Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Usai Lock Up Dibuka, GOTO Diproyeksi Terbang Saat Window Dressing

Kamis, 1 Desember 2022 | 15:46 WIB
Oleh : Muawwan Daelami / WBP
Ilustrasi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).

Jakarta, Beritasatu.com – Harga saham emiten teknologi, PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) pada hari pertama pembukaan masa penguncian saham (lock up) tergerus 6,62% atau mengalami auto rejection bawah (ARB) menuju Rp 141 per saham. Namun tunggu dulu, saham GOTO diprediksi bakal menguat ke level Rp 270-288 saat memasuki masa-masa window dressing jelang akhir tahun.

Analis PT Henan Putihrai Sekuritas Steven Gunawan mencermati fase downtrend yang dialami emiten-emiten teknologi di AS seperti Meta, Amazon, Alphabet telah memberikan dampak kepada saham emiten teknologi di Indonesia. Salah satunya GOTO yang secara kebetulan kini memasuki masa berakhirnya lock up. “Jadi, walaupun hari pertama pembukaan lock up harga saham GOTO turun hampir 7%, tetapi ketika sudah masuk masa-masa window dressing atau di pekan ketiga Desember, sahamnya akan naik,” ucap Steven kepada Investor Daily, Kamis (1/12/2022).

Pertimbangannya, beberapa fund manager seperti manajer investasi reksa dana memegang saham GOTO. Belum lagi, investor strategis seperti PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) dan PT Astra International Tbk (ASII) juga berkomitmen mempertahankan porsi kepemilikan mereka di GOTO.

Karena itu, sudah semestinya harga saham emiten yang bergerak di industri ride-hailing dan e0commerce ini mengalami penguatan ditopang target para stakeholder yang menghendaki saham GOTO terbang.

Jangan lupa faktor pertemuan bank sentral the Fed Desember ini yang diperkirakan hanya menaikkan Fed Fund Rate atau suku bunga acuan sebesar 50 bps atau tidak seagresif kenaikan sebelumnya yang mencapai 75 bps.

“Dengan the Fed sudah tidak hawkish, maka Bank Indonesia (BI) berpeluang mengerem kecepatan laju kenaikan BI-7 Day Reverse Repo Rate (BI7DDR). Rezim suku bunga tinggi yang diharapkan segera berlalu ini akan membawa angin segar bagi saham-saham teknologi karena umumnya belanja modal atau capital expenditure (capex) emiten teknologi berasal dari bank,” papar Steven.

Lebih lanjut, meeting the Fed yang dijadwalkan berlangsung pada 13-14 Desember 2022 juga berbarengan dengan era window dressing, sehingga Steven meyakini, saham GOTO akan terangkat pada momentum-momentum tersebut. “Jadi, saya perkirakan saham GOTO akan menguat ke Rp 270-288 dengan memfaktorkan The Fed dan Bank Indonesia dovish seiring melandainya inflasi Amerika dan Indonesia,” tutur Steven.

Sedikit berbeda dengan Steven, analis teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana yang dihubungi terpisah menambahkan bahwa peluang positif dari sentimen window dressing masih fifty fifty lantaran kondisi global saat ini masih berat bagi sektor teknologi. Hal ini tercermin dari suku bunga yang cenderung tinggi.

“Jadi, kami mencermati GOTO masih berada pada fase downtrend-nya. Hal ini juga dikonfirmasi dari MACD yang masih berada di area negatif. Adapun untuk arah pergerakan GOTO ke depan diperkirakan berada di area Rp 130-Rp 137 di mana pada area tersebut ada fibonacci cluster,” tutur Herditya.

Perihal pembukaan lock up, Corporate Secretary PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) RA Koesoemohadiani mengumumkan bahwa periode larangan pengalihan saham atas saham Seri A yang dimiliki para pemegang saham pra-IPO selama 8 bulan sejak tanggal efektif penawaran umum perdana perseroan sesuai ketentuan Pasal 6 ayat (2) peraturan OJK No 22/POJK.04/ 2021, berakhir pada 30 November 2022.

Untuk itu, terhitung sejak 1 Desember 2022, seluruh saham seri A, di luar saham treasuri yang dikeluarkan perseroan sejumlah 1.123.527.533.886 saham seri A atau mewakili 95% dari total modal dasar di mana free float publik sekitar 64% dari seluruh saham akan dapat diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: Investor Daily


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI