Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Harga Minyak Ambruk Jelang Pemangkasan Produksi OPEC+

Sabtu, 3 Desember 2022 | 07:10 WIB
Oleh : WBP
Ilustrasi minyak mentah.

Houston, Beritasatu.com- Harga minyak berjangka hilang 1,5% pada perdagangan Jumat (2/12/2022), menjelang pertemuan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya (OPEC+) pada Minggu (4/12/2022) dan larangan Uni Eropa (UE) pada minyak mentah Rusia pada Senin (5/12/2022).

Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Februari merosot US$ 1,31 atau 1,5% menjadi US$ 85,57 per barel. Sedangkan harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Januari terpangkas US$ 1,24 atau 1,5% menjadi US$ 79,98 per barel.

Kedua kontrak turun, setelah keluar dan masuk dari wilayah negatif, tetapi membukukan kenaikan mingguan pertama masing-masing sekitar 2,5% untuk Brent dan 5,0% untuk WTI, setelah 3 minggu berturut-turut mencatat penurunan.

"Trader ragu-ragu untuk menjual pada akhir pekan jika ada gemuruh yang berkembang bahwa OPEC+ akan mengejutkan pasar pada pertemuan akhir pekan," kata analis Price Futures, Phil Flynn.

OPEC+ diperkirakan akan tetap pada target terbarunya mengurangi produksi minyak 2 juta barel per hari (bph) ketika bertemu pada Minggu (4/12/2022). Namun beberapa analis percaya bahwa harga minyak mentah dapat turun jika kelompok tersebut tidak melakukan pemotongan lebih lanjut.

Produksi minyak Rusia bisa turun 500.000 menjadi 1 juta barel per hari pada awal 2023 karena larangan Uni Eropa atas impor melalui laut mulai Senin (5/12/2022), kata dua sumber di produsen utama Rusia.

Polandia menyetujui kesepakatan Uni Eropa untuk batas harga US$ 60 per barel pada minyak lintas laut Rusia, yang memungkinkan blok bergerak maju menyetujui kesepakatan tersebut selama akhir pekan. Demikian dikatakan Duta Besar Polandia untuk Uni Eropa Andrzej Sados.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan batas harga minyak Rusia akan disesuaikan dari waktu ke waktu sehingga Uni Eropa dapat bereaksi terhadap perkembangan pasar.

Harga minyak mentah Ural Rusia diperdagangkan sekitar US$ 70 per barel pada Kamis (1/12/2022) sore. Batas itu dirancang untuk membatasi pendapatan ke Rusia, sementara tidak mengakibatkan lonjakan harga minyak.

Mengirim sinyal bullish, Tiongkok akan mengumumkan pelonggaran protokol karantina Covid-19 dalam beberapa hari, sumber mengatakan kepada Reuters, yang akan menjadi perubahan besar dalam kebijakan konsumen minyak terbesar kedua di dunia.

Sementara data pemerintah juga menunjukkan bahwa pemberi kerja AS menambahkan lebih banyak pekerjaan dari yang diharapkan pada November.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: ANTARA


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI