Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Dampak Gempa Cianjur dan Nataru, Harga Telur di Bekasi Naik 18%

Jumat, 2 Desember 2022 | 11:35 WIB
Oleh : Rino Fajar Setiawan / FMB
Ilustrasi telur.

Bekasi, Beritasatu.com - Jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) harga telur ayam mengalami kenaikan 18% di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (2/12/2022). Kenaikan juga terjadi akibat berkurangnya pasokan dari Cianjur.

Menurut pedagang telur, Al Jufri, permintaan telur ayam terbilang tinggi. Kini telur ayam dijual seharga Rp 33.000 dari harga sebelumnya Rp 28.000. Kenaikan 18% ini terjadi setiap hari dalam kurun waktu satu pekan terakhir.

"Untuk satu minggu ini ya, kenaikan harga telur yang kita alami itu dari permintaan yang tinggi sih, apa lagi dalam beberapa pekan ke depan kita dihadapkan Tahun Baru dan Natal ya, kaya gitu. Disatu sisi, permintaan di luar pulau juga sedang mengalami kenaikan yang cukup lumayan," kata Al Jufri saat ditemui di agen telur, Jalan Lingkar Kampung Utan, Kelurahan Cibuntu, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jumat (2/12/2022).

"Ini analisa dari teman-teman yang di lapangan harga ecer per kilo itu mau mendekati harga Rp 32.000 dan tidak menutup kemungkinan bisa mencapai Rp 33.000 perkilonya, karena setiap harinya mengalami kenaikan. Kalau untuk normalnya standarnya itu biasa dihargai Rp 28.000, Rp 29.000 sampai Rp 30.000," ungkapnya.

Ia mengungkap, kenaikan harga telur ayam akibat faktor cuaca dan musibah gempa Cianjur. Sebab Cianjur menjadi wilayah pemasok telur ayam untuk wilayah Jabodetabek.

"Jelas sangat berpengaruh ya cuaca, transportasi, contohnya kaya kasus kejadian kemarin di Cianjur ya, di mana ada musibah alam pasokan turun drastis, beberapa daerah penyangga pasokan telur seperti Cianjur sangat mempengaruhi," lanjut Al Jufri.

Kenaikan harga, lanjutnya, membuat daya beli masyarakat menjadi menurun. Para pelanggan telur ayam di tempatnya, kini hanya membeli separuh dari jumlah pembelian sebelum kenaikan.

"Harapannya untuk harga telur agar bisa stabil harganya, jadi dari tingkat konsumen juga mampu, dari tingkat peternak juga bisa menutupi biaya operasional," tuturnya.

Salah satu pembeli telur ayam, Aksa turut berharap agar pemerintah bisa menekan harga. Ia sekaligus penjual telur tingkat pengecer mengaku juga mengalami dampak dari kenaikan harga ini.

"Ya kalau bisa jangan segini harganya, kaya yang kemarin-kemarin lagi biar daya jualnya kaya kita pedagang itu kan ramean, kalau begini kan daya jualnya lemah. Saya bisa belanja itu modalnya Rp 24.000 kalau sekarang kan bisa mencapai Rp 30.000 lebih," pungkasnya.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI