Logo BeritaSatu

Waduh! Pendapatan BUMI Berpotensi Hilang US$ 1 Miliar

Rabu, 30 November 2022 | 11:02 WIB
Oleh : Muhammad Ghafur Fadillah / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Emiten batu bara PT Bumi Resources Tbk (BUMI) pada tahun ini berpotensi kehilangan pendapatan lebih US$ 1 miliar karena curah hujan tinggi. Meski demikian, BUMI tetap mematuhi aturan royalti terbaru dan menyumbang US$ 700 juta kepada pemerintah.

Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan PT Bumi Resources Tbk Dileep Srivastava menjelaskan curah hujan tinggi akibat badai Nina berdampak buruk bagi pertambangan batu bara. Perseroan mengestimasikan kerugian mencapai 10% dari target produksi batu bara di 2022 berkisar 72-75 juta ton. “Angka 10% tersebut setara dengan US$ 1 miliar, itu potensi kehilangan kita akibat hujan,” ujar dalam paparan publik, Selasa (29/11/22).

Advertisement

Pada tahun ini perseroan dihadapkan pada dua tantangan. Pertama, persoalan utang yang dapat diselesaikan dengan mendapatkan investor baru yakni Grup Salim lewat private placement dan obligasi wajib konversi (OWK) yang dieksekusi CIC dalam waktu dekat. “Sehingga kami melakukan penghematan kas US$ 200 juta yang dianggarkan untuk membayar utang pada 2023,” jelasnya

Lewat aksi korporasi ini, Dileep mengatakan, BUMI berhasil menyelesaikan utang berdenominasi dolar sehingga menjadikan perusahaan bebas utang atau zero debt.

Tantangan kedua, yakni perubahan kebijakan royalti batu bara pemerintah dari 30,5% pada 2021 menjadi 40% untuk domestik dan 28% untuk ekspor. Dileep mengatakan, apabila diambil rata-rata royalti yang dibayarkan BUMI pada tahun 2022, maka jumlahnya sudah lebih tinggi 11% dari pendapatan kotor 2021. “Jadi jika anda mengambil pendapatan Bumi sebesar US$ 6,3 juta hingga September, tambahan royalti yang telah dibayarkan kepada pemerintah di periode yang sama sudah mencapai US$ 700 juta,” paparnya.

Dileep mengatakan pada 2023 BUMI berharap dapat mengembalikan kerugian yang dialami pada 2022 dengan menargetkan produksi batu bara naik 10% dari proyeksi 2022 yang diestimasikan pada kisaran 80 juta ton hingga 85 juta ton. Untuk mencapai target itu, prioritas perseroan pada 2023 yakni melakukan efisiensi dalam produksi batu bara, mitigasi cuaca hujan dan memperkaya bauran produk berkualitas sehingga dapat meningkatkan realisasi.

Diversifikasi bisnis
Guna memperluas usaha, Bumi Resources terus mengkaji rencana diversifikasi bisnis. Salah satunya yakni ekosistem kendaraan listrik atau electric vehicle (EV). Direktur Utama Bumi Resources Adika Nuraga menyebutkan bahwa ekosistem EV menjadi salah satu sektor yang tengah dibidik BUMI. Saat ini perusahaan masih menjajaki apakah akan masuk tidak secara langsung.

Selain itu, perseroan mempertimbangkan untuk masuk dalam segmen metal. "Saat ini kami juga tengah mengkaji beberapa metal strategis,” paparnya.

Adika Nuraga yang kerap disapa Aga juga mengemukakan, diversifikasi perseroan pada sektor non-coal ini menjadi bagian dari prioritas dalam hilirisasi batu bara sesuai dengan perpanjangan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Ramai Peminat, Kuota SBN Ritel Seri SBR012 Ditambah Jadi Rp 15 T

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menambah kuota pemesanan SBN ritel seri SBR012 dari Rp 10 triliun menjadi Rp 15 triliun.

EKONOMI | 29 Januari 2023

Bapanas Tugaskan Bulog Jual Beras Medium ke Ritel Modern

Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi mengatakan, langkah ini sesuai arahan Presiden Jokowi dalam rangka stabilisasi harga beras di tingkat konsumen.

EKONOMI | 29 Januari 2023

Keketuaan ASEAN 2023 Jaga Stabilitas Episentrum Ekonomi

ASEAN dapat menjadi episentrum atau pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan sekitar dan level global.

EKONOMI | 29 Januari 2023

Minyak Goreng Minyakita Sudah Mulai Menghilang di Pasaran

Sejumlah pedagang pun mulai mengeluhkan hilangnya Minyakita di pasaran, lantaran minyak goreng murah program pemerintah itu laris diburu masyarakat.

EKONOMI | 29 Januari 2023

Bahaya Vape Mengincar, Mendag Kendalikan Impor Alat Pendukungnya

Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan melakukan pengendalian impor vape dan alat penunjang lainnya.

EKONOMI | 29 Januari 2023

Minyakita dan Curah di Makassar Langka Sepekan Terakhir

Minyak goreng (migor) subsidi dengan merek Minyakita, mulai langka di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) sepekan terakhir.

EKONOMI | 29 Januari 2023

Jobubu Jarum Minahasa Bidik Laba & Pendapatan Naik 50%

PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk (BEER) optimistis pada 2023 pendapatan dan laba tumbuh hingga 50%.

EKONOMI | 29 Januari 2023

Waskita Catat Kontrak Baru Rp 20 Triliun, Mayoritas dari IKN

PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) membukukan nilai kontrak baru (NKB) sebesar Rp 20,23 triliun sampai akhir tahun 2022.

EKONOMI | 29 Januari 2023

Sandiaga Uno Dorong UMKM Manfaatkan TikTok untuk Jualan

Menurut Sandiaga, saat ini banyak platform digital atau media sosial yang mampu mendorong produk pelaku ekraf dan UMKM naik kelas. Salah satunya TikTok

EKONOMI | 29 Januari 2023

Dituduh Manipulasi Saham, Orang Terkaya Asia Ini Kehilangan Rp 700 T

Aset orang terkaya di Asia Gautam Adani jatuh lebih dari US$ 50 miliar setelah dituduh memanipulasi saham oleh Hindenburg Research.

EKONOMI | 29 Januari 2023


TAG POPULER

# Serial Killer


# Mahasiswa UI Ditabrak


# Tukang Becak Bobol BCA


# Biaya Haji 2023


# Pembunuhan di Depok


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
PSIS Rekrut Pemain Brasil Vittinho

PSIS Rekrut Pemain Brasil Vittinho

BOLA | 18 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE