Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Ekonomi Sirkular Akan Ciptakan 4,4 Juta Lapangan Pekerjaan

Selasa, 29 November 2022 | 11:42 WIB
Oleh : Rangga Prakoso / WBP
Ilustrasi ekspor.

Jakarta, Beritasatu.com – Menurut Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia Bambang Brodjonegoro, circular economy atau ekonomi sirkular adalah peluang bisnis saat ini. Bambang meyakini, melalui cara tersebut, dapat menciptakan 4,4 juta lapangan kerja baru hingga tahun 2030.

Bambang Brodjonegoro, yang juga Chairman Board of Trustee National Center Sustainability Report (NCSR), dalam sambutannya di acara penganugerahan Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2022, yang digelar di Jakarta pekan lalu menuturkan bahwa transisi ke ekonomi sirkular, akan meningkatkan produk domestik bruto (PDB) Indonesia sebesar Rp 593 triliun-Rp 638 triliun atau setara dengan 2,3%-2,5% PDB pada 2030.

“Kami berharap ke depannya, korporasi dapat menciptakan circular economy karena ini adalah peluang bisnis saat ini. Circular economy tidak hanya sekedar program melalui kegiatan CSR atau charity, tetapi menjadi bagian dari model bisnis baru. Hal ini dapat mendorong 4,4 juta lapangan kerja baru hingga tahun 2030. Dibutuhkan kerja sama yang baik antara pemerintah, perusahaan, masyarakat sipil, lembaga keuangan dan organisasi penelitian," ujar mantan Menteri Keuangan ini.

Ekonomi sirkular merupakan pendekatan sistem ekonomi melingkar, dengan memaksimalkan kegunaan dan nilai tambah dari suatu bahan mentah, komponen, dan produk, sehingga mampu mereduksi jumlah bahan sisa yang tidak digunakan dan dibuang ke tempat pembuangan akhir.

ASRRAT 2022 diselenggarakan oleh National Center Sustainability Report (NCSR) dengan mengangkat tema utama “Pathway to Circular Economy.” Penghargaan yang telah berjalan selama 18 tahun ini, diikuti 50 perusahaan lintas negara yaitu Indonesia, Filipina, Bangladesh, Australia dan Rusia. Penghargaan ini memiliki empat peringkat pelaporan yaitu platinum, gold, silver dan bronze.

Penilaian dilakukan berdasarkan pada tingkat kepatuhan pelaporan keberlanjutan, terhadap standar pelaporan yang ada. ASRRAT 2022 melibatkan tim penilai independen dari 15 universitas di Indonesia dan satu penilai dari University of Essex UK. Informasi mengenai keberlanjutan tidak hanya tertuang dalam laporan keberlanjutan yang berdiri sendiri, tetapi juga masuk dalam laporan keuangan tahunan atau annual report perusahaan. Selain itu, standar yang digunakan tidak hanya berdasarkan standar Global Reporting Initiative (GRI), tetapi juga standar dari organisasi lainnya seperti International Financial Reporting Standards (IFRS) Sustainability Disclosure Standard.

Pada perhelatan tersebut, PT Kideco Jaya Agung (Kideco) anak perusahaan energi terintegrasi papan atas di Indonesia PT Indika Energy Tbk (INDY), berhasil meraih peringkat Gold Rank kategori laporan keberlanjutan. Chief Finance Officer Kideco, Togi Ottoman Bernard, pada acara tersebut menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen menyempurnakan pelaporan keberlanjutan, untuk disampaikan ke publik. Salah satu yang menjadi fokus saat ini adalah implementasi dari environmetal, social and governance (ESG) atau lingkungan, sosial, dan pemerintahan.

“Penghargaan ini menjadi semangat kami agar menyempurnakan pelaporan keberlanjutan yang kami susun untuk pengungkapan kepada publik. Saat ini dunia sedang dihadapkan dengan isu ESG, dan pelaporan ini adalah salah satu basis implementasi ESG kami kepada stakeholders, sejauh mana kami berkontribusi terhadap isu-isu pembangunan berkelanjutan dan melalui pelaporan ini semua dapat dipertanggung jawabkan," ujarnya.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: Investor Daily


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI