Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Bulog Serap Stok Beras di Penggilingan, Tidak Jadi Impor?

Jumat, 2 Desember 2022 | 13:26 WIB
Oleh : Herman / WBP
Ilustrasi beras.

Jakarta, Beritasatu.com - Perum Bulog telah melakukan penyerapan beras dari berbagai wilayah berdasarkan data yang disampaikan Kementerian Pertanian (Kementan) kepada Bulog pada 30 November 2022 lalu sebanyak 610.632 ton. Namun bukan berarti langkah impor untuk memenuhi cadangan beras pemerintah (CBP) di gudang Bulog tidak jadi dilakukan. Pasalnya saat ini proses penyerapan masih berjalan, sehingga belum bisa dipastikan apakah data yang disampaikan Kementan sesuai kondisi riil di lapangan.

"Kita belum dapat pastikan apakah stok fisik yang ada sama dengan data yang disampaikan (Kementan)," kata Sekretaris Perusahaan Perum Bulog Awaludin Iqbal saat dihubungi Beritasatu.com, Jumat (2/12/2022).

Awaludin menegaskan, pada prinsipnya harus ada stock on hand yang dikuasai pemerintah (CBP) sebanyak 1-1,5 juta ton, terutama pada bulan-bulan tidak ada atau kurang panen. "Untuk memenuhi stok tersebut, bisa dilakukan dengan pembelian beras, baik dari dalam negeri atau dari luar negeri," tegas Awaludin.

Sementara Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) sebelumnya menegaskan, di tengah stok beras di gudang Bulog yang kian menipis, impor tidak mutlak dilakukan. Saat ini Bulog masih terus menyerap beras dari petani. Namun di saat yang bersamaan, langkah impor perlu dipertimbangkan untuk mengantisipasi apabila produksi di dalam negeri tidak mencukupi.

Stok beras di gudang Bulog saat ini semakin menipis berada di kisaran 500.000-an ton. Bulog sendiri sesuai arahan Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Bidang Perekonomian pada 8 November 2022 diminta untuk memenuhi cadangan beras pemerintah (CBP) sampai 1,2 juta ton di akhir tahun ini.

“Kita masih menyerap beras dari petani. Tetapi kita harus antisipasi ketika produksi dalam negeri tidak terpenuhi target, jadi opsinya ditambahi dengan impor. Ini kan masalah perut, kebutuhan yang tidak bisa ditunda karena ini menyangkut kecepatan. Kita berpacu dengan waktu. Nanti kalau kita tidak dapat dan kemudian negara lain menutup, kemudian angkutan tidak ada, bisa jadi masalah besar buat kita,” kata Budi Waseso.

Meskipun nantinya langkah impor akan diambil, Buwas mengatakan belum tentu Bulog bisa memenuhi jumlah yang ditugaskan. Apalagi saat ini seluruh dunia penghasil beras juga tengah menghadapi ancaman krisis pangan.

"Belum bisa jaminan umpamanya penugasan dari negara 500.000 ton kita bisa dapat segitu, atau umpanya penugasan 500.000 ton saya laksanakan 500.000 ton. Saya harus menjaga produktivitas dari petani, jadi tetap saya utamakan produktivitas dari petani. Ini yang terus saya ambil sambil dikuatkan dari impor kalau tidak terpenuhi. Kalau sudah terpenuhi, ya tidak perlu impor,” kata Buwas.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI