Logo BeritaSatu

Kenali Panduan Memilih Asuransi untuk Generasi Milenial dan Gen-Z

Kamis, 1 Desember 2022 | 12:11 WIB
Oleh : JNS

Jakarta, Beritasatu.com - Andi, sebut saja begitu, pengemudi ojek online tampak antusias menceritakan pengalamannya saat ia sempat mengalami kecelakaan dalam perjalanan usai mengantarkan penumpang. Kembali bekerja setelah sempat dirawat selama beberapa hari di rumah sakit. Hal yang membuatnya merasa tenang, karena biaya pengobatan selama dirawat mendapat pengganti alias ditanggung perusahaan asuransi, yang kebetulan bermitra dengan perusahaan platform ojek online tersebut.

Pengalaman serupa dialami Feni, saat membeli ponsel pintar. Semula ia sempat ragu-ragu ketika ditawari paket asuransi untuk perangkat elektronik tersebut, karena ada sejumlah tambahan uang yang harus dibayarkan. Tapi setelah dihitung-hitung, premi untuk perlindungan tersebut masih jauh lebih murah dibandingkan bila harus memperbaiki ponselnya bila layarnya pecah atau kerusakan lainnya. Betul saja, tiga bulan setelah memiliki, ponselnya terjatuh saat ia sedang naik motor, dan layarnya rusak. Untungnya, ia punya polis asuransi yang dibelinya di toko ponsel sehingga biaya perbaikan kerusakan tersebut akhirnya ditanggung perusahaan asuransi.

Advertisement

Dua kejadian tersebut hanya sedikit dari pengalaman orang dalam berasuransi saat ini. Adanya pengalaman berasuransi akan membantu masyarakat meningkatkan kesadaran untuk mengantisipasi suatu risiko. Mulai dari asuransi yang sederhana, masyarakat akan teredukasi untuk mulai berpikir dan mempersiapkan perlindungan yang lebih besar. Cara ini cukup efektif untuk mengenalkan asuransi kepada masyarakat sekaligus untuk meningkatkan inklusi asuransi.

Di era digital saat ini, generasi muda atau yang sering disebut milenial menjadi perhatian bagi industri asuransi untuk memberikan edukasi, bahkan generasi setelahnya atau biasa disebut generasi Z yang lebih digital minded. Selain adaptasi terhadap penggunaan teknologi yang lebih kuat, generasi milenial dan Z merupakan pangsa pasar ke depan bagi pertumbuhan asuransi. Dari aspek sebagai market untuk pemegang polis, juga pangsa pasar untuk tenaga pemasar produk-produk asuransi.

Ketua Bidang I Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) yang membidangi Produk, Manajemen Risiko dan Good Corporate Governance Fauzi Arfan mengatakan, generasi Z secara digital minded menjadi sasaran yang paling pas untuk aspek digitalnya. Namun, apakah asuransi digital tersebut punya daya jual untuk generasi ini. Sebab kebutuhan asuransi bergerak seperti kurva, semakin bertambah usia, kebutuhan membeli perlindungan semakin meningkat.

“Yang menarik dari generasi muda ini adalah punya niat baik untuk saling membantu misalnya melalui beberapa platform sharing, mungkin hal ini yang menarik untuk didekati asuransi,” tutur Fauzi.

Menurut Fauzi, generasi muda sebenarnya juga sudah bisa untuk mempersiapkan proteksi. Sama halnya dengan edukasi pentingnya menabung untuk hari tua, pentingnya proteksi asuransi jiwa juga perlu ditanamkan sejak usia dini. Sehingga kalau mereka teredukasi dengan baik untuk memupuk dana untuk keperluan hari tua sedari muda dipersiapkan jauh lebih efektif. Sementara untuk produk asuransi jiwa berbasis investasi atau endowment, lanjut Fauzi tergantung selera masing-masing orang.

“Ada baiknya customer diberi kebebasan untuk memilih vehicle investasinya namun harus tetap berpedoman pada aturan OJK dan durasi jatuh tempo yang sesuai dengan polis. Jadi produk investasi juga dapat ditawarkan kepada generasi ini,” tutur Fauzi.

Secara pengetahuan, generasi milenial juga generasi Z dapat memperoleh informasi yang cukup memadai mengenai investasi, selain itu biasanya tipikal yang agresif. Meski demikian generasi ini biasanya lebih bisa menerima risiko.

Ketua Panitia DRIM 2022 Sainthan Satyamoorthy mengatakan, hal utama yang harus dimiliki oleh generasi muda sebelum memiliki produk asuransi jiwa adalah ilmu atau knowledge.

“Yang sangat penting Anda harus memahami kebutuhan Anda sendiri, untuk memahami tersebut Anda perlu punya ilmu,” tuturnya. Dengan pengetahuan tadi, distribusi produk yang akan dipilih pun akan menyesuaikan dengan kebutuhan dan pengetahuan seseorang terhadap produk tersebut.

Pentingnya ilmu dan pemahaman yang baik ini sejalan dengan tagline Hari Asuransi 2022 yang berbunyi Kenali, Pahami, Miliki. Setelah mengenal asuransi, sebaiknya dipahami dengan baik mengenai produk tersebut. Setelah kenal dan paham, maka akan timbul keinginan untuk memilikinya.

Generasi milenial dan generasi Z ini, memiliki tipikal yang berbeda dengan generasi pendahulunya. Selain digital minded lebih kental, umumnya kelompok ini lebih menyukai sesuatu yang simple dan cepat. Karena itu, dalam hal berasuransi pun umumnya lebih menyukai produk-produk yang sesuai kebutuhannya.

Ketua Dewan Asuransi Indonesia (DAI) Tatang Nurhidyat menyampaikan, produk yang disukai milenial itu produk yang simple, manfaatnya terbatas dan produk yang terkait dengan gaya hidupnya. Misalnya asuransi untuk ponsel, yang dibutuhkan bukan perlindungan secara keseluruhan untuk ponselnya, tapi cukup perlindungan untuk layarnya saja (screen). Asuransi perjalanan, yang biasanya menawarkan banyak manfaat pertanggungan, bagi mereka lebih suka misalnya yang hanya menanggung risiko delay saja, atau risiko inconvenience. Termasuk juga perlindungan pengantaran barang karena terbiasa belanja melalui e-commerce.

“Model-model begini sangat diminati milenaial mungkin itu reliabel dengan kehidupan mereka sehari-hari,” tuturnya.

Tips Berasuransi untuk Generasi Milenial
1. Tentukan kebutuhan asuransi yang menjadi prioritas.
2. Pahami produk apa yang hendak dibeli, risiko yang ditanggung dan yang tidak.
3. Pilih produk terbaik dan sesuai dengan kebutuhan.
4. Untuk membandingkan beberapa produk sejenis yang ditawarkan perusahaan asuransi, dapat mengunjungi web perusahaan agreggator yang banyak disajikan melalui internet.
5. Perhatikan sistem pembayaran premi, dan prosedur saat mengajukan klaim.
6. Ada banyak pilihan produk yang ditawarkan, ada baiknya memilih perusahaan yang memiliki kinerja dan reputasi baik. Serta pilih perusahaan yang terdaftar dan diawasi OJK.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: PR

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Pangsa Pasar Keuangan Syariah Indonesia Capai 10,69 Persen

Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang semakin membaik, pertumbuhan keuangan syariah juga menunjukkan hasil yang baik.

EKONOMI | 6 Februari 2023

BPS Sebut Pertumbuhan Ekonomi 2022 Tertinggi Sejak 2013

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi selama tahun 2022 mencapai 5,31 persen.

EKONOMI | 6 Februari 2023

OJK Catat Aset IKNB Tembus Rp 3.081,30 Triliun di 2022

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total aset industri keuangan non bank atau IKNB menembus Rp 3.081,30 triliun per Desember 2022.

EKONOMI | 6 Februari 2023

Pertumbuhan Ekonomi 2022 Ditopang Industri Pengolahan

Komponen industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi selama tahun 2022 dari sisi lapangan usaha.

EKONOMI | 6 Februari 2023

Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah Hadapi Banyak Tantangan

Indonesia saat ini masih menghadapi sejumlah tantangan untuk menjadi pemain utama dalam ekonomi dan keuangan syariah global.

EKONOMI | 6 Februari 2023

Strategi Blibli Mendorong Keberlanjutan Bisnis di Tengah Potensi Krisis Ekonomi Global

Visi dari management blibli di tahun 2023 lebih berfokus pada long term strategy dan memperkuat omnichannel strategy.

EKONOMI | 6 Februari 2023

Ekonomi Kuartal IV 5,01%,Konsumsi Rumah Tangga Sumbang 51,6%

Pertumbuhan ekonomi kuartal IV tahun 2022 mencapai 5,01%. Komponen konsumsi rumah tangga menjadi penopang terbesar dengan kontribusi 51,65%.

EKONOMI | 6 Februari 2023

Hilirisasi Produk Laut, Jokowi Minta Indonesia Tiru Tiongkok

Jokowi mengatakan Indonesia bisa meniru Tiongkok dalam hilirisasi sumber daya dan produk kelautan untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.

EKONOMI | 6 Februari 2023

IHSG Siang Ini 6 Februari 2023 Hilang 32 Poin ke 6.879

IHSG di BEI pada sesi I siang hari ini Senin 6 Februari 2023 melemah 32,0 poin (0,46%) ke level 6.879.

EKONOMI | 6 Februari 2023

Soal Produk Jasa Keuangan, Presiden Jokowi Sorot Perlindungan Konsumen

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyorot aspek perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan mulai dari asuransi, pinjaman online (pinjol), sampai dengan investasi.

EKONOMI | 6 Februari 2023


TAG POPULER

# Pelecehan Anak


# Liga Spanyol


# Hasya Athallah


# Bripka Madih


# Pemilu 2024


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Terapkan 5 Pilar, Pasien Diabetes Anak Bisa Hidup Normal

Terapkan 5 Pilar, Pasien Diabetes Anak Bisa Hidup Normal

LIFESTYLE | 51 detik yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE