Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Harga Emas Ambles US$ 5,6 karena Kuatnya Data Pekerjaan AS

Sabtu, 3 Desember 2022 | 06:44 WIB
Oleh : Indah Handayani / WBP
Ilustrasi emas.

Chicago, Beritasatu.com- Harga emas ambles pada perdagangan Jumat waktu setempat (2/12/2022) dari kenaikan tajam sehari sebelumnya karena data pekerjaan AS lebih kuat dari perkiraan. Namun ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan menaikkan suku bunga lebih kecil pekan depan menahan kerugian lebih lanjut.

Kontrak emas paling aktif pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange, tergelincir US$ 5,6 (0,31%) menjadi US$ 1.809,6 per ons. Namun, untuk minggu ini emas berjangka masih membukukan kenaikan 3,10%.

Harga emas berjangka melonjak US$ 55,3 (3,14%) menjadi US$ 1.815,2 pada Kamis (1/12/2022), setelah merosot US$ 3,8 (0,22%) menjadi US$ 1.759,9 pada Rabu (30/11/2022). Sementara harga emas naik US$ 8,4 (0,48 %) menjadi US$ 1.763,7 pada Selasa (29/11/2022).

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan Jumat (2/12/2022) bahwa data penggajian non-pertanian (NFP) AS naik 263.000 pada November, jauh di atas perkiraan 200.000 dan tingkat pengangguran 3,7% sejalan dengan ekspektasi.

"Harga emas telah mengalami reli yang bagus sejak awal November dan aksi ambil untung dapat terjadi, tetapi penurunan yang signifikan tampaknya tidak dijamin. Ekonomi melambat dan inflasi harus terus menurun di sini dan membenarkan jeda kenaikan suku bunga Fed setelah kuartal pertama,” kata Ed Moya, analis di platform perdagangan online OANDA.

Setelah 15 minggu terjebak dalam cengkeraman harga US$ 1.700 atau lebih rendah, baik emas Comex maupun emas spot menembus level tertinggi 5 bulan di atas US$ 1.800 per ons pada Kamis (1/12/2022) karena meredanya inflasi AS dan pertumbuhan pekerjaan menunjukkan kemungkinan kenaikan suku bunga Fed yang lebih kecil bulan ini.

Sementara pernyataan Ketua Federal Reserve Jerome Powell tentang pelambatan kenaikan suku bunga pada Desember awal minggu ini telah mendorong harga emas. Data pekerjaan yang lebih kuat dari perkiraan memiliki beberapa implikasi inflasi yang lebih tinggi. "Kemungkinan mengakibatkan keengganan bank sentral AS untuk mundur terlalu banyak pada pengetatan kebijakan moneter agresifnya," kata analis pasar.

Menjawab pertanyaan setelah pidato di Universitas Loyola pada Jumat (2/12/2022), Presiden Fed Chicago Charles Evans mengatakan Fed berada di jalur untuk mengembalikan inflasi ke targetnya.

Sementara logam mulia lainnya, perak pengiriman Maret naik 40,9 sen (1,79%), menjadi US$ 23,25 per ons. Platinum untuk pengiriman Januari turun US$ 28,3 (2,68%) menjadi US$ 1.026,6 per ons.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: Investor Daily


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI