Logo BeritaSatu

OJK Sebut Investor Asing Antre Minati Bank di Indonesia

Jumat, 2 Desember 2022 | 15:32 WIB
Oleh : Hari Gunarto, Prisma Ardianto / FER

Labuan Bajo, Beritasatu.com - Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae menyampaikan, sejatinya sektor perbankan nasional sangatlah menarik bagi para investor, khususnya dari luar negeri. Hal ini tidak terlepas dari selera investor melihat perkembangan perbankan nasional belakangan ini.

"Kredit sudah mencapai 12% pertumbuhan, sehingga harapan sebetulnya kalau tidak ada sesuatu pemburukan yang luar biasa secara global, pertumbuhan kredit ini bisa kita pertahankan di tahun depan. Kelihatan dana pihak ketiga juga masih naik," kata Dian, usai menghadiri acara Asean Banking Council Meeting, di Labuan Bajo, NTT, Jumat (2/12/2022).

Advertisement

Dian menuturkan, proyeksi ini memang masih punya banyak tantangan seperti zero covid policy Tiongkok diperkirakan bakal banyak mengganggu rantai pasok kerja sama dengan Indonesia. Dari sisi peluang, ke depan suku bunga The Fed tidak akan kembali naik secara agresif dan minat investor asing yang masih tinggi.

"Saya pikir minggu depan saya menerima tamu yang ingin melakukan investasi di sektor perbankan. Jadi sektor perbankan kita ini sangat dan masih menjadi primadona sebenarnya jika dinilai secara global ya, secara regional South East Asia," jelas dia.

Sebagai pihak regulator, Dian enggan untuk membeberkan nama-nama bank yang sedang diminati investor asing tersebut. Tapi yang pasti arah konsolidasi akan ikut diwarnai dukungan dari investor asing.

"Arahnya kesana, sedang proses, tapi kita OJK menyambut upaya-upaya untuk melakukan konsolidasi baik konteksnya dalam permodalan maupun strategi bisnis itu kita dukung," ungkapnya.

Menurut Dian, OJK akan merilis pengaturan teknis mengenai kelompok usaha bank (KUB) bagi Bank Pembangunan Daerah (BPD) pada pekan depan. KUB menjadi salah satu opsi BPD memenuhi ketentuan konsolidasi bank umum di tahun 2024.

Dian menyampaikan, OJK akan mengeluarkan kebijakan KUB khusus untuk BPD. Pengaturan sedemikian rupa digelontorkan dalam rangka membantu kinerja BPD secara keseluruhan, termasuk menyangkut integrasi sistem, IT, dan sebagainya.

"Itu nanti akan lebih (diatur) flow antar provinsi bisa saling bantu. Kalau likuiditas di satu daerah kurang, itu bisa mengalir dari tempat lain. Nanti saya umumkan, tidak lama lagi, mungkin juga minggu depan," katanya.

Seperti yang diketahui, POJK 12/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum diterbitkan untuk mendorong industri perbankan lebih efisien, serta mendukung stabilitas dan peningkatan skala ekonomi nasional. Pengaturan modal inti minimum (MMI) Rp 100 miliar dinilai sudah tidak relevan dalam peningkatan skala usaha dan daya saing, sehingga bank diharapkan bisa meningkatkan modal minimum sampai dengan Rp 3 triliun.

Dalam pengaturannya, setiap bank umum wajib mencapai modal minimum secara bertahap sampai Rp 3 triliun, dengan tenggat 31 Desember 2022. Namun pengecualian diberikan kepada sektor BPD. Pasal 8 ayat (5) menerangkan bank milik pemerintah daerah atau BPD wajib memenuhi modal inti minimum Rp 3 triliun paling lambat tanggal 31 Desember 2024.

Hal itu juga ditegaskan lebih lanjut dalam FAQ POJK 12/2020 bahwa perpanjangan jangka waktu mempertimbangkan kemampuan PSP/Pemerintah Daerah. Tetapi dalam hal ini, bank selain Perusahaan Induk atau selain Pelaksana Perusahaan Induk dalam KUB wajib memenuhi modal inti paling sedikit Rp 1 triliun, lebih rendah dari induk KUB sebesar Rp 3 triliun.

Terlepas dari BPD, Dian mengungkapkan, hampir semua bank umum dipastikan bisa memenuhi modal inti Rp 3 triliun. "Kalau berdasarkan data kita, action plan sudah berjalan. Jadi optimis hampir semua bisa penuhi modal inti 3 triliun, kalau saya lihat petanya itu hampir semua," imbuh dia.

Dia menegaskan, konsolidasi perbankan memang sudah semakin mendesak melihat peta kompetisi di pasar regional dan risiko gejolak ekonomi. Konsolidasi memang diharapkan banyak terjadi di bank KBMI 1 dan 2 supaya daya saing meningkat.

"Kemarin itu sebetulnya masih (rencana) belum secara formal, tapi ada. Kita juga akan lakukan konsolidasi di BPR juga. Saya sudah terima (kabar) beberapa investor dari asing," kata Dian.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Bitcoin Relatif Stabil, Ethereum Menguat

Pergerakan harga bitcoin hari ini relatif stabil di kisaran US$ 22.000. Bitcoin telah menguat sekitar 40% sejak awal tahun.

EKONOMI | 7 Februari 2023

Harga Emas Antam Hari Ini Naik ke Rp 1.017.000

Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) Tbk pada perdagangan Selasa (7/2/2023) naik Rp 3.000 menjadi Rp 1.017.000 per gram.

EKONOMI | 7 Februari 2023

Dibuka Menguat, Ini Sentimen Penggerak IHSG Hari Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Selasa (7/2/2023), dibuka menguat 0,2% ke level 6.887,5.

EKONOMI | 7 Februari 2023

Listing di BEI, Aviana Sinar Abadi Oversubscribed 100 Kali

PT Aviana Sinar Abadi Tbk (IRSX), perusahaan teknologi informasi hari ini Selasa (7/2/2023) melakukan pencatatan saham perdana (listing) di BEI.

EKONOMI | 7 Februari 2023

Bursa Asia Dibuka Positif, Saham-saham Adani Group Tumbang

Bursa Asia bergerak positif pada awal perdagangan hari ini, Selasa (7/2/2023), di tengah kekhawatiran the Federal Reserve bakal menambah kenaikan suku bunga.

EKONOMI | 7 Februari 2023

Harga Minyak Mentah Menguat Ditopang Sentimen Tiongkok

Harga minyak mentah dunia internasional naik pada penutupan perdagangan hari Senin (6/2/2023). Pasar menimbang kembalinya permintaan dari Tiongkok.

EKONOMI | 7 Februari 2023

IHSG Uji Level 6.951, Ini Rekomendasi Saham Hari Ini

MNC Sekuritas merekomendasikan beli saham ADRO, BBCA, BRPT,dan INDF untuk perdagangan IHSG hari ini, Selasa (7/2/2023).

EKONOMI | 7 Februari 2023

Hentikan Penarikan Dolar, Binance Klaim Deposito Nasabah Aman

Binance akan menangguhkan setoran dan penarikan dolar AS, kata perusahaan itu Senin (6/2/2023).

EKONOMI | 7 Februari 2023

Wall Street Ditutup Melemah Senin, Nasdaq Minus 1%

Wall Street melemah pada hari Senin (6/2/2023). Indeks Nasdaq Composite terkoreksi hingga 1%, sementara investor memantau kenaikan imbal hasil obligasi.

EKONOMI | 7 Februari 2023

BI Optimistis Pertumbuhan Ekonomi 2023 Bisa 5,3 Persen

Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun 2023 akan berada pada kisaran 4,5 persen hingga 5,3 persen.

EKONOMI | 7 Februari 2023


TAG POPULER

# Pelecehan Anak


# Liga Spanyol


# Hasya Athallah


# Bripka Madih


# Pemilu 2024


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Banser Bawa Lagu ‘We Will Rock You’, Jokowi: Sekarang Sudah Senang Queen

Banser Bawa Lagu ‘We Will Rock You’, Jokowi: Sekarang Sudah Senang Queen

NEWS | 5 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE