Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Jokowi Desak Uang Pemda Rp 278 T "Diparkir" di Bank Segera Dibelanjakan

Rabu, 30 November 2022 | 11:54 WIB
Oleh : Nasori Ahmad, Arnoldus Kristianus / FMB
Presiden Joko Widodo dalam sambutannya saat hadir di acara silaturahmi relawan Jokowi bertajuk Nusantara Bersatu di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu 26 November 2022.

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendesak para kepala daerah, baik bupati, wali kota maupun gubernur, untuk segera membelanjakan uang pemerintah daerah (pemda) senilai Rp 278 triliun yang hingga kini masih parkir di bank. Uang mengendap itu jauh lebih besar dari tahun-tahun sebelum yang hanya di kisaran Rp 210 triliun- Rp 220 triliun.

Presiden menilai, besarnya uang mengendap pemda di perbankan itu sebagai sebuah ironi. Pasalnya, di satu sisi pemerintah pusat bekerja keras menarik dana asing masuk ke Tanah Air agar perputaran uang lebih banyak guna mendorong perekonomian, namun di sisi lain uang yang sudah ditransfer ke daerah dari pusat tidak manfaatkan.

“Pagi tadi kita cek uang (pemda) yang ada di bank masih Rp 278 triliun. Kita itu cari investasi agar dapat arus modal masuk, yang sudah ada di kantong nggak dipakai, ya percuma. Rp 278 triliun itu gedhe banget, gedhe banget, besar sekali,” ujar Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Investasi Tahun 2022 Kementerian Investasi/BKPM di Jakarta, Rabu (30/11/2022).

Oleh karena itu, Jokowi meminta kepada semua kepala daerah untuk segera membelanjakan dana yang telah ditransfer oleh Menteri Keuangan ke rekening kas daerah masing-masing. “Ini saya minta segera dibelanjakan. Memang realisasi biasanya di akhir tahun, di Desember. Tapi ini ndak, kita bandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya ini sudah melompat tinggi sekali,” tandas Jokowi.

Padahal, lanjut Jokowi, ada biaya dana (cost of money) yang harus ditanggung oleh pemerintah untuk mendapatkan dana-dana tersebut. “Ini cost of money kaya gini, biaya uang ini gedhe banget. Kalau caranya kita nggak ngerti bahwa ini ada biaya. Tahun lalu di akhir Oktober itu masih di angka Rp 226 triliun. (Tahun) ini Rp 278 triliun,” papar dia.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI