Kamis, 23 Maret 2023

Erick Thohir Sebut Impor Beras Sebagai Langkah Keseimbangan

Hendro D Situmorang / FER
Selasa, 29 November 2022 | 22:55 WIB

Sebelumnya, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas)/ National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi menegaskan, dalam memenuhi kebutuhan beras dalam negeri, penyerapan beras dari petani harus menjadi prioritas utama.

Namun jika kebutuhan itu tidak bisa dipenuhi, impor beras akan menjadi pilihan terakhir yang diambil untuk mengamankan cadangan beras di Perum Bulog hingga 1,2 juta ton. Sementara itu menurut data Perum Bulog, stok beras di gudang mereka semakin menipis hingga tinggal 597.919 ton.

“Tugas kita pertama adalah mengisi stok Bulog supaya sampai levelnya 1,2 juta ton. Pilihan yang utama, kita semua sepakat ini kan untuk negara, ini dari serapan petani lokal. Ini yang harus kita kerjakan dulu. Pada saat kita sudah tidak bisa melakukan penyerapan atau ketersediaan dari dalam negeri, ya sudah ini (impor, red) adalah pilihan terakhir, berat bagi kita semua tetapi harus dilakukan,” kata Arief Prasetyo dalam acara Obrolan Malam di BTV, Senin (28/11/2022).

Namun Arif menegaskan, impor beras yang dilakukan tersebut hanya untuk stok level Bulog dan untuk intervensi pasar, bukan untuk menyusahkan petani.

"Ini tidak ada hubungannya dengan petani karena ini sangat terukur, disimpan dan diawasi sangat ketat oleh kita semua,” ujarnya.

Arief menyampaikan, produksi beras nasional sebetulnya dalam keadaan cukup. Adapun yang menjadi masalah saat ini adalah stok di perum Bulog yang kurang, sehingga perlu di-top up sebagai cadangan pangan untuk intervensi pasar.



Sumber: BeritaSatu.com

Saksikan live streaming program-program BTV di sini


Bagikan

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI

1034130
1034129
1034128
1034127
1034126
1034125
1034124
1034047
1034123
1034099
Loading..
Terpopuler Text

Foto Update Icon