Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Ikut Lapak Ganjar, Produk Wedang Magelang Sampai ke Jepang

Rabu, 30 November 2022 | 15:00 WIB
Oleh : FW
Lapak Ganjar ikut membantu UMKM menjadi lebih berkembang dan maju.

Magelang, Beritasatu.com - Promosi yang digagas Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Lapak Ganjar, berjalan efektif. Di antaranya, mampu mengangkat UMKM menjadi lebih berkembang dan produknya bisa dikenal, bahkan hingga luar negeri.

Elisa Anggraeni, pemilik usaha wedang kemasan D'liz, salah satunya. Produk asal Jowahan RT 1 RW 5, Wanurejo, Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, itu berhasil dikirim hingga Jepang. Bahkan, produk wedang tersebut juga lebih dari sekali dikirim ke Negeri Sakura usai ikut Lapak Ganjar.

"Awal mulanya itu, pas pandemi kita ingin promo. Kemudian kita ada di Instagram. Muncul Lapak Ganjar. Terus kita coba bikin stori (instastory), di-tag ke @lapakganjar dan @ganjar_pranowo. Berharap nanti bisa di-repost agar kita semakin dikenal," kata Elisa, di tempat produksinya, Jumat (25/11/2022).

Ternyata, story-nya tersebut di-repost Lapak Ganjar. Bahkan, dia sempat tak percaya jika unggahannya itu menjadi yang pertama di-repost. Mulanya, dia mengira jika semua unggahan yang diunggah ulang itu hanya bualan.

"Pertama kali malah waktu itu. Jadinya kayak semacam surprise. Ternyata beneran di-repost. Kirain sudah di-setting dari sana," ujarnya.

Kemudian lanjutnya, belum sampai 24 jam diunggah ulang oleh Lapak Ganjar, manfaat mulai dirasakan. Yakni adanya pesanan yang masuk di nomor teleponnya. Kebetulan, salah satu syarat ikut Lapak Ganjar memang harus mencantumkan nomor telepon.

"Ada yang chat WA (Whatsapp). Ada yang beli, beliaunya itu tinggalnya di Jepang. Dia minta dikirimi wedang rempah," ungkapnya menceritakan.

Sebelum ikut Lapak Ganjar, usahanya hanya bisa menjual produknya di dalam kota hingga luar kota. Elisa mengaku belum pernah menjual produknya hingga ke luar negeri. Tapi semenjak ikut Lapak Ganjar ini ada pesanan dari Jepang.

"Ke Jepang (kirim) baru dua kali. Karena saya kan ikut Lapak Ganjar belum lama. Di-repost-nya paling dua bulan lalu," terang dia.

Dia mengaku, manfaat ikut Lapak Ganjar lainnya yaitu usahanya kini jadi lebih dikenal masyarakat dan banyak yang pesan. Bahkan, ada wisatawan Candi Borobudur dari Jakarta, mengunjungi tempat usahanya usai membuka Lapak Ganjar.

Elisa juga menuturkan, penjualannya juga meningkat usai ikut Lapak Ganjar. Yaitu sekitar 15 persen. Dia mengaku jika ikut Lapak Ganjar banyak efek baik yang dirasakan. Mulai banyak pesanan, banyak yang menghubungi melalui DM (direct message) di Instagram dan telepon.

"Kebetulan di Instagram kami juga ada link nomor WA. Jadi langsung bisa menghubungi kami," ucapnya.

Saat ini, jumlah produksi wedang mencapai 200 buah per hari. Keikutsertaanya di Lapak Ganjar juga membuat peningkatan pada omzet. Awal sebelum ikut Lapak Ganjar sekitar Rp 200 ribu- Rp 300 ribu per hari, kini setelah ikut Lapak Ganjar meningkat sekitar Rp 800 ribu. Adapun jumlah karyawan saat ini mencapai lima orang. Jumlah karyawan akan bertambah tiga orang bila terjadi peningkatan produksi.

Sebagai pelaku UMKM, Elisa merasa benar-benar terbantu dengan program Lapak Ganjar. Mengingat, jumlah pengikut (follower) media sosial Instagram gubernur mencapai 5,3 juta.

"Program Lapak Ganjar membantu banget karena pak Ganjar, kan, publik figur yang banyak disukai oleh orang-orang. Dari anak muda sampai orang tua. Jadi, lebih dikenal," imbuhnya.

Produknya merupakan wedang rempah sejenis wedang uwuh asal Yogyakarta. Yang membedakan, wedang uwuh dan rempah adalah komposisi dan manfaatnya.

"Wedang uwuh itu lebih ke hangat dan pedas. Kalau wedang rempah ini menyegarkan. Cocok untuk kalangan milenial, kalangan masa kini dan anak muda," ujar Elisa.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI