Logo BeritaSatu

Wamenkeu: Pemerintah Waspadai Dampak Kebijakan The Fed

Selasa, 29 November 2022 | 19:25 WIB
Oleh : Arnoldus Kristianus / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi tahun 2023 di angka 5,3%. Namun, pemerintah tetap mewaspadai gejolak perekonomian global yang terjadi. Khususnya dampak kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau The Federal Reserve (The Fed) ke perekonomian nasional.

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengatakan gejolak perekonomian global bisa terjadi karena The Fed masih akan menaikan suku bunga acuan mereka di tahun 2023 nanti.

Advertisement

“Kami terus memerhatikan statement Dewan Gubernur Fed. Tentunya kita translate ke dalam negeri. Ketika kita menerjemahkan ini ke dalam negeri. Tentu kita melihat beberapa ruang-ruang yang harus kita waspadai,” ucap Suahasil dalam acara Wealth Wisdom di Hotel Ritz Carlton Jakarta, Selasa (29/11/2022).

Suahasil menuturkan, pemerintah tetap menggunakan APBN sebagai instrumen untuk meredam getaran atau shock absorber dari gejolak perekonomian yang terjadi. APBN 2023 dijalankan dengan semangat optimistis tetapi memperhatikan sejumlah faktor yang harus diwaspadai.

"APBN ini kita bangun dengan optimistis namun tetap waspada. Optimistis, kegiatan ekonomi jalan tetapi kita harus waspada. Waspada kepada variabel-variabel yang berubah sangat cepat di dunia internasional,” kata Suahasil.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah akan menjalankan kebijakan perekonomian tahun 2023 secara optimistis namun tetap mewaspadai sejumlah faktor. Salah satunya, kebijakan The Fed.

Momentum pemulihan ekonomi pada kuartal III dan IV 2022 masih terjaga tetapi pemerintah tetap mewaspadai kondisi perekonomian global yang kerap mengalami turbulensi.

“Kombinasi di satu sisi kita optimis karena pemulihan ekonomi Indonesia kinerja sampai kuartal III dan berbagai faktor yang mendukungnya seperti dari sisi investasi ekspor, konsumsi, masyarakat dan belanja pemerintah semua berimplikasi bahwa momentum itu masih berjalan,” kata Sri Mulyani.

Kewaspadaan terjadi karena dampak perang Rusia-Ukraina khususnya pada sektor energi dan pangan. Kenaikan pangan pada komoditas energi, harga pangan dan pupuk mendorong inflasi di negara-negara Eropa, Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Jepang.

Tingginya laju inflasi menyebabkan bank sentral di sejumlah negara melakukan pengetatan kebijakan moneter yang melemahkan perekonomian. Beberapa negara memang masuk ke zona kontraksi dalam posisi positif tetapi masih sangat kecil seperti di AS.

"Di Tiongkok kita dengar karena kebijakannya covid masih sangat ketat ini mempengaruhi kondisi ekonomi global. Jadi kami selalu sampaikan waspada karena faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan momentum pemulihan ekonomi Indonesia bisa dipengaruhi oleh faktor global tersebut,” tutur Sri Mulyani.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Hippindo Minta Perlakuan Ritel Modern Sama dengan Toko Online

Hippindo meminta perlakuan yang sama antara ritel modern dengan toko online, sehingga persaingan usaha antara yang offline dan online menjadi lebih sehat.

EKONOMI | 4 Februari 2023

Harga Beras Naik, Minyakita Langka di Sukabumi

Masyarakat keluhkan kenaikan beberapa bahan pokok penting, beras mahal, dan minyak goreng langka di Pasar Semi Modern (PSM) Cibadak

EKONOMI | 4 Februari 2023

Hippindo Tanggapi Fenomena Banyak Gerai Ritel Modern Tutup

Hippindo ikut bersuara terkait fenomena tutupnya sejumlah gerai ritel modern, termasuk tujuh gerai Transmart ditutup permanen.

EKONOMI | 4 Februari 2023

Satu Demi Satu Gerai Ritel Besar Tutup, Pertanda Sunset?

“Saya melihat ini karena siklus bisnis saja, ada saatnya lesu dan ada saatnya naik,” kata Eisha M. Rachbini kepada Beritasatu.com.

EKONOMI | 4 Februari 2023

Apakah AI Berbahaya bagi Manusia? Ini Kata Founder Prosa.ai

Teguh Eko Budiarto, CEO Prosa.ai, mengatakan skenario AI lepas kendali bisa saja terjadi, tetapi kecil kemungkinannya.

EKONOMI | 4 Februari 2023

Beras Medium 5 Kg Tangerang Mulai Hilang, Kualitas Jelek

Di Pondok Aren, beras medium ukuran 10 kilogram dan 5 kilogram sudah tidak dijual karena kelangkaan stok dari gudang.

EKONOMI | 4 Februari 2023

Langka, Harga Beras di Ciledug Naik Gila-gilaan

Hampir semua jenis beras mengalami kenaikan lebih dari separuh harga normal. Harga beras per karung 50 kg semula Rp 300.000, naik menjadi Rp 630.000.

EKONOMI | 4 Februari 2023

Bangun Laboratorium, IDSurvey Perluas Pasar ke Pontianak

IDSurvey meresmikan kantor dan laboratorium Sucofindo cabang Pontianak sebagai komitmen mendekatkan holding kepada pelanggan.

EKONOMI | 4 Februari 2023

Harga Bawang Merah di Tegal Melambung hingga Tembus Rp 40.000 Per Kg

Harga bawang merah di Tegal, Jawa Tengah naik bahkan menembus Rp 40.000 per kilogram atau melampaui harga acuan Kemendag yakni Rp 32.000 per kg. 

EKONOMI | 4 Februari 2023

Jelang Pemilu 2024, Minat IPO di BEI Tetap Tinggi

Sejak awal tahun hingga memasuki Februari 2023, sebanyak 11 perusahaan baru tercatat masuk Bursa Efek Indonesia (BEI).

EKONOMI | 4 Februari 2023


TAG POPULER

# Transmart


# Perayaan dan Sejarah Cap Go Meh


# Mutasi Perwira


# Kawasan Halal di Jakarta


# Eliezer


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Direnovasi, Taman Margasatwa Ragunan Bakal Berkelas Internasional

Direnovasi, Taman Margasatwa Ragunan Bakal Berkelas Internasional

NEWS | 12 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE