Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Hilirisasi Industri, Jokowi Tidak Mau Dengar Investor Dipersulit

Rabu, 30 November 2022 | 13:18 WIB
Oleh : Anisa Fauziah, Arnoldus Kristianus / FMB
Presiden Jokowi menghadiri Tariu Borneo Bangkule Rajakng atau Temu Akbar Pasukan Merah di Rumah Radakng, Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa 29 November 2022. 

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) menegaskan kepada jajaran kementerian hingga kepala daerah untuk tidak mempersulit investasi dalam hilirisasi yang tengah digencarkan pemerintah pusat. Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Investasi 2022 di The Ritz Carlton Jakarta pada Rabu siang (30/11/22).

Dalam rakor tersebut turut dihadiri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarvest) Republik Indonesia (RI) Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Azwar Anas sekaligus diikuti oleh jajaran Kepala Daerah di Indonesia.

Pada momentum tersebut Presiden Jokowi menegaskan dan memerintahkan dalam pelaksanaa hilirisasi pemerintah pusat maupun daerah tidak mempersulit investor yang menanamkan modalnya. Terlebih usai keberhasilan deklarasi G-20 Indonesia telah memeperoleh banyak kepercayaan investasi dimata dunia, dan melihat perdagangan dunia harus diatur dengan mempertimbangkan hak pembangunan negara berkembang dari ketatnya aturan yang untuk memperebutkan investasi.

“Semua rebutan yang namanya investasi, sekali lagi yang namanya investor itu jadi rebutan semua negara. Jangan sampai kita ada yang mempersulit. Saya ga mau denger lagi ada yang mempersulit, baik di pusat maupun di daerah. Baik di pusat di provinsi di kabupaten maupun di kota, semuanya jangan sampai ada yang menganggu ini. Karena kepercayaan itu sudah kita peroleh, trustnya sudah kita peroleh. Sekarang bagaimana implementasi dari policy-policy yang telah kita ambil,” tutur Jokowi.

Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi selama Januari sampai September 2022 mencapai Rp 892,4 triliun. Angka ini sudah mencapai 74,4% dari target realisasi investasi sepanjang tahun 2022 yang sebesar Rp 1.200 triliun. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2021 terjadi pertumbuhan sebesar 35,3%.

Dia juga menekankan agar implementasi Online Single Submission(OSS) diperbaiki khususnya di pemerintah daerah hingga kabupaten/kota. Sebab perizinan sering mempengaruhi laju investasi. "Dilihat lagi, agar kalau kita ngomong 5 menit, ya 5 menit terus, 1 jam ya 1 jam, jangan sampai 6 bulan, itu bisa tidak dipercaya kita nanti. Tolong diperbaiki, masih banyak yang perlu diperbaiki dalam platform ini," ucapnya.

Pemerintah sendiri juga telah memberikan insentif fiskal seperti tax holiday, tax allowance, dan super tax deductions untuk memberikan kemudahan bagi investor. Namun implementasi insentif ini juga harus dikaji kembali apakah benar-benar mempermudah investor atau justru mempersulit.

"Ada kebijakan tambahan, insentif tambahan, tax holiday, diberikan perlakuan yang lebih baik, kita pelajari semuanya, tapi kalau dalam pelaksanaan masih ada yang mengganggu, ya buyar semua kebijakan yang telah kita desain," kata Joko Widodo.

Jokowi kembali menekankan jangan sampai menghilangkan kepercayaan investor dan pemberlakuan kebijakan yang kurang tepat. Kedatangan investor perlu didukung implementasi dengan baik.

“Jangan sampai ada yang terganggu. Kepercayaan yang sudah kita dapatkan, jangan sampai hilang gara-gara kita salah men-treatment, salah memperlakukan investasi yang masuk ke negara kita, karena ketatnya persaingan dalam merebut investasi. Kita tu selalu melihat negara mana yang kira-kira selalu ramai investasinya, kenapa dia ramai, kita pelajari lewat intelligent economy kita. Kenapa lebih berbondong-bondong ke sana, tidak berbondong-bondong ke sini, ada kebijakan tambahan, ada insentif tambahan, kita pelajari. Tax holiday, diberikan perlakuan-perlakuan yang lebih baik. Kita pelajari semuanya. Tapi kalau nanti di dalam pelaksanaan, masih ada yang ganggu-ganggu ya sudah buyar semuanya yang namanya policy kebijakan yang kita telah design,” tutup Jokowi.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI