yang dikelola PT Trans Retail Indonesia, kekayaan Chairul Tanjung masih menjulang.

EKONOMI | 5 Februari 2023

Sandiaga: Kolaborasi Pariwisata Mampu Bangkitkan Ekonomi

Sandiaga mengatakan, ASEAN Tourism Forum (ATF) 2023 menjadi ruang diskusi untuk merumuskan kembali industri pariwisata yang lebih adaptif.

EKONOMI | 4 Februari 2023

Kemenaker Selesaikan Kasus Karyawan Lembur Tidak Dibayar

Haiyani menegaskan, Kemenaker menemukan adanya pelanggaran terhadap pembayaran upah lembur karaywan yang terjadi sejak September 2022.

EKONOMI | 4 Februari 2023


TAG POPULER

# Transmart


# Perayaan dan Sejarah Cap Go Meh


# Mutasi Perwira


# Kawasan Halal di Jakarta


# Eliezer


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Kasus Bripka Madih, DPR Sebut Masih Ada Oknum Pemeras di Polri

Kasus Bripka Madih, DPR Sebut Masih Ada Oknum Pemeras di Polri

NEWS | 10 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE