Logo BeritaSatu

Indef: Pendanaan Seret, Startup Dipaksa Lakukan Efisiensi

Rabu, 30 November 2022 | 22:16 WIB
Oleh : Herman / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda mengungkap, industri digital di Indonesia saat ini tengah menghadapi tantangan yang berat sebagai dampak dari investasi di sektor ini yang terus menurun, bahkan hingga lebih dari 50%. Yang terjadi kemudian adalah pemutusan hubungan kerja (PHK) untuk efisiensi.

Huda mengungkapkan, investasi di sektor digital di Indonesia pada 2021 mencapai Rp 144,06 triliun. Di tahun tersebut, banyak perusahaan rintisan atau startup yang memperoleh pendanaan dengan nilai besar. Dana tersebut kemudian digunakan untuk melakukan ekspansi, termasuk menambah sumber daya manusia (SDM). Namun di 2022, kondisinya berubah. Nilai investasi di sektor digital hingga November 2022 hanya tinggal Rp 53,58 triliun.

Advertisement

"Kenaikan suku bunga acuan menaikkan cost of fund dari investasi. Investor enggan berinvestasi dengan tingkat suku bunga yang tinggi. Akibatnya, nilai investasi terus merosot,” ungkap Nailul Huda dalam acara diskusi bertajuk "Strategi Industri Digital Indonesia Hadapi Resesi Global" yang digelar secara daring, Rabu (30/11/2022).

Huda menambahkan, lantaran karakteristik startup di Indonesia masih mengandalkan pendanaan dari investor, cash flow startup menjadi terancam akibat minimnya investasi. Karenanya, banyak startup yang kemudian melakukan langkah efisiensi melalui PHK.

"Inilah yang menyebabkan banyak yang bilang industri digital kita cukup suram,” kata Huda.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) Pandu Sjahrir di kesempatan sebelumnya juga menyampaikan, tantangan yang dihadapi startup di 2023 tidak mudah.

Pandu melihat inovasi yang dihadirkan para startup khususnya fintech semakin berkembang, didukung dengan berbagai regulasi yang dikeluarkan pemerintah untuk memperkuat industri fintech. Namun, dari sisi pendanaan global, perusahaan fintech akan menghadapi tantangan yang tidak mudah. Karenanya, sangat penting untuk menjaga efisiensi.

“Menurut saya 2023-2024 ini banyak ketidakpastian. Makanya buat para pemain fintech, kita harus menjaga efisiensi, kita menjaga cost untuk mencapai profitabilitas. Jadi memang ini dua hal yang berbeda. Kalau lihat fundamental pemain fintech secara overall membaik. Hanya memang pendanaan secara global banyak berkurang," ujar Pandu.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

CLEO Targetkan Penggunaan Plastik Daur Ulang 20 Persen

PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) menargetkan penggunaan plastik daur ulang untuk botol kemasan air minum mencapai 20 persen tahun ini.

EKONOMI | 6 Februari 2023

BPS Sebut Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Masih Jawa Sentris

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih terpusat di Jawa dan Sumatera.

EKONOMI | 6 Februari 2023

OJK Tetapkan Dua Fokus Utama Pengawasan IKNB di 2023

Ogi menegaskan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menentukan dua fokus utama pengawasan di sektor industri keuangan non bank atau IKNB.

EKONOMI | 6 Februari 2023

Ini Dua Sektor Penopang Pertumbuhan Ekonomi Syariah

BI memproyeksikan ekonomi syariah pada 2023 masih akan tumbuh positif untuk mendukung pertumbuhan ekonomi secara nasional.

EKONOMI | 6 Februari 2023

OJK Ungkap Alasan Industri Keuangan Syariah Masih Tertinggal

Total aset keuangan syariah di Indonesia masih tergolong rendah dibandingkan aset keuangan konvensional.

EKONOMI | 6 Februari 2023

Pangsa Pasar Keuangan Syariah Indonesia Capai 10,69 Persen

Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang semakin membaik, pertumbuhan keuangan syariah juga menunjukkan hasil yang baik.

EKONOMI | 6 Februari 2023

BPS Sebut Pertumbuhan Ekonomi 2022 Tertinggi Sejak 2013

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi selama tahun 2022 mencapai 5,31 persen.

EKONOMI | 6 Februari 2023

OJK Catat Aset IKNB Tembus Rp 3.081,30 Triliun di 2022

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total aset industri keuangan non bank atau IKNB menembus Rp 3.081,30 triliun per Desember 2022.

EKONOMI | 6 Februari 2023

Pertumbuhan Ekonomi 2022 Ditopang Industri Pengolahan

Komponen industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi selama tahun 2022 dari sisi lapangan usaha.

EKONOMI | 6 Februari 2023

Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah Hadapi Banyak Tantangan

Indonesia saat ini masih menghadapi sejumlah tantangan untuk menjadi pemain utama dalam ekonomi dan keuangan syariah global.

EKONOMI | 6 Februari 2023


TAG POPULER

# Pelecehan Anak


# Liga Spanyol


# Hasya Athallah


# Bripka Madih


# Pemilu 2024


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Miris, Bocah 12 Tahun Dipukuli, Disiram Air Panas, dan Ditelantarkan Ibu

Miris, Bocah 12 Tahun Dipukuli, Disiram Air Panas, dan Ditelantarkan Ibu

NEWS | 5 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE